Sang Penakluk Wanita (System Playboy)

Sang Penakluk Wanita (System Playboy)
Bab 68


Angel tidak ada pilihan lain, saat ini terpaksa dia harus tinggal di sebuah vila milik Bryan yang ada di kota D tersebut, Bryan memang telah membeli sebuah vila dengan harga 3 miliyar sehingga uangnya kini telah tersisa 21.630.800.000.000 lagi.


Begitu juga dengan Bryan, dia harus pasrah dengan keputusan dari sistem, mau tidak mau Angel adalah target terakhirnya, sungguh seorang target yang bukan dia harapkan. Tapi walaupun begitu dia harus berusaha keras untuk menaklukkan Angel bagaimanapun caranya.


"Apa kamu seorang mafia?" tanya Angel kepada Bryan ketika melihat ada banyak anak buahnya Bryan yang sedang latihan menembak, sehingga suara desingan peluru terdengar begitu keras di wilayah sana.


"Bisa dibilang iya, bisa dibilang tidak." jawab Bryan, dia pun sama, sedang melakukan latihan menembak.


Bryan mengarahkan senapan pada titik yang dituju dan melepaskan peluru itu pada titik yang sudah dia incar, tepat bagian kepala papan sasaran, dia melakukannya secara berulang-ulang ke titik yang sama.


Zdor...


Zdor...


Zdor...


Suara tembakan tersebut begitu menggema di daerah sana, beruntung vila milik Bryan berada di tempat yang jauh dari pemukiman.


Padahal Bryan baru kali ini memegang senjata tersebut, sebelumnya dia tak bisa menembak sama sekali, apalagi berkelahi, tetapi sekarang dia sudah bisa melakukan itu semua, dia bukan pria lemah seperti dulu lagi.


Angel terperangah melihatnya, dia mengira bahwa Bryan adalah seorang penembak yang handal, mungkin karena dia yang sudah lama latihan menembak pun terkadang selalu melesat, tak selalu tepat sasaran.


"Juan, bisa aku pinjam uang padamu?" Saat ini Angel memang tak memiliki uang satu persen pun, akan tetapi dia membutuhkan pakaian ganti, tidak mungkin dia harus memakai pakaian yang sama setiap hari.


Bryan tak langsung menjawab pertanyaan dari Angel, dia memberikan senapannya kepada Rojak, dia menepuk pundak sang kaki tangannya itu, "Lanjutkan lagi latihan menembaknya, kamu yang pimpin."


"Baik, Tuan." ucap Rozak dengan patuh. Selama ini Rozak telah benar-benar mendedikasikan dirinya untuk menjadi kaki tangannya Bryan.


Kemudian Bryan menjawab pertanyaan dari Angel, dia berjalan mendekati wanita tersebut, "Setelah membuatku kesakitan, kamu ingin meminjam uang padaku?" Sejujurnya Bryan masih kesal kepada wanita dihadapannya itu karena sudah menendang joni agungnya.


[Bersikaplah yang manis, Tuan. Lupakan kekesalanmu itu.]


Bryan mengigit bibir bawahnya, mungkin karena sistem bukan manusia, lebih tepatnya sistem tidak akan tau bagaimana rasa linunya waktu sang jantannya ditendang keras seperti itu, dua kali, untung saja tidak bengkak.


Angel hanya tersenyum tanpa merasa bersalah, dia mengangkat satu tangannya, mendekatkannya ke wajahnya sendiri, "Sorry!"


Bryan menganggukkan kepalanya, dia terpaksa harus tersenyum manis kepada Angel, "Oke, tapi ada satu syaratnya."


Angel langsung memperlihatkan bogemnya kepada Bryan, pasti Bryan akan meminta hal-hal yang aneh kepadanya, "Jangan meminta syarat-syarat yang aneh kepadaku, aku akan menendang itumu lagi jika kamu berbuat macam-macam padaku!" Angel berkata sambil melirik joninya Bryan.


Bryan refleks menutup sang joni dengan kedua tanganya, dia pun mengomel didalam hatinya. 'Sistem, apa tidak bisa target kelima ditukarkan saja? Gak apa-apa aku ikhlas kalau misalkan target aku tante-tante juga, yang penting jangan wanita kayak gini.'


[Jadilah penakluk wanita sejati, Tuan. Tuan harus berjuang lebih keras lagi.]


Walaupun Bryan merasa jengkel dengan jawaban dari sistem, tapi dia tetap harus berpura-pura bersikap manis kepada Angel, "Jangan sering marah-marah kayak gitu, nanti cantik kamu luntur lho. Padahal kalau kamu tersenyum sangat terlihat manis lho, semanis madu."


Huueek!


Beberapa anak buahnya Bryan yang sedang latihan menembak malah mual mendengarnya, beruntung mereka menyembunyikan kemualan mereka di dalam hatinya. Jangan sampai terdengar oleh Bryan. Mungkin karena rayuan dari Bryan terkesan norak. Apalagi Angel, dia malah menatap tajam kepada Bryan. Entah bagaimana cara menaklukkan wanita dihadapannya ini. Bryan tak tahu sama sekali.


[Rayuanmu tidak mempan, Tuan.]


[Ayo gunakan jurus yang lain untuk memikat target.]


Sistem pun turut menyemangati Bryan, agar tidak menyerah begitu saja dalam menaklukkan sang target terakhirnya itu.


...****************...


Bryan mungkin sudah nyaman dengan motor maticnya, sehingga dia mengantarkan Angel berbelanja dengan mengendarai motor kesayangannya tersebut, sambil memakai jaket ojek onlinenya.


"Pegangan yang kuat!" Bryan memberikan peringatan kepada Angel.


Akan tetapi Angel hanya mencubit jaket ojolnya Bryan. Angel tak paham sebenarnya siapa Bryan ini, mana ada seorang seorang driver ojek online menjadi ketua mafia dan memiliki villa mewah, tapi dia rasa tak peduli akan hal itu, dia tak peduli apapun tentang pria asing tersebut.


Bryan segera memacu motor maticnya dengan cepat, membuat Angel refleks memeluk Bryan. Bryan merasakan ada sesuatu yang kenyal mengenai punggungnya, membuat dia menelan saliva dengan susah payah, bisa dipastikan sebesar apa itu.


Ah! Membuat tangannya gatal saja.


Sungguh sangat sial, bisa-bisanya pikiran kotornya datang diwaktu yang tak tepat. Karena targetnya kali ini sangat susah untuk ditaklukkan.