Sang Penakluk Wanita (System Playboy)

Sang Penakluk Wanita (System Playboy)
Bab 73


Bukan hanya Bryan, Jordan pun saat itu terluka parah, sehingga kini dia sedang dalam proses pemulihan di Mansion yang begitu megah, sebuah Mansion yang seharusnya milik Bryan.


Sebenarnya Jordan merasa kesal karena dia tidak sempat menculik Angel, ketika dia menghempaskan tubuh Bryan dari atas gedung, tiba-tiba saja ada cahaya biru terpancar dari tubuh pria berhelm hitam itu, kemudian pria tersebut tiba-tiba menghilang dalam sekejap.


Sementara Angel telah diamankan oleh Rojak, Rojak membawanya segera pergi dari sana ketika Bryan dan Jordan sedang bertarung diatas rooftop kala itu. Tentu saja atas perintah dari Bryan. Sehingga Jordan kehilangan jejak Angel lagi.


"Shittt! Sebenarnya siapa dia? Mengapa dia harus ikut campur ke dalam urusanku?" Jordan sangat kesal sekali kepada pria yang selalu memakai helm berwarna hitam tersebut, dulu pria itu telah menggagalkan bisnisnya, dan sekarang pria tersebut telah merebut Angel darinya.


"Dan dia memiliki kekuatan seperti itu darimana?" Jordan merasa tertarik dengan kekuatan yang dimiliki oleh Bryan. Sepertinya kekuatan Bryan begitu canggih, sampai bisa menghilangkan Bryan dalam sekejap. Entah kecanggihan apa lagi yang dimiliki oleh kekuatannya Bryan tersebut.


Seorang iblis memang tidak bisa melakukan hal canggih seperti sistem, akan tetapi kekuatan iblis memang tidak diragukan lagi, apalagi sejenis Lucifer, iblis terkuat yang memang memiliki keinginan untuk menguasai dunia ini.


Jordan memang telah melebarkan sayapnya, dia sengaja memperbanyak jumlah anak buahnya, agar menjadi klan mafia yang paling ditakuti di negeri ini, bahkan keinginannya adalah ingin bisa menguasai seluruh penjuru dunia, menjadi orang terkuat di dunia ini. Agar dia bisa melakukan apapun sesuka hatinya, dan semua orang akan takluk dan tunduk kepadanya.


"Ini adalah hasil curian kami!" lapor salah satu anak buahnya Jordan, menunjukkan ada sekitar 10 koper yang berisikan uang, dan 2 koper yang berisikan emas batangan.


Jordan tertawa, dia duduk di kursi kebesarannya, bak seorang raja yang sedang dipijat oleh para selirnya, disana memang terdapat tiga orang wanita yang akan selalu setia melayani naf-su bira-hinya Jordan, sehingga mereka hanya memakai pakaian dal-am saja.


"Hmm... ya sudah, simpan saja di Markas." Jordan memberikan perintah kepada para anak buahnya.


"Baik, Tuan." Para anak buahnya Jordan pun pergi sambal membawa koper yang berisikan uang dan emas batangan tersebut.


Kini di dalam mansion hanya tinggal Jordan dan ketiga wanita budak s3ksnya, dia pun memberikan perintah kepada mereka bertiga untuk segera melepaskan pakaian mereka, karena Jordan akan menggarap mereka secara bersamaan.


"Lepaskan pakaian kalian! Dan kalian harus memuaskan aku, jika kalian tidak bisa membuat aku puas, aku akan menebas kepala kalian!" Jordan memang tidak main-main dengan ucapannya.


Sehingga ketiga wanita itupun segera membuka pakaian mereka, memperlihatkan kemolekan tubuh mereka. Jordan berharap dia bisa melakukannya bersama Angel suatu hari nanti, saat ini dia sedang mengutus beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan Angel.


Dan hari ini itu pun Jordan menggarap mereka bertiga di kamarnya secara bersamaan, sayangnya tak ada yang membuatnya puas, permainan mereka sangat pasif, sehingga Jordan membunuh mereka secara sadis. Dia sangat kecewa sekali dengan permainan mereka bertiga, padahal dia sudah membayar mereka dengan harga yang cukup tinggi.


Bryan membawa pedang yang terpajang di dinding kamarnya, dia menghunuskan pedang tersebut ke arah ketiga wanita tersebut yang sudah pasrah, karena tak akan bisa melawan Jordan.


Srett...


Srett...


Srett...


"Arrrgghh!" Terdengar suara rintihan ketiga wanita tersebut, sampai kamar milik Jordan telah banyak darah yang berceceran. Bahkan dia telah memisahkan tubuh mereka dengan kepalanya, sungguh kelakuannya sangat sadis, melebihi iblis.


"Shitt! Itu adalah hukuman untuk kalian karena kalian tak bisa memuaskan aku!" ucap Jordan sambil memakai piyamanya kembali, mungkin karena sebenarnya dia saat ini hatinya sangat dilanda cemburu, sehingga begitu sensitif.


Jordan tidak akan rela jika cinta pertamanya menjadi milik orang lain, apalagi kalau sampai Angel dan pria berhelm hitam itu tidur bersama, dia pasti akan membunuh mereka berdua.


"Arrrgghh, Angel! Kamu harus menjadi milikku, Angel. Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun memiliki kamu. Aku akan membunuhmu jika kamu berani ada main dengan pria lain."


"Arrghh!" Saking emosinya dia melemparkan semua barang diatas nakas, sampai kamarnya begitu berantakan dengan pecahan kaca dan darah yang berceceran di lantai sana. Dia sama sekali tidak menyesali perbuatannya.