
"Tidak, lebih baik kamu tunggu disini!" Bryan melarang Angel yang ingin ikut menyerang anak buahnya Jordan. Dia tidak ingin Angel berada dalam bahaya.
Target memang harus dalam keadaan aman, jika target terluka, Bryan juga yang akan rugi. Akan tetapi dia juga sebenarnya memang mengkhawatirkan keadaan Angel, peduli pada wanita itu, walaupun sering berbuat kasar padanya.
Namun, Angel adalah seorang wanita yang keras kepala, dia tidak akan mendengarkan apa yang Bryan katakan, sehingga wanita tersebut segera membuka helmnya, dia mengaitkan helm tersebut ke stang motor. Sementara Bryan masih memakai helm hitamnya, dia tidak boleh ketahuan oleh Jordan bahwa sebenarnya dia masih hidup, karena sistem melarang identitas Bryan terbongkar selama Bryan masih belum menjadi manusia seutuhnya.
[Ingat Tuan, sesuai persyaratan dari awal. Indentitas Tuan tidak boleh terbongkar selama Tuan belum bisa menjadi manusia seutuhnya. Jika seandainya ada satu orang saja yang tahu Tuan adalah Bryan seorang pengusaha dari Pratama Group, maka semua misi yang sudah Tuan lakukan akan sia-sia, Tuan tidak akan bisa hidup lagi.]
Bryan menghela nafas, tentu saja dia tidak melupakan akan persyaratan tersebut, karena itu dia tidak akan melepaskan helmnya selama bertarung dengan Jordan.
Kekuatan menghentikan waktu hanya berlaku satu kali dalam satu hari, karena itu Bryan tidak bisa menggunakannya lagi untuk hari ini, karena tadi pagi dia telah menggunakan kekuatan tersebut, entah bagaimana caranya dia menolong orang-orang yang terluka parah di sekitar jalan raya sana. Bahkan banyak mobil yang sudah tak terbentuk lagi, tentu saja banyak mayat bertebaran di area sana.
Tak dapat dibayangkan bagaimana hebatnya kekuatan Jordan sampai bisa memporak-porandakan wilayah yang ada di kota A tersebut.
Bryan segera menelepon Rojak.
"Hallo, Tuan." ucap Rojak ketika mengangkat panggilan telepon dari Bryan. Saat ini Rojak dan semua anggota Genk Nightmare yang lainnya sedang dalam perjalanan menuju kota A untuk kembali ke markas.
"Datanglah ke area pusat perbelanjaan di kota A, disini Genk Tengkorak sedang melakukan kerusuhan, kita harus menolong para korban!" Titah Bryan dengan nada tegas.
"Baik, Tuan. Kebetulan kami akan segera tiba disana." ucap Rojak.
"Baiklah, aku tunggu kedatangan kalian!"
Klik!
Setelah mematikan telepon, Bryan baru menyadari bahwa Angel tidak ada di dekatnya.
"Kemana wanita itu?" gumam Bryan sambil mencari keberadaan Angel.
Rupanya wanita tersebut sedang berusaha membantu satu orang anak yang sedang terhimpit di dalam mobil.
Di balik sifatnya Angel yang keras kepala, ternyata wanita tersebut memiliki hati yang lembut. Akhirnya Angel telah berhasil menyelamatkan anak tersebut, lalu mengembalikannya ke orang tuanya yang sedang menangis mengkhawatirkan kondisi sang anak.
"Terimakasih sudah menyelamatkan anak saya." ucap sang ibu dari anak yang diselamatkan oleh Angel.
"Iya sama-sama, Tante." jawab Angel sambil tersenyum.
Bryan bergumam, "Wah dia bisa tersenyum seperti itu kepada orang lain, tapi padaku tidak bisa, selalu berlaku kasar."
"Tolong!"
"Tolong!"
"Tolong!"
Bryan mendengar suara orang-orang yang meminta pertolongan, rupanya suara tersebut berasal dari sebuah kafe yang bangunannya telah roboh, sampai kening Bryan berkerut, begitu kuatnya kekuatan Jordan sehingga bisa membuat bangunan yang megah tersebut roboh dan hancur.
Sistem pun memberitahukan informasi penting kepada Bryan.
[Di dalam sana ada dua belas orang yang terjebak di dalam reruntuhan bangunan, Tuan.]
Bryan berlari dengan cepat ke area kafe yang telah roboh tersebut, dengan bantuan dari sistem dia bisa mendeteksi dimana saja letak orang-orang yang tertimbun di bawah puing bangunan.
"Arrrgghh!" Bryan mengerahkan kekuatannya untuk bisa mengangkat puing-puing bangunan yang ada disana, sehingga bisa membawa beberapa korban yang ada disana dengan begitu cepat, membawa mereka ke tempat yang aman satu persatu.
"Terimakasih sudah menyelamatkan kami." lirih salah satu dari korban yang sudah Bryan tolong.
Beberapa orang menatap takjub ketika menyaksikan kehebatan Bryan yang wajahnya ditutupi oleh sebuah helm berwarna hitam itu, mereka berseru, "Akhirnya pahlawan kita datang!"
Zdor...
Zdor...
Zdor...
Angel terlihat sedang menembak beberapa anggota Tengkorak yang sedang menyiksa orang-orang yang ada disana, sehingga kini para anggota Tengkorak berbalik untuk menyerang Angel.
Akan tetapi dengan cepat, Bryan sudah berada di depan Angel, dia memberikan pukulan luar biasa kepada empat anggota Tengkorak yang akan menyerang Angel.
Bugh...
Bugh...
Bugh...
Bugh...
Pukulan tersebut membuat mereka terpental cukup jauh.
Angel nampak menganga melihatnya, ternyata pria berhelm hitam yang dianggap pahlawan oleh para masyarakat itu adalah pria yang sudah menolongnya.
"Arrrgghh!" Mereka berempat merintih kesakitan.
'Jadi ternyata dia adalah pria yang yang dijuluki Ksatria Berhelm Hitam itu?' gumam hati Angel.
Dan akhirnya anggota Nightmare telah tiba di lokasi, Rojak segera memberikan komando kepada anggota Nightmare lainnya. "Seraaang!"
Sehingga terjadi pertempuran hebat diantara kedua kubu, masing-masing membawa membawa senjata tajam.
Di atas rooftop sebuah gedung tinggi yang ada disana, Jordan sedang mendengus kesal, ternyata selama Angel menghilang rupanya dia sedang bersama pria berhelm hitam yang dia pun tak tahu siapa sebetulnya pria tersebut.
"Ada hubungan apa diantara mereka berdua?" Jordan tersebut mengepalkan tangannya.
Jordan akhirnya telah menyaksikan sendiri kehebatan pria berhelm hitam tersebut walaupun dari kejauhan, tapi dia rasa kekuatannya tak akan mampu mengalahkannya.
"Aku rasa sangat mudah sekali untuk mengalahkannya, dia bukanlah lawan yang kuat." gumam Jordan sambil tersenyum miring.
Jordan terkejut begitu melihat ke bawah, pria berhelm hitam itu sangat cepat sekali menghilang, sehingga dia tidak tahu dimana keberadaannya. "Dimana pria berhelm hitam itu? Kenapa cepat sekali menghilangnya?"
Jordan mendengar suara langkah seseorang di belakangnya, Jordan segera membalikkan badannya, dia terkejut begitu melihat ternyata pria berhelm hitam tersebut kini berada di hadapannya.
Bryan mengepalkan tangannya, akhirnya dia bisa bertemu kembali dengan musuh yang sebenarnya. Seorang pria yang sudah dia anggap sebagai kakak kandungnya sendiri, tapi dengan teganya dia membunuh ayahnya dan juga dirinya.
...****************...
...Terimakasih atas dukungannya terhadap novel saya, Alhamdulillah novel Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al) mendapatkan juara ke 2 di event YAWS 10 - Kategori Pria....
...Semoga novel ini juga menyusul hehe 🙏...