
"A-apa kamu mau masuk?" tanya Devina kepada Bryan, setelah gadis tersebut membuka pintu rumahnya. Memberikan tawaran kepada Bryan untuk masuk ke dalam rumahnya.
Hal tersebut membuat Bryan tersenyum simpul, selama hampir tiga minggu menjadi seorang penakluk wanita, akhirnya dia bisa sedikit memahami pikiran wanita tanpa harus bersusah payah membeli kamus tentang wanita kepada sistem.
Bryan tahu bahwa gadis tersebut sama seperti dirinya, menginginkan menghabiskan dua hari yang tersisa untuk tinggal bersama sampai waktunya tiba, sebelum Bryan harus kembali ke tempat asalnya.
Karena itulah mereka ingin menciptakan sebuah kenangan manis untuk mereka berdua, sebuah kenangan indah yang hanya mereka tahu, itu juga kalau sistem tidak mengintip. Sebenarnya Bryan juga penasaran jika dia sedang bercinta dengan target, apa yang dilakukan oleh sistem.
Suara sistem pun kini telah terdengar.
[Misi menaklukan target keempat telah berhasil.]
[Seratus persen target keempat telah luluh kepada Tuan.]
[Dana 100.000.000.000 telah terkirim secara otomatis ke akun rekening Tuan.]
[Tuan mendapatkan bonus tambahan, yaitu nilai pesona bertambah 10, nilai ketampanan bertambah 10. Selain itu Tuan juga mendapatkan pil penyembuh luka sebanyak 10.]
[Tuan telah naik level.]
[Sistem mengupgrade data pemilik sistem.]
[Nama: Bryan Juan Pratama
Usia: 27 tahun
Tinggi Badan: 180 cm
Berat Badan: 72 kg
Ketampanan: 120
Pesona: 115
Kekuatan: 80
Kemampuan: Berlari cepat (permanen), tahan api (permanen), kekebalan tubuh (permanen)
Pil Penyembuh Luka: 10
Senjata: Pedang ultra
Dana: 323.020.000.000
Bryan semakin melebarkan senyumannya ketika mendengarkan apa yang telah sistem informasikan kepadanya, akhirnya Devina telah 100 persen luluh kepadanya. Wanita itu telah terpesona kepadanya.
Tanpa menunggu lama lagi, pria itu berjalan dengan cepat, menarik pergelangan tangan Devina yang sedang berdiri di depan pintu, kemudian dia menyambar bibir gadis tersebut.
Devina nampak membulatkan matanya begitu merasakan Bryan mencium bibirnya dengan sedikit kasar, melu-mat bibirnya dengan tempo yang sangat cepat. Walaupun hatinya berdebar-debar, akan tetapi dia mencoba untuk membalas ciuman Bryan, membuka mulutnya, membiarkan lidah Bryan masuk ke dalam rongga mulutnya, menyambut lidah tersebut sehingga lidah mereka saling bertautan dan saling bertukar saliva.
Devina sudah siap dengan apa yang akan terjadi pada mereka malam ini, karena dia sendiri sudah memutuskan ingin bisa memiliki Bryan walaupun hanya dua hari, menghabiskan kebersamaan mereka selama Bryan masih berada di pulau P, sehingga dia bisa memiliki kenangan indah yang tak akan pernah dia lupakan disepanjang hidupnya bersama pria tampan tersebut.
Ciuman mereka semakin terasa panas tidak ada celah sama sekali, mereka berciuman sambil berjalan masuk ke dalam rumah, Bryan mengunci tubuhnya Devina di dinding, merapatkan tubuh mereka. Bryan membuat jarak tak ada satu centimeter pun diantara mereka.
Bryan melepaskannya ciumannya, memberikan kesempatan kepada gadis itu untuk bernafas. Kemudian dia menciumi leher Devina. Devina bergairah sampai puncak ketika merasakan Bryan menyesap lehernya, bahkan Bryan memberikan gigitan kecil di daerah sana, sehingga nampak jelas bagaimana tanda kiss-mark itu di area sana.
Devina menengadah ke atas, membuat Bryan semakin rakus menciumi lehernya, menenggelamkan kepalanya pada ceruk leher gadis cantik itu, sementara tangan Devina mere-mas rambut Bryan sambil memejamkan matanya.
Tangan Bryan mulai membuka baju yang dikenakan oleh Devina, beserta bra yang membungkus kedua buah melonnya. Bryan mere-mas bagian kirinya, sangat terasa keras, penuh, dan padat. Pasti dia lah orang yang pertama menyentuh keindahan itu.
Bryan menautkan kembali bibirnya dengan Devina, dan tangannya begitu telaten memainkan perannya untuk memberikan rema-san lembut pada buah dadanya Devina.
"Mmmhhh..." Devina melengguh kenikmatan.
Kemudian Bryan menurunkan kepalanya, dia melahap tonjolan kecil di dadanya Devina yang sudah mengeras dan berwarna merah jambu tersebut.
"Oh Juan!" Devina mere-mas rambut Bryan ketika dia merasakan kehilangan akal saat lidah Bryan sedang bergerilya dia area puncaknya, disertai dengan hisapan yang kuat, pria tersebut begitu pintar memancing hasratnya.
Bryan menggendong Devina, membawanya masuk ke dalam kamar, membaringkan tubuh Devina, kemudian dia melepaskan rok mini yang dipakai oleh Devina, membuang dengan ngasal.
Bryan semakin ingin membuat Devina menikmati permainannya malam ini, jemarinya bergerak ke bawah dan menyelinap masuk ke dalam kain berbentuk segitiga yang masih di pakai oleh Devina.
Jemarinya perlahan-lahan menulusuri kelembutan di pangkal paha, dan berhasil menyentuh sesuatu yang sangat lembut dan lembab, dia menyelipkan satu jarinya disana.
"Ahhh!" Devina kehilangan akal dibuatnya saat jemari itu mulai bergerak-gerak dibawah sana. Rasanya sungguh membuat Devina benar-benar gila.
...****************...
...Promosi Novel...
Tentang seorang pria yang tidak diperlakukan adil oleh ayahnya. Tapi dia bisa membuktikan bahwa dia bisa sukses tanpa mengandalkan kekayaan orang tua, sayangnya dia harus kembali jatuh ketika wanita yang dia cintai pergi begitu saja tanpa adanya alasan, membuat dia menjadi casanova.
Suatu hari dia mengalami nasib sial sehingga dia harus menikah dengan seorang gadis yang tak dia cintai, dan membuat dia menjadi menantu yang sama sekali tidak diharapkan oleh mertuanya, seakan memandang rendah pada profesinya sebagai seorang aktor.
Dan Morgan akan membuktikan bahwa dia adalah seorang pria yang patut dibanggakan, terlepas dengan semua masa lalunya yang kelam.