Sang Penakluk Wanita (System Playboy)

Sang Penakluk Wanita (System Playboy)
Bab 63


"Arrrgghh, Paman David!" Angel menjerit histeris ketika melihat kondisi sang kaki tangan ayahnya telah mati dengan cara yang mengenaskan dan begitu sangat tragis, darah segar bercucuran di kepalanya David, membuat pria tersebut kini sudah tak bernyawa lagi.


Angel memang telah dilatih oleh ayahnya untuk bisa berkelahi, akan tetapi dia tak mungkin sanggup mengalahkan anak buahnya Jordan yang begitu banyak, sama saja dengan bunuh diri, sehingga dia lebih baik memilih untuk melarikan diri.


"Kejar wanita itu!" teriak salah satu anak buahnya Jordan.


Mungkin ada sekitar dua puluh orang anak buahnya Jordan mengejar Angel.


Angel harus hidup, dia harus bisa membalaskan dendamnya kepada Jordan, wanita tersebut mengepalkan tangannya, hatinya telah diliputi oleh dendam yang sangat membara.


Kemudian Angel membawa sebuah pistol dari tangan David yang sudah tak bernyawa tersebut, lalu wanita tersebut segera berlari dengan cepat, menyusuri hutan sana, melewati pepohonan.


Mungkin karena suasana gelap gulita, membuat Angel tak bisa melihat dengan jelas bagaimana kondisi jalan yang dia lalui, membuat Angel terjerembab, badannya terjatuh ke sungai yang ada di hutan tersebut.


"Aaaaa!"


Byurr...


Kedua puluh anak buahnya Jordan tidak mungkin harus menceburkan dirinya ke sungai yang airnya sangat sangat dalam tersebut, mereka hanya bisa mengumpat.


"Ahh sial, mengapa dia harus melarikan diri melalui sungai!" salah satu anak buahnya Jordan mencoba menyalakan senter ke arah sungai, tebingnya cukup tinggi, mereka tidak mungkin terjun ke bawah, yang ada akan mati konyol.


Mereka cukup lama mengamati sungai tersebut, siapa tahu Angel akan menyembul ke permukaan air, akan tetapi sayangnya apa yang mereka harapkan tak terjadi. Angel sampai kini belum menampakkan diri juga.


...****************...


Sementara itu di wilayah utama, Markas Mabius telah di porak porandakan. Banyak mayat bertebaran dimana-mana, dan banyak juga terlihat api menyala disetiap bangunan yang sudah roboh tersebut.


Akhirnya malam ini Genk Mabius sudah tidak ada di dunia ini, semua anak buahnya beserta ketuanya telah dilenyapkan oleh Genk Tengkorak. Membuat Genk Tengkorak sebagai pemenangnya.


Bahkan Jordan tak segan menebaskan pedangnya ke leher dua orang anak buahnya Tuan Arsen yang tersisa.


Srett...


Srett...


Sehingga kepala mereka bergelinding berjatuhan ke bawah, dan tubuh mereka yang sudah tak berkepala pun ambruk seketika.


Angel adalah cinta pertamanya Jordan kala itu, tapi dia tak memiliki keberanian untuk mengutarakan perasaannya, karena Tuan Arsen adalah bosnya. Sehingga dia berkencan dengan Tasya, ternyata Tasya begitu cinta mati kepadanya, sehingga wanita tersebut mau dimanfaatkan olehnya untuk mendekati Bryan, sehingga Tasya dan Bryan menikah.


Setelah bertemu dengan Angel kembali, rasa dihati Jordan telah tumbuh lagi, karena kini dia merasa pantas mendapatkan Angel, sehingga dia memiliki ambisi untuk memilikinya, sekaligus menguasai kekayaan Tuan Arsen.


Padahal dulu hubungan dia dan Tuan Arsen sangat baik, tapi begitulah Jordan, dia adalah orang yang serakah, dan tak segan membunuh orang-orang terdekatnya demi menguasai hartanya, seperti yang telah dia lakukan kepada Bryan dan ayahnya Bryan.


Kemudian ada beberapa anak buahnya Jordan datang membawa sebuah brankas, "Ini adalah surat-surat penting milik Tuan Arsen."


"Hahaha..." Jordan tertawa puas, saat ini dia masih berada di Mansionnya Tuan Arsen yang lantainya sudah dipenuhi darah yang berceceran dimana-mana, kemudian dia membawa sebuah kunci dan cincin sakti di brankas tersebut, setelah berhasil membobol brankas terlebih dahulu.


Jordan mencium cincin itu, dulu Tuan Arsen sewaktu muda tak pernah ada yang mengalahkannya ketika memakai cincin tersebut, dan akhirnya cincin tersebut telah menjadi miliknya, sehingga dia akan menjadi seorang pria yang kuat, kekuatannya tak akan tertandingi oleh siapapun.


Kemudian Jordan membuka sebuah ruangan rahasia yang ada di kamarnya Tuan Arsen, ternyata di dalamnya ada sebuah peti mati. Jordan membuka peti mati tersebut, isinya adalah uang berwarna merah memenuhi peti tersebut.


"Ambil semua uang ini, jangan tersisa sedikitpun!" titah Jordan kepada semua orang anak buahnya.


"Baik, Tuan." mereka segera memasukkan uang tersebut ke dalam koper yang telah mereka persiapkan.


...****************...


Setelah pulang ke kota A, di dalam kamar, Jordan mengusap-usap cincin sakti yang terdapat sebuah batu akik berwarna hitam dibagian tengahnya, dia pun terkekeh. "Akhirnya aku bisa mendapatkannya juga. Aku Jordan, akan menguasai dunia ini!" teriaknya dengan penuh rasa percaya diri.


Akan tetapi tiba-tiba tubuhnya merasakan panas, membuat seluruh tubuhnya seakan terasa terbakar.


Jordan kehilangan keseimbangan tubuhnya, dia merintih, badannya berguling-guling di lantai, otot-otot di badannya terlihat semakin kekar dan menegang, dia meraung kesakitan seperti binatang buas.


"Arrrgghh!!!"


"Arrrgghh!!!"


Kemudian terdengar suara menggema di kamar tersebut, "Aku adalah Lucifer, iblis terkuat di dunia ini. Dan mulai sekarang tubuh kita akan menyatu."


Bahkan terdengar suara guntur terus menggelegar diangkasa, membuat suana menjadi mencengkam.


Kemudian Jordan pun tak sadarkan diri, kekuatan di cincin tersebut telah menyatu dengan tubuhnya.