Sang Penakluk Wanita (System Playboy)

Sang Penakluk Wanita (System Playboy)
Bab 78


Braakk...


Pintu kamar hotel pun terbuka dengan kasar, Bryan dan Angel masuk ke dalam kamar hotel yang telah Bryan pesan, mereka langsung melanjutkan ciuman panas mereka yang sempat terjeda waktu di Taman Trocadero tadi.


Angel mendorong tubuh Bryan sehingga punggung pria tersebut mengenai dinding kamar, Angel menyambar bibir Bryan kembali, wanita tersebut begitu agresif. Sampai dia sedikit menjinjitkan kakinya, karena Bryan tubuh begitu tinggi.


Bryan tak mau kalah agresif, dia membalikkan posisi mereka, sehingga dia yang kini mengunci tubuh Angel di dinding, mencium bibirnya dengan rakus. Melu-mat dengan penuh naf-su bibir wanita itu, mereka saling menautkan lidah dan bertukar saliva tiada henti, suasana di kamar hotel tersebut terasa semakin panas membara.


Suara cecapan bibir mereka terdengar memenuhi kamar hotel tersebut. Kemudian mereka sama-sama membuka pakaian masing-masing. Bryan membuka kemeja putih dan celananya sehingga menyisakan boxer saja, sementara Angel telah melepaskan kaos dan celana jeans-nya, sehingga kini wanita tersebut hanya memakai bra dan celana dal-am.


Bryan meneguk saliva memandangi keindahan tubuh Angel, wanita tersebut ternyata pandai merawat dirinya, tubuhnya yang putih, mulus, dan bersih membuat Bryan ingin segera menjelajahinya dari ujung kaki ke ujung kepala.


Kemudian Bryan menyambar bibir Angel kembali, mereka berciuman sangat panas dan dipenuhi dengan naf-su yang kian membara, tangan Bryan mulai nakal, dia membuka pengait bra yang ada di punggung Angel, sehingga bra tersebut terlepas, menyembul lah dua buah semangka yang teramat indah, sungguh indah dan besar, ditambah dengan warna pucuknya yang masih berwarna merah jambu, membuat Bryan sangat tergoda.


Bryan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, dia sedikit membungkukkan badannya, melahap buah semangka milik Angel bagian kiri, sementara yang bagian kanan tak Bryan anggurkan, dia mengusap-usap bagian puncaknya lalu memilin-milinnya dengan lembut oleh jemarinya.


"Emmhh..." Angel masih malu untuk mendes-ah, akan tetapi dia merasakan tubuhnya kepanasan, dan merasakan terangsang ketika pria tersebut sedang mengisap bagian puncaknya, seraya memainkan lidahnya, memberikan jilatan lembut pada area puncak yang sudah menegang itu.


Bryan melahap buah dada Angel seakan sedang kehausan, ingin rasanya dia memasukkan semuanya ke dalam mulutnya, tapi sayangnya tak akan muat, buah dada Angel sangat besar sekali. Rasanya dia benar-benar beruntung bisa menikmati buah semangka kenyal tersebut, impian semua pria.


Kini Bryan gantian melahap buah dada yang sebelah kanan, dia memasukkan bagian puncak berwarna merah jambu ke dalam mulutnya, mengenyotnya dengan rakus.


"Owh...!" Angel tak dapat menahan lagi desa-hanya, kepalanya menengadah ke atas, menatap langit-langit, dia menekan kepala Bryan yang sedang dia susui, sementara badannya tak bisa diam, pria tersebut sukses membuat hasratnya semakin menggebu.


Angel membiarkan Bryan menjelajahi tubuhnya, karena dia pun sangat menikmati ketika Bryan memberikan banyak sentuhan pada tubuhnya. Angel menengadah ke atas, ketika Bryan menenggelamkan kepalanya ke ceruk lehernya, kini pria tersebut menyerang bagian leher jenjangnya Angel, memberikan banyak kecupan pada leher yang putih tersebut, seraya memberikan gigitan kecil disana, sehingga menimbulkan warna kemerahan.


Sementara dibawah sana, Bryan memberikan gesekan lembut, dalam keadaan Angel yang masih memakai celana da-lamnya dan Bryan masih mengenakan boxernya. Sebuah gesekan yang sangat int-im sekali.


"Ahhh..." Angel memeluk punggung Bryan, padahal senjata Bryan masih terbungkus boxer, tapi dia bisa merasakan besar dan kerasnya milik Bryan ketika Bryan terus menggesekkannya dan sedikit menekankan, seakan Angel ingin segera melepaskan boxernya Bryan agar cepat masuk, tapi sepertinya Bryan tidak ingin langsung ke bagian inti.


Bagi pria sangat rugi jika langsung ke bagian inti tanpa menikmati dahulu semua keindahan wanita dari ujung kaki ke ujung kepala, tak boleh ada satu pun yang terlewat.


Kemudian Bryan memberikan banyak kecupan pada dada Angel, lalu turun ke perut Angel, sehingga pria itu berjongkok, membuka celana da-lamnya Angel, sehingga melihat dengan jelas bagaimana indahnya surga dunianya, sangat indah dan terawat, dan juga mulus.


Bryan membuka lebar-lebar paha Angel, sementara Angel nampak tegang.


"Juan, apa yang akan kau... Ahhh!" Angel tiba-tiba mendes-ah ketika Bryan menyerang milik Angel dengan mulutnya, membuat wanita tersebut merasa tak karuan.


"Owh... Juan!"


Angel mencengkam rambut Bryan, merasakan ada yang meledak keluar begitu banyak dibawah perutnya, wanita tersebut telah berhasil mencapai pelepasannya.


"Ahhh... ahhh... ahhh...!" Angel menjerit dengan ero-tis. Dia merasa lega karena sudah menumpahkan semuanya sampai dia nampak terengah-engah.


Bryan berdiri kembali, dia mencium bibir Angel, kini giliran tangannya yang beraksi, satu jarinya memberikan sentuhan lembut pada milik Angel yang sudah basah.


Angel semakin menggila merasakan jemari Bryan bergerak dengan lembut maju mundur di bawah sana, menelusuri kelembutannya, membuatnya sangat terangsang.


Angel memeluk erat tubuh Bryan, sambil berciuman dengan penuh naf-su, badannya seakan terkena aliran listrik ketika merasakan pelepasan keduanya.


Angel melepaskan ciuman, dia mendes-ah hebat saat merasakan pelepasan keduanya. "Ahhh... ahh... Juan!"


Bryan tersenyum penuh rasa kemenangan, "Kamu kalah, Angel."


Angel mendengus kesal seakan Bryan sedang meledeknya karena sudah berhasil membuat wanita tersebut basah dua kali. Angel tidak terima disebut kalah, wanita tersebut segera berjongkok.


"Angel, apa yang kamu lakukan?" seru Bryan.


Angel menarik boxer yang masih dipakai oleh Bryan melorot ke bawah, sehingga terlihat bagaimana gagahnya sang joni agung, mungkin ada seukuran lengannya Angel.


Tanpa basa basi Angel memasukkan ke dalam mulutnya, membuat Bryan meremang, mungkin Angel juga ingin membuat Bryan kalah.


Malam ini kedua sejoli itu ingin bertarung di atas kasur. Mereka harus membuktikan siapa yang kalah sebenarnya.


Bryan mencengkeram rambut panjangnya Angel yang berwarna coklat tersebut, malam ini dia seakan di buat gila oleh permainan wanita tersebut, apalagi merasakan lidah Angel mengusap bagian ujungnya.


"Ahhh... Angel!"


Kulu-man wanita tersebut membuat Bryan semakin gila, dia membantu Angel untuk bergerak lebih cepat lagi. Rasanya ingin sekali memasukan semuanya, sayangnya tidak akan bisa, karena mulut wanita tersebut begitu imut. Rasanya hampir saja mau meledek.


"Ahhh... kau nakal, Angel!" Bryan meracau, rasanya semakin gila, sampai dia membantu menggerakkan kepala Angel agar terus menikmati sang joni agungnya. Rasanya benar-benar nikmat, sampai Bryan dibuat merem melek.