
Bryan segera membuka celananya, sehingga terlihat jelas sang jantan yang sangat gagah dan berukuran besar tersebut akan segera membobol gawang.
Lilis bergidik ngeri melihatnya, tapi karena dirinya telah dikuasai hawa naf-su, sehingga dia sudah tak sabar ingin segera merasakan tubuh mereka menyatu.
Bryan mencium bibir Lilis kembali, sementara yang dibawah sana sedang bergerak mencari lubang. Sebuah lubang yang teramat sempit.
Batang Bryan sedikit demi sedikit masuk ke dalam milik Lilis, Lilis sedikit kaget ketika merasakan ngilu dibawah sana, sehingga dia mencengkeram sprei sangat kuat.
"Oh sakit, Juan!" rintihnya.
"Tahan sebentar ya!" Bryan mencoba menenangkan Lilis, kemudian dia menghentakkan kembali batangnya sampai bisa merobek sesuatu yang ada di bawah sana.
Bryan telah berhasil membuat Lilis menjadi mantan gadis, dia menggeram penuh kenikmatan ketika merasakan batangnya masuk sepenuhnya, kedutan manja milik Lilis sangat terasa, membuat hasrat Bryan semakin menjadi-jadi.
"Ahh!" Bryan mendes-ah ketika merasakan jantannya sedang diurut-urut oleh miliknya Lilis dan jepitannya sungguh membuatnya gila.
"Udah enakan, Lis?" tanya Bryan dengan lembut, sebenarnya dia sudah tak sabar ingin segera melakukan genjotan pada tubuhnya Lilis.
Lilis tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, dia memeluk erat punggung Bryan, kemudian menautkan bibirnya dengan pria itu. Kemudian dia menjawab pertanyaan dari Bryan. "Iya, enak banget, Juan."
Bryan tersenyum lega, dia segera memom-pa tubuh Lilis, merasakan gila ketika dia merasakan gesekan lembut di dalam sana, rasanya benar-benar melayang seakan terbang ke angkasa.
Malam ini Bryan sangat brutal, dia menghajar Lilis tanpa ampun, menghujamkan batangnya semakin dalam dan terus menggerakkan pinggulnya dengan sedikit kasar.
"Oh...oh..."
Semakin lama Bryan bergerak di atas tubuhnya Lilis, rasa nikmat itu semakin menjadi-jadi. Membuat Lilis seperti dibawa terbang tinggi ke atas awan. Kenikmatannya ntam bisa diungkapkan dalam sebuah untaian kata.
"Ahhh... Juan!" Bahkan suara rintihan kini telah berganti menjadi suara des@han. Lilis sungguh sangat menikmati hentakan demi hentakan yang Bryan lakukan di bawah perutnya.
Bryan begitu kuat memompa tubuh Lilis, dia bergerak semakin cepat sambil melahap buah dadanya Lilis, tak ingin dia anggurkan.
"Ahhh...emmmhh...Juan...ahhh."
Setelah sekian lamanya mereka bercinta, akhirnya mereka telah sampai menuju puncak kenikmatannya.
"Ahhhh..." Keduanya mengarang merasakan kenikmatan yang luar biasa, membuat Bryan menyemburkan benih cintanya ke dalam dinding rahim Lilis.
[Tuan telah berhasil menambah kekuatan, sehingga kekuatan Tuan kini telah mencapai 60. Untuk itu Tuan mendapatkan bonus keterampilan kekebalan tubuh, secara permanen.]
[Sistem mengupgrade data pemilik sistem.]
[Nama: Bryan Juan Pratama
Usia: 27 tahun
Tinggi Badan: 180 cm
Berat Badan: 72 kg
Ketampanan: 105
Pesona: 95
Kekuatan: 60
Kemampuan: Berlari cepat (permanen), tahan api (permanen), kekebalan tubuh (permanen)
Dana: 21.667.500.000
Level: 3]
Bryan membiarkan Lilis beristirahat sebentar, agar rasa perihnya sedikit menghilang, karena dia akan menggempur Lilis kembali, ingin melewati malam yang panjang dengan wanita itu, sampai pagi.
Bryan pria normal, tidak mungkin jika dia tidak berhasrat kepada para tergetnya, apalagi yang mereka lakukan suka sama suka, dan targetnya pada cantik semua. Oh sungguh indahnya kehidupannya Bryan.
...****************...
Hari ini adalah hari keempat Bryan berada di kampung M, sekarang tinggal tersisa 14 hari lagi untuk menaklukkan dua targetnya lagi. Entah siapa kedua targetnya itu, yang pasti Bryan selalu menantikan mereka.
Sebelum Bryan pergi, Bryan ingin memberikan sejumlah uang kepada Lilis, dia ingin Lilis melanjutkan kuliahnya dan memberikan uang untuk modal usaha yang akan dijalankan oleh ayahnya.
Saat ini mereka sedang berada di sebuah rumah yang telah Bryan kontrak, Bryan berpamitan kepada Lilis, karena dia harus pergi meninggalkan desa ini.
"Ya ampun, Juan untuk apa uang sebanyak ini?" Tangan Lilis bergetar ketika melihat nominal uang yang telah di transfer pada Lilis sebanyak 1 milyar. Sehingga uangnya Bryan kini tersisa 20.667.500.000 lagi.
"Gunakan uang itu untuk melanjutkan kuliah kamu Lis, bukannya kamu ingin menjadi dokter?"
Lilis nampak terkejut, mengapa Bryan bisa tahu bahwa Lilis memiliki cita-cita menjadi seorang dokter dan tahu bahwa Lilis sudah tak melanjutkan kuliahnya. "Kok kamu bisa tahu aku berhenti kuliah?"
Siapa lagi kalau bukan sistem sebagai tersangkanya.
Bryan tersenyum, dia mengusap dengan lembut rambutnya Lilis, "Tidak usah kamu pikirkan. Yang penting sekarang kamu lanjutkan kuliah kamu dan gunakan juga uang dariku untuk membuka usaha disini."
Lilis ingin membuka sebuah tempat usaha penggilingan padi dan juga membuka usaha sewa traktor, yang pasti modalnya cukup besar.
Sebenarnya Lilis sangat penasaran, mengapa Bryan harus menyamar menjadi tukang ojek online, padahal dia memiliki banyak uang. Tapi Lilis tidak akan bertanya kepada Bryan karena tidak ingin membuat Bryan tidak nyaman. Yang pasti dia akan tutup mulut dalam hal ini.
Lilis memeluk Bryan, "Makasih ya, Juan."
"Iya sama-sama, aku harap setelah kamu sukses nanti, tetap berbuat baik kepada masyarakat di desa ini." Bryan memberikan sebuah nasihat kepada Lilis.
"Iya, Juan." Lilis menganggukan kepalanya. "Hati-hati di jalan ya, sebenarnya aku sedih berpisah dengan kamu, tapi semoga kita bisa bertemu lagi."
"Iya, Lis. Makasih ya." Bryan mempererat pelukannya, dia pun sama, berharap bisa bertemu lagi dengan Lilis di lain waktu.
"Boleh aku melakukannya sekali lagi?" tanya Bryan, sambil mengecup bibir Lilis. Dia meminta izin pada Lilis untuk bercinta dengannya lagi.
Lilis dengan malu-malu menganggukkan kepalanya, dia juga sangat merindukan sang benda pusaka itu.
Bryan pun menggendong Lilis, membawanya masuk ke dalam kamar, melempar Lilis ke kasur dan melucuti pakaiannya dan pakainnya juga, lalu langsung melakukan penyatuan, sehingga batangnya masuk memenuhi miliknya Lilis.
Tadinya hanya janji satu kali, tapi Bryan malah melakukannya berkali-kali, sampai Lilis tidak bisa jalan. Bryan terus menggarapnya sampai puas.
...****************...
Di sebuah pulau terpencil dan sangat sulit sekali terekspos oleh media, disana ditempati oleh sejumlah masyarakat yang masih mempercayai akan mitos leluhurnya.
Setiap tahun mereka harus mengorbankan seorang gadis sebagai tumbal demi kemakmuran pulau tersebut.
Seperti saat ini, ada seorang gadis yang akan segera dijadikan tumbal dua hari lagi, sehingga gadis itu dikurung di sebuah gudang oleh anak buahnya sesepuh disana.
"Tolong lepaskan aku! Aku mohon." Gadis itu pun menangis, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa, karena tidak akan ada yang menolongnya. Bahkan gadis itu telah memakai pakaian pengantin adat di pulau itu, dia akan dipenggal kepalanya dengan mengenakan pakaian tersebut, untuk dihidangkan kepada penunggu di pulau tersebut.
Bahkan keluarganya pun juga sama, memilih berpasrah, demi kemakmuran pulau tersebut.
...****************...
...Selamat ulang tahun kak Nuning Ara. Semoga panjang umur, sukses selalu, dan selalu ada dalam lindungan Tuhan, serta apa yang diimpikan semoga tercapai 🙏...
...Untuk merayakannya mari kita makan bersama ditempat masing-masing hehe sambil bersulang es batu. 🥃🥃...