Sang Penakluk Wanita (System Playboy)

Sang Penakluk Wanita (System Playboy)
Bab 81


Setelah Bryan puas menggarap Angel berkali-kali, di mulai saat mereka masih di Paris sampai mereka sekarang telah berada di kapal pesiar, Bryan belum mengizinkan Angel untuk memakai pakaian. Bahkan dia melakukan teleportasi agar mereka langsung berada di kapal pesiar, untuk melanjutkan aksi panas mereka. Di kapal pesiar pun Bryan tak bisa melepaskan tubuh Angel begitu saja, dia sangat candu sekali dengan jepitan miliknya Angel yang sangat sempit dan juga ingin selalu menikmati buah semangka favoritnya.


Barulah setelah Bryan merasa puas bercinta dengan Angel, dan sekarang dia sedang sendirian, sistem memberikan banyak informasi penting kepada Bryan.


Ding!


[Tuan telah berhasil menambah kekuatan, sehingga kekuatan Tuan kini telah mencapai 100. Dan target kelima 100 persen telah takluk pada Tuan.]


[Selamat, Tuan sudah mencapai level yang paling tinggi, dan Tuan telah menjadi manusia seutuhnya.]


[Karena Tuan sudah dapat menaklukkan target terakhir, Tuan mendapatkan bonus dana Tuan dikalikan dengan jumlah pencapaian kekuatan. Nilai pesona dan nilai ketampanan menjadi 200, dan pil penyembuh luka 50.]


[Karena kekuatan Tuan telah mencapai 100, kemampuan dalam menghentikan waktu dan teleportasi telah menjadi permanen. Selain itu Tuan juga akan mendapatkan 4 pil pengembali keperawanan.]


Pil pengembali keperawanan adalah sebuah pil yang bisa mengembalikan keperawanan target, sehingga keperawanannya akan kembali seperti sedia kala. Dan sistem hanya menyediakan 4 pil, tak bisa lebih dari itu.


[Dan Tuan akan menggunakan jasa sistem secara gratis mulai sekarang.]


[Nama: Bryan Juan Pratama


Usia: 27 tahun


Tinggi Badan: 180 cm


Berat Badan: 71 kg


Ketampanan: 200


Pesona: 200


Kekuatan: 100


Kemampuan: Berlari cepat, tahan api, kekebalan tubuh, pukulan luar biasa, teleportasi, dan menghentikan waktu.


Pil Penyembuh Luka: 60


Senjata: Pedang ultra


Pil Pengembali Keperawanan: 4]


Saat ini Angel sudah tertidur karena kelelahan di dalam kamar, bagaimana mungkin dia tidak kelelahan, Bryan telah menggempurnya tiada habisnya, bahkan sampai Angel nyaris pingsan. Begitulah Bryan, dia tidak akan pernah puas bermain satu kali dengan seorang wanita, dia memang selalu berhasil menaklukkan para wanitanya, perihal hati dan juga tubuh mereka.


Sementara Bryan, saat ini dia sedang berdiri di pinggiran kapal pesiar, menikmati keindahan lautan disana, sambil menikmati segelas kopi hitam. Menikmati masa-masanya yang akhirnya telah menjadi manusia kembali, sungguh pencapaian yang luar biasa. Sungguh rasanya tak percaya, akhirnya dia bisa hidup lagi, akan menjalani kehidupan seperti manusia sebagai mana mestinya.


Kemudian dia bertanya kepada sistem tentang rasa penasarannya tentang bonus empat buah pil pengembali keperawanan. "Empat buah pil pengembali keperawanan itu untuk apa?"


Sistem pun segera menjawab pertanyaan dari Bryan.


[Karena saat para target melakukan berhubungan badan dengan Tuan, status Tuan dalam keadaan masih setengah hantu dan setengah manusia, sehingga Tuan bisa mengembalikan keperawanan para target yang tidak akan Tuan pilih.]


Bryan mengerutkan keningnya, "Maksudnya?"


[Tuan boleh hanya memilih satu wanita diantara kelima target. Tapi jika Tuan ingin memilih semuanya, pil pengembali keperawanan tidak perlu digunakan.]


Karena itulah para target tidak akan hamil karena status Bryan belum menjadi manusia seutuhnya selama 30 hari kebelakang. Mungkin sistem memberikan kesempatan kepada Bryan jika dia ingin memilih satu diantara kelima target.


Bryan terdiam, dia nampak bimbang, sebenarnya dia juga tidak paham bagaimana perasaannya kepada para target? Sebenarnya siapa yang ada dihatinya? Rachel, Luna, Lilis, Devina, atau Angel? Haruskah dia memilih semuanya atau salah satu diantara mereka?


Rachel, dia adalah wanita yang sangat cantik, anggun dan pekerja keras. Sehingga dia bisa membiayai sekolah adiknya dan juga mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Semenjak kehadiran Bryan, rasa patah hatinya atas pengkhianatan mantan kekasihnya telah dia lupakan. Atas bantuan dari Bryan juga, akhirnya dia memiliki bisnis Rumah Makan, karena Rachel adalah wanita pekerja keras, sehingga Rumah Makan yang dia dirikan kini sudah memiliki 10 cabang.


Luna, dia adalah wanita cantik yang awalnya sangat menyedihkan karena selalu disiksa ibu tiri dan kakak tirinya, sampai dia di jual oleh ibu tiri dan kakak tirinya ke seorang mafia kejam bernama Jerome. Setelah bertemu dengan Bryan, dia akhirnya bisa menjadi pemimpin perusahaan yang begitu mengagumkan dan perusahaannya sudah mencapai peningkatan yang sangat baik. Bahkan dia sudah bisa lepas dari ibu tiri dan kakak tirinya, dan juga Jerome.


Lilis, seorang kembang desa yang hidup miskin dan tinggal ditempat yang kumuh, berhenti kuliah demi menjadi tulang punggung keluarga, mengubur mimpinya untuk menjadi seorang dokter. Sekarang wanita tersebut sudah bisa melanjutkan kuliahnya, dan membuka puskesmas di kampung halamannya. Selain itu, dia juga memiliki usaha di bidang pertanian yang cukup menjanjikan. Itu semua berkat bantuan dari Bryan, apalagi dia bisa lepas dari Deden untuk selamanya.


Devina, seorang wanita cantik yang malang, orang tuanya sudah lama meninggal, dia hidup dengan tantenya yang selalu memperlakukan buruk padanya. Hampir saja dia dijadikan tumbal di pulau P, gara-gara keserakahan tantenya. Berkat bantuan dari Bryan, nyawanya telah terselamatkan. Sekarang dia telah memiliki 10 cabang mini market.


Dan Angel, dia adalah seorang wanita cantik yang pura-pura kuat, padahal hatinya rapuh, dia telah kehilangan ayahnya yang telah dibunuh secara sadis oleh Jordan, dan semua harta peninggalan ayahnya telah dicuri oleh Jordan, termasuk perusahaan ayahnya. Dia dididik keras oleh ayahnya, membuatnya menjadi wanita yang kuat dan bisa berkelahi.


Diantara kelima target, siapakah yang ada dihati Bryan sebenarnya? Haruskah dia memilih satu atau memilih semuanya? Sungguh Bryan merasakan dilema jika harus disuruh memilih salah satu diantara mereka. Sungguh pilihan yang sangat sulit.


...****************...


...Kalau ada lima, mengapa harus pilih satu? Betul tidak?...