Sang Penakluk Wanita (System Playboy)

Sang Penakluk Wanita (System Playboy)
Bab 77


Angel tertegun melihat keindahan Menara Eiffel yang menjulang tinggi di hadapannya, berkelip dengan begitu indah di kegelapan malam.


Membuatnya teringat dulu dia sering pergi ke kota Paris bersama ayah dan ibunya. Ibunya Angel meninggal saat dia masih sekolah SMA, sementara ayahnya telah mati mengenaskan ditangan Jordan. Angel memang sedikit mengenali sosok Jordan, mantan murid ayahnya itu, dulu pria itu sedikit pendiam, tapi mengapa bisa dia sekarang telah melakukan sebuah kejahatan yang mengerikan, apalagi pria itu telah membunuh ayahnya.


Saat ini dia dan Bryan sedang berdiri di sebuah taman bernama Taman Trocadero, sebuah taman yang tak jauh letaknya dari Menara Eiffel, sehingga mereka bisa melihatnya dengan sangat jelas, sebuah penampakan yang sangat indah jika datang kesana pada malam hari. Apalagi di taman tersebut terdapat air mancur Warsawa, dapat membantu menenangkan pikiran.


Pantas saja jika kota Paris disebut kota paling romantis, karena kota tersebut memang begitu indah. Jelas saja jika apa yang telah dilakukan oleh Bryan kali ini bisa membuat hati Angel merasa tersentuh, memang ini bukanlah pertama kalinya Angel menginjakan kakinya di kota Paris, tapi untuk kali ini dia memang membutuhkan sebuah tempat untuk menenangkan hatinya, agar dia bisa melupakan sejenak semua masalah yang dia hadapi.


"Sebenarnya aku sangat penasaran, kamu memiliki kekuatan itu darimana? Ayahku dulu memang kuat, tapi tak seperti dirimu." tanya Angel kepada Bryan, dia sangat penasaran sekali dengan kekuatan yang dimiliki oleh Bryan, dengan begitu canggihnya bisa membuat Bryan dan dia berada di Paris dalam sekejap.


Iblis memang hanya mengandalkan kekuatan saja walaupun kekuatannya memang sangat tinggi sekali, sementara sistem serba bisa, bisa melakukan apapun yang diperintahkan oleh tuannya walaupun untuk saat ini tidak gratis, karena semuanya butuh proses.


Bryan tersenyum, dia ikut bahagia melihat raut wajahnya Angel yang memperlihatkan bahwa dia sangat bahagia malam ini, seakan semua beban yang ada di dalam kepala Angel telah hilang, wanita tersebut nampak tersenyum lebar memandangi Menara Eiffel.


"Untuk saat ini aku minta maaf karena aku tidak bisa memberitahumu, suatu saat nanti aku pasti akan menceritakan semuanya padamu." Bryan belum bisa mengatakan kepada siapapun tentang jati dirinya yang sebenarnya, termasuk kekuatan sistem yang dia miliki.


Sebenarnya Bryan sangat penasaran dengan cincin yang dimiliki oleh ayahnya Angel, siapa tahu Angel mengetahui kelemahan dari cincin tersebut, akan tetapi khusus malam ini lebih baik dia melupakan sejenak masalah Jordan, yang harus dia fokuskan saat ini adalah seorang wanita dihadapannya, yang harus dia taklukan, agar kekuatannya menjadi penuh dan dia menjadi manusia yang seutuhnya.


Siapa yang tidak tertarik dengan seorang Angel, wanita tersebut begitu cantik, bahkan sistem memberikan nilai 90 pada kecantikan Angel, memang pantas, karena Angel adalah wanita tercantik diantara semua target. Sayangnya dia tidak bisa bersikap selayaknya seorang wanita, padahal keempat targetnya Bryan sangat terlihat feminim dan anggun.


Akan tetapi mau berpenampilan seperti apapun, Angel tetap terlihat cantik, mungkin dia memiliki watak yang keras karena dia dibesarkan oleh seorang ayah yang berprofesi sebagai seorang mafia, dituntut untuk menjadi seorang wanita yang kuat.


Angel sama sekali tak keberatan jika Bryan belum bisa menjawab pertanyaan darinya tentang kekuatan yang Bryan miliki. "Hm... okelah kalau kamu tidak ingin menjawabnya sekarang, lagian aku juga khusus malam ini ingin melupakan sejenak semua masalah yang aku telah aku hadapi. Khusus malam ini aku ingin memikirkan kebahagiaan diriku sendiri."


Kemudian Angel membalikkan badannya, sehingga dia berhadapan dengan Bryan, "Karena itu aku menerima tawaranmu yang waktu kamu ucapkan di kapal pesiar itu, ayo kita berkencan khusus malam ini. Aku juga ingin tahu bagaimana rasanya berkencan, apalagi bersamamu."


Bryan nampak terperangah mendengar perkataan Angel, akhirnya wanita itu mau menerima ajakan darinya untuk berkencan.


[Sistem mendeteksi target sudah mulai terpesona 50 persen padamu, Tuan.]


Bryan kini terlihat sumringah mendengar laporan dari sistem, akhirnya dia sedikit lagi bisa menaklukkan Angel, seorang wanita yang bar-bar dan garang.


"Apa kau terpesona padaku, Angel?" tanya Bryan dengan penuh percaya diri.


Hal tersebut membuat Bryan tersenyum penuh rasa bahagia, Angel berani sekali memuji dirinya, sampai rasanya seakan hidungnya terbang melayang di udara.


"Kamu juga sangat cantik, walaupun kamu terkadang menyebalkan dan juga sering menghajarku. Tapi aku akui kamu adalah wanita yang sangat menarik, Angel." Bryan pun mengatakan yang sejujurnya pada Angel, tentang bagaimana Angel dimatanya.


Pujian dari Bryan cukup membuat Angel tersenyum mesem, sepertinya hatinya telah berbunga-bunga.


Keduanya saling menatap. Begitu terasa hening. Semakin lama semakin dalam mengunci pergerakan mereka satu sama lain, Bryan meminimalkan jarak diantara mereka berdua.


Bryan merengkuh pinggang Angel, membawanya semakin dekat, mengarahkan tatapannya hanya menatap kedua bola mata indah Angel. Memandanginya dengan penuh rasa ketertarikan dan memujanya tiada habisnya.


Bryan menundukkan wajahnya, menyatukan kedua bibir mereka, me-***** bibirnya, merapatkan pelukannya sehingga tidak ada jarak satu centimeter pun diantara mereka.


Ciuman itu semakin lama semakin terasa panas, saling mengeksplor dan menyesap rasanya sebanyak mungkin, Angel mengalungkan tangannya ke leher Bryan agar dia tidak terjatuh, karena Bryan semakin rakus mencium dirinya, membuat Angel tidak bisa mengimbanginya.


Mereka saling melepaskan ciuman mereka, saling memandang dengan nafas terengah-engah. Mereka baru menyadari bahwa saat ini mereka sedang berada di Taman Trocadero, padahal hasrat telah menguasai mereka.


...****************...


...Menuju end, beberapa hari lagi 🙏...


...Promosi Novel Tamat...


Tidak ada yang menyangka bahwa dirinya masih hidup, semua orang menganggapnya sudah mati. Padahal dia telah tumbuh dewasa menjadi seorang pria yang berbahaya.


Adam Alvarez atau pria bernama asli Marvin Leonardo, pria berusia 28 tahun itu adalah seorang mafia berdarah dingin, karena kepiawaiannya dalam menaklukkan musuh membuat dia mendapatkan julukan A Dangerous Man. Namun, ada sebuah luka di masa lalu yang membuat dia bisa berbuat kejam seperti itu.


Saat dia masih kecil, dia dan ibunya diterlantarkan oleh sang ayah, hanya karena ayahnya sudah memiliki wanita lain, bahkan wanita itu membawa seorang anak perempuan dari hasil hubungan gelap mereka. Hingga berakhir dengan peristiwa pembunuhan sadis terhadap ibunya.


Karena itu Adam memanfaatkan Nadine Leonardo, putri tercinta ayahnya sebagai alat untuk membalaskan dendam terhadap ayahnya. Adam tidak akan memaafkan siapapun yang telah tega membunuh ibunya.