
Dari siang sampai sore hari Angel berusaha untuk terus menghindari Bryan, mungkin karena wanita tersebut tidak ingin jatuh cinta kepada pria tersebut. Tapi yaitu dia, jangan sebut dia Bryan Juan Pratama jika dia tidak bisa menyerah untuk membuat Angel takluk padanya.
Malam pun telah tiba, Bryan sedang mencari sosok Angel yang tidak dia lihat dari sore hari.
"Angel dimana?" gumamnya sambil matanya beredar mencari keberadaan Angel.
Sistem pun memberikan informasi kepada Bryan tentang keberadaan sang target.
[Angel sedang menonton film, Tuan.]
Bryan segera menemui Angel yang sedang menonton sebuah film yang ada di bioskop sana, salah satu fasilitas yang berada di kapal pesiar tersebut.
Bryan pun duduk disebelah Angel.
"Kamu ngapain kesini?" tanya Angel, dia sangat terganggu dengan kehadiran Bryan, membuat konsentrasi menonton filmnya buyar.
"Nonton film lah, kan ini bioskop." jawab Bryan sambil tersenyum.
Dan keduanya sama-sama menikmati film yang mereka tonton, yaitu sebuah film action romantis, sehingga di dalam film tersebut ada adegan pertempuran sengit antara pemeran utama dan para musuh, dan ada juga adegan pertempuran antara pemeran utama pria dan peran utama wanita diatas kasur, hal tersebut membuat mereka menegang, terutama Angel, maklumlah wanita itu masih polos dalam dunia dua satu plus, sehingga membuatnya panas dingin melihatnya.
"Kalau kamu tidak berani menontonnya, nonton yang lain saja!" ledek Bryan ketika melihat wajah Angel nampak memerah.
Justru Angel menjadi merasa tertantang, dia tidak ingin terlihat lemah di mata Bryan. "Siapa bilang aku tidak berani? Aku berani kok!" Ucapnya sambil memelototkan matanya.
Angel menelan saliva saat melihat sebuah adegan ketika pemeran utama pria sedang menggarap wanitanya diatas kasur, film hollywood memang sering memperlihatkan seolah-olah hal tersebut terlihat sangat nyata, pantas saja jika banyak yang menyukainya, apalagi kaum pria.
Ahhh... ahhh ... ahhh
Bahkan suara des-ahan pemeran utama wanita di film tersebut terdengar begitu keras dan sangat ero-tis, membuat Angel menjadi salah tingkah.
"Apa kamu mau melakukannya denganku?" canda Bryan sambil mencondongkan badannya pada Angel.
Angel langsung mendelik ke arah Bryan, memelototi pria tampan itu.
Bryan pun terkekeh, dia menegakkan badannya kembali, menyilangkan kedua tangannya di dada. "Hanya bercanda, tapi serius juga boleh."
Angel menanggapi candaan Bryan, wanita itu malah sengaja duduk di pangkuan Bryan, membuat sang jantan terangsang. "Oke aku akan melakukannya dengan sepenuh hati, itupun jika kamu bisa melakukan sulap tiba-tiba kita ada di Prancis, di depan menara Eiffel." ucap wanita tersebut sambil tertawa.
Angel memang tahu bahwa Bryan adalah si pria berhelm hitam itu, yang memiliki kekuatan luar biasa, sampai semua luka ditubuhnya bisa hilang dalam sekejap. Tapi dia yakin Bryan tak akan mampu membuat mereka tiba-tiba berada di Prancis dalam sekejap, tidak pernah ada orang yang melakukan sulap seperti itu.
Setelah mengatakan hal tersebut Angel segera berdiri kembali, Bryan tersenyum, dia menyimpan gelas seloki di atas meja, kemudian dia menarik lengan Angel sehingga wanita tersebut duduk dipangkuannya kembali, lalu dia mencondongkan wajahnya kepada Angel. "Jika aku bisa melakukannya, persiapkanlah hati dan ragamu, kamu harus memenuhi janjimu itu, Angel."
Bryan menjentikkan jemarinya.
Tekk ...
Dalam sekejap tiba-tiba saja Bryan dan Angel berada di depan Menara Eiffel, tepatnya mereka kini mereka berada di kota Paris, ibu kota negara Prancis.
Angel nampak ling lung, dia memperhatikan ke lingkungan sekitar, apakah dia sedang bermimpi, bagaimana bisa dalam sekejap dia kini berada di kota Paris.
Ataukah mungkin ini hanyalah ilusi? Tapi dia melihat banyak sekali orang-orang bule yang sedang berjalan berlalu lalang, disana sangat ramai sekali, dan dapat merasakan bagaimana hingar bingarnya suasana di kota Paris.
"Selamat datang di negara Prancis, Angel. Aku sudah mengabulkan permintaan kamu itu." ucap Bryan, dia tersenyum melihat tingkah laku Angel yang terlihat kebingungan.
"Tidak mungkin, pasti ini ilusi kan?"
Bryan menyentil kening Angel, untuk menyadarkan Angel bahwa mereka memang kini sedang berada di kota Paris, bukan ilusi, dan juga bukan sebuah mimpi.
"Aw...!" Angel memegang keningnya yang disentil oleh Bryan.
"Kamu percaya kan? Aku bisa melakukan segalanya yang kamu pinta, Angel. Karena itu persiapkan dirimu untuk memenuhi janjimu itu." Bryan mengatakannya dengan penuh kemenangan.
Gluk! Angel menelan saliva mendengar perkataan Bryan yang menagih janjinya, padahal dia berani mengatakan hal tersebut karena dia kira Bryan tidak akan mungkin bisa melakukannya, ternyata pria itu benar-benar luar biasa, dalam sekejap kini mereka benar-benar berada di kota Paris.
Bryan berjalan mendekati Angel, dia menatap kedua bola mata Angel. "Persiapkan raga dan hatimu, Angel. Karena aku akan memasuki keduanya, kebagian yang paling dalam. Yang akan membuat kamu tidak akan bisa melupakan aku dan kamu akan takluk atas semua sentuhan yang akan aku berikan pada tubuhmu."
Perkataan Bryan membuat Angel panas dingin, dia tidak tahu apa di harus pasrah saja atau mengelak lagi. Tapi yang pasti sebagai wanita dewasa, dia pun pasti memiliki rasa penasaran bagaimana rasanya bercinta. Apalagi belakangan ini kehadiran Bryan cukup menganggu pikirannya, mungkin karena efek mereka tinggal bersama dan Bryan selalu bersikap sok akrab dengannya.
Tentu saja hal tersebut tidak gratis, Bryan harus membayar uang senilai 1 triliun untuk bisa melakukan teleportasi kesana dalam hitungan detik, sesuai jarak dan kecepatan. Semua kekuatan akan Bryan dapatkan secara permanen jika kekuatannya telah mencapai 100. Sehingga dananya kini tersisa 582.896.600.000.000 lagi. Bryan sana sekali tidak keberatan mengeluarkan uang sebanyak itu, yang penting dia bisa menaklukkan seorang Angel, target terakhirnya.