Sang Penakluk Wanita (System Playboy)

Sang Penakluk Wanita (System Playboy)
Bab 38


Bryan menjentikkan jarinya ketika mendengar suara tembakan begitu keras dia area markasnya Deden, sehingga waktu pun kini telah berhenti.


Semua pergerakan manusia, hewan, dan angin pun ikut berhenti, termasuk peluru yang sedang bergerak bebas di udara, berhenti seakan terbang mematung di udara.


Kekuatan menghentikan waktu memang belum permanen, jika Bryan ingin mendapatkan kekuatan menghentikan waktu secara permanen, dia harus mendapatkan kekuatan minimal mencapai 100.


Dan kekuatan menghentikan waktu hanya berlaku 30 menit, Bryan rela kehilangan uang 40 juta untuk mendapatkan kekuatan tersebut, sehingga dananya kini telah tersisa 11.607.500.000 lagi.


Bryan berjalan ke arah mereka, dia membawa sepuluh peluru yang hampir saja menembus kulit kepala Pak Diman dan para petani lainnya, membuangnya secara ngasal ke tanah.


Kemudian dia dengan menggunakan lari cepatnya, membawa semua senjata tajam maupun pistol yang digunakan oleh anak buahnya Deden.


Namun, Bryan terkejut ketika dia mendengar suara tawa seorang pria, rupanya ada satu orang yang tidak mempan dengan kekuatan menghentikan waktu yang diciptakan oleh sistem.


"Hahaha... jadi kamu lah yang dijuluki ksatria berhelm hitam itu, Juan?" Rupanya Deden telah mengetahui akan berita viral tersebut.


Bryan segera membalikkan badan, dia melihat Deden yang sedang menatap tajam ke arahnya. Pandangan pria itu sungguh mengerikan.


Hal tersebut membuat Bryan terkejut, dia segera bertanya kepada sistem dengan pelan. "Sistem, mengapa dia tidak mempan dengan kekuatan menghentikan waktu?"


Sistem pun menjawab pertanyaan dari Bryan.


[Sistem mendeteksi musuh memiliki ilmu hitam, Tuan. Tubuh Deden telah di kuasai oleh iblis jahat, sehingga membuat semua orang takut kepadanya, karena tak ada manusia biasa yang bisa mengalahkannya.]


Kini Bryan bisa melihat dengan jelas bagaimana tatapan tajamnya Deden dengan matanya yang memerah, nafas pria itu begitu berat, menggeram seperti binatang buas.


Waktu mengentikan waktu tersisa 15 menit, Bryan harus mengalahkan Deden selama kekuatan menghentikan waktu masih berlaku, karena anak buahnya Deden jumlahnya cukup banyak, dia akan kesulitan mengalahkan mereka.


Deden terlihat seperti orang kerasukan setan, dia telah memperlihatkan bagaimana ilmu hitam itu menguasai tubuhnya, Deden berlari dengan cepat, dia menyerang Bryan, memberikan pukulan keras ke dadanya Bryan.


Bugh...


Pukulan yang dilakukan oleh Deden kepada Bryan cukup menyakitkan, membuat Bryan menggeram merasakan dadanya sesak. Rasanya tubuhnya mendadak lemas dan hampir saja tubuhnya mau tumbang. "Arrghh!"


Tapi Bryan tak boleh menyerah, dia harus bisa mengalahkan Deden, kalau bisa orang seperti Deden harus musnah di muka bumi ini, dia hanyalah sampah masyarakat. Dua harus membebaskan masyarakat dari preman jahat seperti Deden dan para anteknya.


"Sistem, aku ingin menggunakan pukulan luar biasa." pinta Bryan. Dia rasa sangat membutuhkan kekuatan seperti itu.


[Baik, Tuan. Dana 40.000.000 dikurangi secara otomatis untuk membeli keterampilan pukulan luar biasa. Akan menjadi permanen jika kekuatan Tuan telah mencapai minimal 80.]


[Sehingga dana Tuan tersisa 11.567.500.000 lagi.]


[Keterampilan pukulan pada biasa berlaku dimulai dari 30 menit dari sekarang.]


[Sistem telah memproses pukulan luar biasa jam di tubuh Tuan.]


[0%... 5%... 10%... 35%... 54%... 78%...85%....100%.]


Bryan menahan pukulan keras yang akan dilayangkan oleh Deden lagi padanya, sehingga dia menggunakan kekuatan pukulan luar biasanya dia arahkan pada dada Deden.


Brukk...


"Arrrgghh!" Bryan merasakan tubuhnya seakan mau remuk. Deden sungguh sangat kuat sekali.


Waktu mengentikan waktu tersisa 7 menit lagi.


Bryan segera bangkit, dia tak boleh menyerah, harus bisa mengalahkan Deden.


Mereka berkelahi cukup sengit dengan masing-masing kekuatan yang mereka miliki, Deden membantingkan tubuh Bryan ke tempat penangkaran buaya, disana terdapat sebuah kolam besar yang cukup tinggi, tempat para buaya di pelihara oleh Deden.


Bahkan Deden sengaja melempar tubuh orang-orang yang berusaha memberontaknya ke kolam sana, untuk dijadikan santapan para buaya.


Deden dan Bryan berkelahi di tepi kolam tersebut, jika terpeleset sedikit saja, maka mereka harus ikhlas menjadi santapan puluhan buaya di dalam kolam sana, walaupun saat ini para buaya masih mematung, tapi waktu mengentikan waktu akan segera berakhir.


Kekuatan menghentikan waktu tersisa 3 menit lagi. Waktu yang sangat mepet sekali.


Bryan menahan tangan Deden yang berusaha untuk memukulnya, disertai dengan dorongan agar Bryan terjatuh kesana.


Tapi Bryan dengan sigap menendang kaki Deden, lalu melayangkan pukulan luar biasanya sebanyak tiga kali.


Bugh...


Bugh...


Bugh...


Membuat tubuh Deden terpental cukup jauh, tubuhnya jatuh ke dalam kolam yang isinya terdapat mungkin sebanyak kurang lebih 30 ekor buaya peliharaannya.


Dan dengan kekuatan sistem para buaya mulai bergerak, mereka secara brutal berlarian untuk menyerang Deden.


"Arrrgghh! Jangan mendekat! Aku bukan makanan!" Deden sangat ketakutan melihat ada banyak buaya berlarian berlomba-lomba untuk mendapatkan jatah sarapan paginya.


Deden sengaja memelihara buaya yang pasti untuk urusan bisnis.


Bryan membiarkannya, agar Deden tahu bagaimana rasa sakit yang dirasakan para korban yang dia lempar hidup-hidup ke kolam sana.


Dan kini kekuatan menghentikan waktu telah tersisa 1 menit lagi , Bryan segera berlari untuk menyelamatkan para petani.


Sementara dibawah kolam sana, terdengar suara jeritan Deden yang telah menjadi santapan puluhan buaya tersebut secara berebutan.


"Arrrgghh!"


"Arrrgghh!"


Tubuh Deden telah tercabik-cabik, diperebutkan oleh banyak buaya yang kelaparan. Dia menggeram penuh rasa kesakitan.


Akhirnya Deden telah menjadi santapan hewan peliharaannya sendiri. Buaya-buaya yang ada disana memakan Deden sampai habis tak tersisa sedikit pun.