
Ki Darta berhenti tertawa, dia terkejut ketika menyadari bahwa mereka malah mengarahkan pedang tersebut ke arahnya, bukan kepada Bryan. Mungkin mereka baru menyadari bahwa selama ini mereka telah terpengaruhi ilmu sesatnya Ki Darta.
"Bukan pemuda itu yang harus kami penggal, tapi kamu yang harus kami musnahkan, Ki Darta. Kamu sudah mengajarkan ilmu sesat kepada kami, sampai kami harus mengorbankan seorang gadis disini setiap tahun untuk dijadikan tumbal olehmu. Semua yang kamu katakan omong kosong, kamu tidak pernah membantu kami sekalipun." Kini Pak Camat yang mulai berkata, sebagai seorang pemimpin pasti dia menginginkan yang terbaik untuk semua masyarakat di pulau ini, tapi sayangnya para masyarakat lebih berpihak kepada Ki Darta.
Ki Darta sangat geram sekali, dia berlari cepat untuk mencekik leher Pak Camat yang sudah beberapa kali memberikan teguran padanya, akan tetapi tiba-tiba ada seseorang yang menghalaunya, siapa lagi kalau bukan Bryan.
Dan terdengar suara angin bertiup dengan kencang.
Ki Darta terkejut begitu menyadari bahwa dia dan Bryan tiba-tiba berada di sebuah kaki gunung, tepatnya di dekat goa Taro, tempat tinggalnya sang iblis Malphas. Rupanya sistem yang memindahkan mereka kesana, mungkin agar tidak ada korban jiwa, karena pertarungan seperti ini sangat membahayakan, hanya bisa dilakukan oleh bukan manusia biasa.
Begitu pun semua masyarakat di pulau P, mereka nampak terkejut begitu menyadari tiba-tiba Bryan dan Ki Darta menghilang.
"Lho mereka berdua kemana?"
"Mengapa mereka tiba-tiba menghilang?"
Sehingga muncul banyak pertanyaan diantara mereka semua, termasuk Devina, gadis tersebut nampak gelisah, takut terjadi sesuatu kepada Bryan.
"Kemana pria itu? Semoga dia baik-baik saja." ucapnya dengan nada pelan. Sungguh dia sangat mengkhawatirkan sosok pria yang sudah menjadi dewa penolongnya itu.
Sementara itu, di depan goa Taro, terjadi sebuah pertarungan sengit diantara Bryan dan Ki Darta, keduanya sama-sama kuat, dan sama-sama hebat.
Mereka memang memiliki kekuatan kekebalan tubuh, tapi tidak berlaku pada pedang ultra milik Bryan, dan juga pedang yang selalu digunakan oleh Ki Darta, kedua pedang tersebut sama-sama bisa melukai tubuh mereka, mungkin karena bukan pedang biasa.
Bukan hanya itu, semua kekuatan yang Bryan miliki tidak mempan untuk Ki Darta.
Bryan mengeluarkan pedang di dalam tubuhnya, sehingga muncul sebuah pedang yang bersinar berwarna biru, sementara pedang yang digunakan oleh Ki Darta memancarkan cahaya berwajah kehitaman.
Trang...
Trang...
Trang...
Sudah ratusan tahun Ki Darta terbiasa menggunakan pedangnya, sementara Bryan baru kali ini dia memegang pedang, tentu saja Ki Darta lebih unggul, sehingga dia berhasil melukai Bryan.
Sret...
Sret...
"Arrrgghh!" Bukan hanya terasa perih, tapi luka yang ada ditubuh Bryan terasa panas seakan pedang milik Ki Darta tersebut terbuat dari api.
"Hahaha... di dunia ini tidak akan ada yang bisa mengalahkan aku. Inilah balasan untukmu karena sudah berani mengusik hidupku." Ki Darta tertawa puas, kemudian dia menghunuskan pedangnya ke arah Dada Bryan. Dia harus segera melenyapkan seorang pemuda yang telah berani mempengaruhi masyarakat disini, dia harus bisa mendapatkan kepercayaan para masyarakat kembali.
Namun, sistem telah menyembuhkan luka sayatan di lengan dan punggungnya Bryan, dengan dua pil penyembuh luka yang dimiliki oleh Bryan, membuat semua luka itu hilang seketika. Rasa sakit itu pun telah hilang.
Bryan segera berdiri, dia menangkis pedang tersebut dengan pedang ultra miliknya dengan sangat cepat.
Trang...
Sehingga pedang milik Ki Darta terlepas dari tangannya, hal tersebut membuatnya Ki Darta terkejut, "Sialan!"
Ki Darta berlari, dia ingin memberikan pukulan kepada Bryan sambil mulutnya komat kamit, entah ajian apa yang dibacakan oleh Ki Darta. Yang pasti Ki Darta membaca mantra untuk bisa memusnahkan Bryan.
Bugh...
Tapi Bryan yang cepat memberikan pukulan luar biasa kepada Ki Darta, tepat di bagian dadanya.
"Arrrgghh!" Tubuh Ki Darta terlempar cukup jauh.
Wushhh...
Bryan telah membeli pukulan luar biasa melalui hatinya kepada sistem, sehingga dananya terpotong 100 juta. Dia memang belum memiliki kekuatan tersebut secara permanen, kekuatannya harus mencapai 80 dulu. Sehingga dananya tersisa 8.260.000.000 lagi.
Ki Darta segera bangkit dengan susah payah, dia meraih pedang miliknya yang tergeletak di atas tanah.
Namun, tiba-tiba muncul iblis Malphas, dia mencekik leher Ki Darta, mengangkat tubuhnya ke atas, membuat kaki Ki Darta meronta-ronta karena hampir kehilangan nafas.
Hhkkkkkk....
"Ternyata kamu sangat lemah, Darta. Aku tidak membutuhkanmu lagi, karena kamu gagal memberikan tumbal kepadaku." suara iblis Malphas menggema di wilayah sana.
"Aku akan mencari penggantimu, yang pasti lebih kuat dan lebih berguna dari pada kamu." ucap iblis Malphas kembali. Dia begitu murka melihat kekalahan Ki Darta dalam menghadapi Bryan.
Iblis Malphas menyerap seluruh energi yang ada di tubuh Ki Darta, sehingga Ki Darta menggeram kesakitan, seluruh tubuhnya seakan telah dibakar secara hidup-hidup. "Arrrgghh.... Arrrgghh!"
Seketika tubuh Ki Darta berubah menjadi abu, jatuh bertebaran ke tanah. Kemudian iblis Malphas menatap tajam ke arah Bryan, dia tertawa, "Sekarang giliran kau yang harus aku lenyapkan, wahai pemuda."