Sang Penakluk Wanita (System Playboy)

Sang Penakluk Wanita (System Playboy)
Bab 83


Jordan tidak mungkin diam begitu saja, dengan kemampuannya, sebuah asap berwarna hitam keluar dari tubuhnya, kepulan asap berwarna hitam tersebut turun ke bawah gedung, membuat kekuatan menghentikan waktu tersebut akhirnya tak mempan lagi, semuanya bergerak sebagaimana mestinya.


"Shitt!" Bryan mengumpat, kekuatan yang dimiliki oleh Jordan memang luar biasa, bahkan sistem pun mengakui kehebatannya. Sampai semua orang dan semua yang ada di muka bumi ini bergerak seperti sedia kala.


"Sampai kapanpun, kamu tidak akan bisa mengalahkan aku, Bryan. Dan aku juga akan membunuhmu lagi dan lagi, memisahkan semua anggota tubuhmu, agar kamu tak bisa hidup lagi!" ucap Jordan dengan penuh rasa percaya diri. Bahkan pria tersebut tertawa puas. Mungkin dengan memisahkan tubuh Bryan, Bryan tidak akan bisa hidup lagi, itulah yang ada di dalam pikiran Jordan.


Mereka berdua mengeluarkan pedang masing-masing di dalam tubuh, pedang Bryan memancarkan cahaya berwarna kebiruan, sementara pedang Jordan memancarkan cahaya berwarna kehitaman, saling menyerang dengan penuh amarah.


Trang...


Trang...


Trang...


Sementara di bawah gedung sana, telah terjadi peperangan yang begitu besar antara aliansi penjahat dan pasukan hero, mereka saling menyerang dengan membawa senjata masing-masing, berupa pedang ataupun senapan.


Disana sini, suara desingan peluru dan juga suara dentingan pedang saling beradu terdengar begitu jelas, suasana kota A yang begitu modern kini telah menjadi mencengkam, dan telah diporakporandakan. Banyak bangunan yang telah luluh lantak dan roboh.


Sementara itu Angel beserta pasukan yang lainnya lebih memilih untuk melaksanakan tugasnya dari Bryan, yaitu fokus menyelamatkan para masyarakat yang terluka. Dan Bryan telah menunjuk Rozak sebagai pemimpin pasukan di Genk Nightmare.


Angel membantu seseorang ibu-ibu yang tengah hamil tua, kakinya terjepit oleh puing bangunan yang telah roboh. Bukan hanya Angel, tapi keempat wanita yang lainnya pun datang untuk menjadi relawan, mereka tidak mungkin diam saja, ingin ikut serta membantu Bryan untuk mengalahkan Jordan dan demi kemanusiaan. Apalagi Lilis dibutuhkan untuk merawat orang-orang yang tengah terluka.


"Sepertinya dia akan melahirkan!" ucap Lilis setelah melihat kondisi ibu yang tengah hamil tua tersebut.


"Astaga, baiklah. Aku akan turut membantu." seru Rachel. Dia sangat tidak tega melihat keadaan ibu hamil tersebut.


"Baiklah, ayo kita selamatkan dia!" ucap Angel sambil meregangkan tangannya sebentar.


Rachel dan Angel mengangkat sebuah puing bangunan yang menindih kaki wanita tersebut dengan sekuat tenaga. Mengapa mereka bisa sekuat itu? Karena Bryan telah memberikan sedikit kekuatan kepada mereka, agar mereka semua menjadi wanita yang kuat dan tahan banting.


Sementara Luna dan Devina, mereka tengah menolong para korban yang lainnya, dibantu oleh para pasukan.


Sementara diatas gedung sana, masih terjadi pertarungan sengit diantara Bryan dan Jordan. Keduanya telah sama-sama terluka, sampai badan mereka telah berdarah, tapi mereka tidak akan menyerah untuk saling mengalahkan.


Jordan berhasil melukai kembali perutnya Bryan dengan pedangnya, membuat dia tertawa terbahak-bahak.


"Shhh..." Bryan sedikit meringis, memegang perutnya yang terluka dan mengeluarkan banyak darah.


Jordan mengayunkan pedangnya kembali untuk melukai Bryan, dengan cepat Bryan menghindar, dia menendang punggung Jordan.


Dugh...


Mereka berdua bertarung pedang kembali, saling melukai tiada henti, keduanya sama-sama kuat.


Srett...


Jordan berhasil melukai bagian lengannya Bryan.


Srett..


Bryan pun tak kalah kuat, dia berhasil memotong jari kelingkingnya Jordan yang dilingkari cincin sakti. Sehingga jari kelingkingnya Jordan copot dan jatuh ke tanah.


"Arrrgghh!" Jordan mengerang kesakitan, darah segar mengalir ditangannya.


Angel bilang bahwa cincin tersebut tidak memiliki kelemahan, jika ingin kekuatan Jordan menghilang, harus membawa cincin tersebut, sehingga Bryan memilih untuk memotong jari Jordan.


Jordan membungkukkan badannya ingin membawa cincin sakti kembali, sambil merintih. Akan tetapi dengan cepat Bryan meloncat, menancapkan pedang pada punggung Jordan, dan pedang tersebut telah menembus ke bagian depan tubuh Jordan, tepat bagian jantung.


Jlebb...


Seketika tubuh Jordan ambruk ke tanah, kemudian pedang ultra mengeluarkan sebuah api, sehingga api itu pun membakar tubuh Jordan.


Bryan segera mencabut kembali pedangnya, dia pun mengambil cincin di jari kelingkingnya Jordan yang telah patah.


"Sistem, lenyapkan cincin ini!"


[Baik, Tuan.]


Cincin sakti pun kini telah menjadi abu. Dan Bryan membuang abu tersebut, tidak akan ada yang bisa memakai cincin itu lagi.


Tugas Bryan belum berhenti sampai disini saja, dia harus membantu peperangan yang terjadi antar genk mafia di wilayah kota A, sehingga dia menghentikan waktunya kembali, karena sekarang dia sudah bebas menggunakan kekuatan tersebut tanpa batas. Dengan begitu, dia bisa dengan cepat membantai para pasukan Genk Tengkorak tanpa sisa.


Sreett...


Sreett...


Sreett...


Beberapa kali dia menebaskan pedangnya kepada leher para musuh. Mereka pantas mendapatkannya, karena mereka pun selalu bersikap lebih kejam seperti itu kepada orang-orang tak berdosa. Apalagi mereka sering melakukan bisnis perdagangan manusia, menjual para gadis dan juga menjual organ dengan cara membunuh dulu para korban. Bisnis yang sangat menjijikkan.


Sehingga pasukannya lah yang memenangkan peperangan ini. Dan klan yang dipimpin oleh Bryan telah berganti nama menjadi The Dangerous, mereka akan bertindak kejam kepada siapapun yang melakukan kejahatan. Tapi sebaliknya, mereka akan bersikap baik kepada semua orang yang membutuhkan pertolongannya, terutama orang-orang yang lemah.