
Besoknya...
Devina pun tak mau ketinggalan, dia sengaja datang ke kota A untuk bertemu dengan Bryan dan ketiga wanita lainnya. Karena Bryan sengaja mengundang Devina, dia ingin bersikap adil kepada keempat wanitanya.
Karena target terakhir belum ada hilalnya juga, sehingga Bryan memilih untuk memberikan waktu satu hari untuk keempat wanitanya, mereka liburan bersama di sebuah puncak, disana mereka menyewa vila yang besar dengan kapasitas 5 kamar, karena Bryan tidak mungkin menjamah mereka satu persatu dalam satu hari. Bersama satu wanita saja harus melakukannya berkali-kali dan sangat lama dan dalam berbagai macam gaya, membutuhkan waktu berjam-jam, apalagi kalau empat orang, bisa-bisa dia kena encok.
Bisa saja dia sanggup melakukannya kepada dua wanita, tapi dia ingin bersikap adil kepada mereka semua, biar si joni berpuasa dulu, dan biarkan mereka berempat semakin dekat. Malahan mereka memang terlihat begitu asyik saling bercengkrama, entah apa yang mereka bicarakan, Bryan tak tahu, karena wanita memang selalu memiliki bahan pembicaraan disetiap harinya. Itulah hebatnya wanita.
Hari ini keempat wanitanya sedang memasak bersama di dapur yang ada di vila tersebut, tentu saja mereka memasak makanan kesukaan seorang pria tampan yang mereka cintai. Mereka memang bukan tipe wanita yang manja, yang pasti mereka sangat ahli dalam urusan dapur, kasur, dan sumur, membuat Bryan merasa pria yang paling beruntung di dunia ini karena mendapatkan wanita-wanita hebat seperti mereka.
Dulu dia pernah membaca novel karya author DF_14 tentang sistem, judul novelnya Terlalu Tampan, dia pikir kisah tersebut hanya terjadi di dunia novel saja, akan tetapi kini terjadi kepadanya juga. Rasanya seakan dia yang menjadi tokoh utama di dalam novel tersebut. Bedanya di novel tersebut tokoh Dave memiliki istri tujuh orang, sungguh luar biasa karakter di tokoh tersebut.
Sementara Bryan, dia sedang membeli sebuah perhiasan di sebuah Mall yang tak jauh dari villa, dia ingin membelikan gelang yang sama untuk mereka. Biar adil Bryan membeli lima buah gelang, dengan harga 200 juta persatu gelangnya, sehingga total semuanya 1 miliyar. Bukan hanya itu dia juga sudah mentransfer kepada Rachel, Lilis, dan Luna masing-masing 3 miliyar, karena Devina sudah mendapatkan transferan yang besar sebelumnya ketika dia dan Devina masih berada di pulau P.
Sehingga dananya kini tersisa 307.900.000.000 lagi, termasuk biaya liburan mereka. Dan Dave sama sekali tidak keberatan akan hal tersebut, dia senang bisa memanjakan para wanitanya.
"Aku datang!" ucap Bryan, ketika dia kembali ke vila, dia sambut dengan senang hati oleh keempat wanitanya yang begitu cantik dan penampilan mereka sungguh sangat menarik, juga menggoda.
"Kami sudah memasak untukmu." ucap keempat wanita tersebut hampir bersamaan.
Bryan tersenyum lebar menatap mereka bertempat satu persatu, "Aku punya hadiah untuk kalian."
Bryan memberikan sebuah paper bag kecil satu persatu kepada mereka, hal tersebut membuat mereka kegirangan, sehingga Bryan mendapatkan 4 ciuman mendarat di pipi kanan dan pipi kirinya, sehingga pipinya dipenuhi dengan warna lipstik yang berbeda.
Emuach...
Emuach...
Emuach...
Emuach...
"Makasih ya, Juan." Mereka sangat senang mendapatkan hadiah dari Bryan.
"Iya sama-sama, aku senang kalau kalian menyukai hadiah dariku." jawab Bryan dengan begitu sumringah.
[Karena Tuan berhasil membuat para wanita bahagia, sistem akan memberikan bonus besar kepada Tuan, yaitu dana Tuan dikalikan dengan kekuatan yang tuan miliki.]
[Dana Tuan kini menjadi 24.632.000.000.000.]
Bryan tercengang mendengarnya, dia segera pergi ke halaman belakang agar bisa berbicara dengan bebas bersama sistem. "Ini serius?"
[Tentu saja, Tuan. Menjadi seorang penakluk wanita memang harus bisa membuat wanita bahagia.]
[Sistem mengupgrade data pemilik sistem.]
[Nama: Bryan Juan Pratama
Usia: 27 tahun
Tinggi Badan: 180 cm
Berat Badan: 72 kg
Ketampanan: 120
Pesona: 115
Kemampuan: Berlari cepat (permanen), tahan api (permanen), kekebalan tubuh (permanen), pukulan luar biasa (permanen)
Pil Penyembuh Luka: 10
Senjata: Pedang ultra
Dana: 24.632.000.000.000
Level: 4]
[Selain itu, Tuan juga akan mendapatkan 45 anak buah yang akan setia pada Tuan.]
Bryan mengerutkan keningnya, "Empat puluh lima anak buah?"
Bryan terkejut ketika melihat ada 45 orang pria berbadan kekar datang ke vila tersebut, mereka semua bersimpuh dihadapan Bryan. Ternyata mereka adalah anak buahnya Jerome, pasukan Genk Nightmare. Dulu dia dan mereka pernah terlibat perkelahian waktu Bryan menolong Luna.
Seorang pria bernama Rozak, dia adalah ketua team dari mereka semua, menjadi juru bicara. "Semenjak Tuan Jerome di penjara dan akan mendapatkan hukuman mati. Kami sudah tidak memiliki bos lagi, karena itu tolong angkat kami menjadi muridmu, Tuan. Kami akan menjadi anak buah yang setia kepada anda, Tuan Juan."
(Scene Jerome ditangkap polisi ada pada novel Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al) pada bab terakhir).
Bryan tak paham, mengapa mereka tiba-tiba ingin menjadi muridnya.
Rozak berkata kembali, "Semalam kami semua bermimpi yang sama, kami melihat Tuan membuka helm hitam yang sering Tuan gunakan untuk menolong orang, ternyata Tuan adalah Ksatria Berhelm Hitam itu."
Bryan yakin mimpi tersebut pasti ulahnya sistem, mungkin karena sistem ingin menjadikan mereka sebagai anak buahnya Bryan.
"Kami akan tutup mulut akan hal itu, kami siap mati jika seandainya kami berkhianat." ucap mereka semua hampir bersamaan.
Sementara Rachel, Luna, Lilis dan Devina, mereka berempat menatap takjub memperhatikan ke luar vila sana, terlihat begitu gagahnya Bryan di mata mereka, sekarang Bryan telah menjadi bos mafia. Walaupun mereka percaya, Bryan akan menggunakan kekuasaannya untuk kebaikan, dan menumpas kejahatan.
"Dia sangat keren." gumam Rachel.
"Dia juga gagah." gumam Luna.
"Apalagi wajahnya, sangat tampan sekali." gumam Lilis.
"Dan pastinya dia juga sangat hot." gumam Devina dengan polosnya.
Keempat wanita tersebut sangat akrab sekali, dan sudah merasa seperti saudara sendiri. Mereka pun sangat penasaran dengan satu wanita lagi yang belum Bryan kenalkan kepada mereka.
...****************...
...Promosi Novel...
Alvaro rela mengorbankan mimpinya untuk menjadi seorang polisi demi sang istri. Dia bekerja keras di siang dan malam untuk bisa membiayai kuliah sang istri, sehingga akhirnya sang istri diterima bekerja sebagai manager di sebuah perusahaan raksasa.
Suatu hari, istrinya tanpa sengaja menabrak seseorang hingga orang tersebut meninggal. Alvaro rela menggantikan istrinya sehingga dia yang dipenjara, mengakui kesalahan yang sama sekali bukan dia perbuat.
Tapi dengan teganya sang istri berselingkuh dan meninggalkan Alvaro yang telah banyak berkorban untuknya.
Setelah keluar dari penjara, Alvaro bekerja menjadi seorang detektif swasta, mengandalkan kemampuannya dalam mengungkapkan banyak kasus.
Alvaro tak pernah bisa melupakan bagaimana perlakuan buruk mantannya terhadap dirinya, Alvaro berjanji akan membalas semua perbuatan mantan istri dan selingkuhannya, sehingga dia memanfaatkan adik ipar sang mantan sebagai pion rencana balas dendam.