Sang Penakluk Wanita (System Playboy)

Sang Penakluk Wanita (System Playboy)
Bab 66


[Perlu Tuan ketahui kekuatan kekebalan tubuh tidak berlaku pada target dan ilmu hitam.]


Sistem mencoba memberitahukan sebuah informasi yang mungkin saja belum Bryan ketahui sama sekali.


Mungkin karena dulu keempat targetnya tidak pernah menghajar Bryan seperti ini, makanya Bryan tidak tahu akan aturan tersebut. Bagaimana bisa mereka menghajar Bryan? Keempat targetnya begitu lemah lembut, anggun, dan feminim. Tidak seperti targetnya yang sekarang.


Bryan masih tergeletak dilantai, dia berusaha untuk bangkit. Bryan pikir Angel akan berhenti menyerangnya, tapi ternyata wanita tersebut masih saja bersikeras untuk menyerang Bryan kembali.


'Sistem, aku ingin kekuatan menghentikan waktu.' pinta hati Bryan kepada sistem.


[Baik, Tuan.]


[Dana 200 juta terpotong secara otomatis untuk membeli kemampuan menghentikan waktu.]


Kemampuan menghentikan waktu akan Bryan dapatkan secara permanen jika seandainya kekuatan Bryan telah mencapainya 100.


[Sisa dana 24.631.800.000.000 lagi.]


Tek...


Bryan segera menjentikkan jarinya sehingga waktu pun telah berhenti. Angel yang sedang melayangkan satu kakinya untuk menendang Bryan pun kini telah mematung.


Bryan sengaja ingin menghentikan waktu karena dia ingin melakukan penawaran pada sistem. Walaupun sebenarnya dia tahu bahwa ketentuan sistem tidak bisa diganggu gugat, tapi tidak ada salahnya jika dia mencoba untuk meminta tawar menawar akan targetnya itu.


"Sistem, oke aku tahu kamu bilang kalau target aku ada di kota D. Tapi masa dia sih?" Bryan menunjuk Angel yang tak bergerak sama sekali, seperti sebuah manekin.


Sistem segera menjawab pertanyaan dari Bryan.


[Itu sudah menjadi ketentuan sistem, Tuan. Tidak akan bisa diganggu gugat.]


[Jika Tuan berhasil menaklukkannya, Tuan bukan hanya akan menjadi manusia seutuhnya, tapi akan ada bonus kejutan lainnya untuk Tuan.]


Percuma saja Bryan bertanya apa bonus kejutannya, sistem tidak akan menjawab. Ketentuan sistem memang tidak bisa diprotes dan tidak menerima istilah tawar menawar, hanya saja mungkin Bryan masih belum bisa menerima dengan watak target terakhirnya yang terlihat barbar sekali.


"Hhh... seharusnya targetku diakhiri dengan yang manis-manis biar kisahku menjadi happy ending. Dalam tiga hari aku harus menaklukkan wanita seperti itu, bagaimana caranya?" Bryan menunjuk Angel kembali, posisi wanita tersebut masih berdiri dengan satu kakinya terangkat, beruntung memakai celana jeans, coba saja kalau pakai rok mini? Bryan tak dapat membayangkannya, yang ada dia akan langsung khilaf.


Namun, ketika Bryan lama sekali memperhatikan wajahnya Angel, wanita itu memang sangat cantik, tinggi, putih, dan ukuran dadanya yang besar membuat dia terlihat nyaris sempurna, sayangnya dia harus menjadi wanita yang garang. Sungguh sangat disayangkan.


Bryan menurunkan kaki Angel agar wanita tersebut berdiri dengan tegak, kemudian dia duduk di tepi ranjang sambil memperhatikan wanita tersebut dari ujung kaki ke ujung kepala.


"Tadi kamu bilang bahwa wanita ini adalah pengusaha legal dan ilegal, apa dia seorang mafia?" tanya Bryan kepada sistem.


[Sistem akan menjawabnya dan akan memberikan informasi yang sangat penting, tapi tidak gratis, Tuan.]


Bryan menghela nafas, "Potong saja uangku!"


[Baik, dengan senang hati, Tuan.]


Bryan paling kesal jika sistem sudah berkata dengan senang hati memotong dananya.


[Sisa dana 24.630.800.000.000.]


"Lho bukan seharusnya dua ratus juta?" protes Bryan, siapa tahu sistem lupa.


[Karena informasi yang didapatkan sangat banyak, Tuan. Terbukti akurat, tajam, dan terpercaya.]


Bryan menggaruk kepalanya yang gak gatal, dia sudah teramat kesal. "Baiklah, ayo beritahu aku apapun yang kamu ketahui!"


[Angel adalah seorang putri tunggal dari seorang mafia bernama Arsen.]


Bryan kembali menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Arsen? Pemilik Perusahaan Mabius kah?"


[Iya, Tuan. Perusahaan Mabius telah menjadi milik Jordan, sementara Genk Mabius telah dihancurkan, bahkan Arsen sendiri pun telah dibunuh oleh Jordan.]


Bryan tertegun mendengarnya, ternyata dibalik sifat kejamnya seorang Angel, dia sebenarnya adalah seorang wanita yang menyedihkan. Dulu dia yang bak seorang putri kerajaan, memiliki banyak pelayan yang siap melayaninya. Kini hidupnya telah sebatang kara. Itu semua ulah kekejaman Jordan.


[Selain itu, target kelima adalah cinta pertamanya Jordan.]


Bryan membulatkan matanya ketika mendengar perkataan sistem. Apakah wanita ini yang dulu sering diceritakan oleh Jordan kepadanya?


Mengapa dulu Bryan tak pernah mencurigai hubungan Jordan dan Tasya? Karena setahu Bryan, Jordan pernah bercerita kalau dia sedang jatuh cinta kepadanya seorang wanita berinisial A, tapi dia tak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaan itu.


Bryan menghela nafas kembali, dia memandangi Angel yang masih mematung. "Jadi kamu adalah cinta pertamanya Jordan? Mengapa bisa kebetulan seperti ini?"


[Jordan telah mencuri cincin sakti milik Arsen, ada iblis Lucifer di dalamnya.]


"Lucifer? Bukankah Iucifer itu adalah raja dari dunia iblis?" baru mendengar namanya saja Bryan sudah merinding.


[Iya, Tuan. Jordan bukanlah musuh yang bisa dianggap remeh. Karena itu lebih baik Tuan fokus dulu dengan target, untuk menyempurnakan kekuatan Tuan. Setelah itu barulah Tuan menghadapi Jordan.]


Sistem memberitahu informasi yang lainnya.


[Dan ada satu informasi lagi yang Tuan harus ketahui, istri Tuan sudah meninggal semalam, Jordan yang membunuhnya. Dan sekarang ini mayatnya sedang berada di kandang para anjing pelacak, akan dijadikan santapan hewan tersebut.]


Bryan terdiam, dia menghembuskan nafas dengan pelan ketika mendengar akan kematian Tasya, wanita yang pernah dia cintai dengan setulus hatinya. Kalau dibilang benci, tentu saja dia sangat membencinya, akan tetapi dia tidak tega mendengar Tasya harus dijadikan santapan para anjing pelacak tersebut, setidaknya disisa akhir hayatnya dia mati dalam keadaan jasadnya yang masih utuh.


"Tolong curi mayatnya dan kuburkan dia dengan cara yang layak!" titah Bryan kepada sistem.


[Baik, Tuan.]


Bryan masih terbayang bagaimana pertemuan pertamanya dengan Tasya kala itu, dulu Bryan adalah seorang pria yang sangat berwibawa dan juga seorang pengusaha muda yang tampan dan juga kaya raya. Banyak wanita yang menginginkannya, akan tetapi dia adalah seorang pria yang sangat cuek terhadap wanita.


Sehingga suatu hari dia bertemu dengan Tasya, yang melamar pekerjaan sebagai sekretaris pribadinya, dia mempercayakan pada Jordan untuk mencarikan sekertaris pribadinya tersebut, ternyata mereka bersekongkol, agar Tasya bisa dekat dengan Bryan.


Berbagai cara dilakukan oleh Tasya untuk menarik perhatian darinya, sampai akhir Bryan luluh pada wanita itu, dan mencintainya dengan sangat tulus.


Jika mengingat akan hal itu, rasanya dia sangat membenci Tasya, tapi dia tidak mungkin tega membiarkan jasadnya dijadikan santapan oleh anjing-anjing miliknya Jordan.