Sang Penakluk Wanita (System Playboy)

Sang Penakluk Wanita (System Playboy)
Bab 69


Bryan membawa Angel pergi berbelanja ke kota A, karena disana lah pusat perbelanjaan di negeri ini, dan memang Bryan akan pulang ke rumahnya sendiri setelah ini, sebuah rumah sederhana yang dulu dia beli seharga 300 juta, ketika dia masih bersama Rachel.


"Kenapa harus ke kota A?" protes Angel, bahwa dia menyadari telah memasuki kawasan kota A.


"Karena kita akan tinggal di kota A." jawab Bryan dengan santai, dia sekarang menjalankan motornya dengan kecepatan normal.


"Kita?" Angel mengerutkan keningnya.


"Ya, kita. Aku tidak akan membiarkan kamu pergi begitu saja. Ingat, kamu berhutang nyawa padaku, Angel. Jika seandainya aku tidak menolong kamu, mungkin sekarang ini kamu sudah tidak ada di dunia ini. Karena itu aku ingin selama tiga hari kamu beres-beres di rumah aku." Bryan rasa untuk menghadapi seorang Angel bukan dengan rayuan, tapi dengan tekanan, agar dia merasa berhutang budi kepada Bryan. Karena Bryan tidak tahu bagaimana caranya agar bisa menahan Angel agar bisa berada tetap disisinya dengan lamanya waktu yang tersisa.


"Apa? Beres-beres?" Angel tidak terima disuruh beres-beres oleh Bryan, seumur hidup dia tidak pernah melakukan pekerjaan rumah, termasuk memasak.


Yang dia tahu hanyalah sehari-hari memegang pistol dan pedang, latihan bertarung dengan anak buah ayahnya, itulah yang selalu diajarin oleh ayahnya semasa hidupnya.


"Ya, selain itu kamu juga harus memasak untukku. Hal itu tidak sebanding dengan apa yang telah aku lakukan padamu, Angel." ucap Bryan kembali, dia terus melakukan penekanan pada Angel. Karena sebenarnya dia juga kesal kepada target kelimanya itu.


Angel menghela nafas dengan kesal, dia bukanlah orang tak tahu terimakasih, sehingga dia tidak bisa menolak permintaan Bryan, lagi pula Bryan hanya menyuruhnya sebagai pelayan selama tiga hari saja. Hanya saja dia tak paham betul bagaimana caranya memasak.


'Bagaimana caranya aku memasak? Ah yang penting masak ajalah, mungkin rasanya akan sama.' gumam hati Angel. Yang penting dia memiliki tempat tinggal dulu, karena memang dia tak memiliki uang satu persen pun saat ini.


Setelah berada di Mall, Angel mulai mencoba beberapa pakaian yang ingin dia beli di ruang ganti, sementara Bryan sedang sibuk dengan ponselnya.


"Wah, anda sangat cantik sekali, Nona." seru seorang pelayan disana ketika melihat penampilan Angel yang telah memakai gaun berwarna merah.


Perkataan pelayan toko tersebut membuat Bryan seketika menoleh ke arah Angel, dia terpaku, nampak ngiler memperhatikan penampilan wanita tersebut, ternyata jika berpenampilan anggun seperti ini, Angel sangat terlihat cantik dan menarik.


Plukk...


Bryan akui sistem memang pintar dalam mencari target.


[Bicara jujur saja, Tuan. Jika target memang cantik. Sistem selalu memberikan target yang selalu menarik untuk Tuan, sesuai dengan tipe Tuan.]


"Hhh... menarik apanya? Dia sudah menendang joni agungku dua kali?" Bryan mendengus rasa kesal ketika sistem sedang menggoda dirinya. Dia masih tidak terima karena Angel sudah menendang hal yang paling berharga untuknya.


Angel hanya menghabiskan uang 20 juta saja untuk membeli pakaian. Sehingga dananya Bryan kini tinggal tersisa 21.625.800.000.000 lagi.


Setelah selesai membeli pakaian di Mall, mereka berdua pun memutuskan untuk segera pulang ke rumah. Mungkin karena perjalanan dari kota D ke kota A cukup melelahkan.


Akan tetapi begitu mereka berada di tengah perjalanan, suasana di jalan raya begitu macet total, sehingga semua kendaraan yang ada disana sulit untuk bergerak.


"Ada apa ini? Kenapa macet total seperti ini?" gumam Angel, dia merasakan ada yang tidak beres.


Bryan menggelengkan kepalanya, "Aku juga tidak tahu." Dia merasakan tak enak hati saat melihat kondisi lingkungan sekitar.


[Genk Tengkorak sedang melakukan kekacauan, Tuan. Mereka melakukan pembatain kepada orang-orang di kota ini. Dan mereka juga telah membuat kerusuhan di jalan raya sehingga terjadi tabrakan beruntun.]


Rupanya Jordan ingin memancing seorang pria yang dijuluki Pria Berhelm Hitam itu, dia ingin pria tersebut datang untuk menolong semua orang yang ada disana, barulah Jordan akan membunuhnya, sehingga tidak akan ada lagi yang menghalangi jalannya untuk menguasai dunia ini.


Jordan tertawa puas, dia sedang berdiri di atas rooftop sebuah gedung tinggi untuk memperhatikan kerusuhan yang telah dia dan para anak buahnya lakukan, entah berapa nyawa yang telah dia bunuh hari ini untuk memuaskan hasrat jiwa pembunuhnya, hatinya benar-benar dikuasai oleh iblis.


Bryan menyuruh Angel untuk menunggunya, "Genk Tengkorak telah melakukan kerusuhan. Aku harus pergi, kamu tunggu disini!"


Angel menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku juga harus menghentikan kejahatan mereka." Seumur hidup, Angel tidak akan pernah melupakan atas apa yang telah Jordan lakukan terhadap ayahnya dan juga para anggota Mabius. Gadis tersebut mengeluarkan pistol dari pakaiannya.