Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 99


Sebuah tempat yang mirip dengan sebuah taman,tempat yang lokasinya berada dipinggiran kota yang artinya cukup jauh dari pusat kota.Ditempat itu terdapat bukit kecil dan juga sebuah danau buatan mini,ada angsa dan itik yang berenang dipermukaan danau buatan itu.Ditepian atas bukit terbentang sebuah karpet kecil yang saat ini digunakan oleh dua orang gadis sebagai alas tanah tempat yang mereka duduki supaya pakaian yang mereka kenakan tidak kotor,oh iya kedua gadis itu terlihat masih menggunakan seragam sekolah mereka.


"Aku baru pertama kali ketempat ini dan baru tau juga ada tempat seperti ini dikota ini,tempat yang baru dibukakah?"tanya Lily kepada Yura setelah dirinya melihat lihat lingkungan sekitar sejenak.           


Yura menggelengkan kepala pelan


"Tempat ini sudah lama ada Ly.


Bahkan semenjak awal aku pindah ke kota ini dulu,tempat ini sudah ada"jawab Yura yang duduk disebelah Lily.


"Benarkah?wah,payah sekali aku sebagai seseorang yang lahir dikota ini.Tapi hanya mengetahui sedikit saja tentang kota ini"Lily bergumam pelan namun Yura masih bisa mendengar gumaman tersebut.


"Kamu tidak payah Ly.Lagi pula sebagai seseorang yang lahir dikota ini,bukan berarti kamu harus mengetahui segalanya tentang kota ini.Lagi pula bukankah sebelumnya kamu juga tinggal diluar negri selama bertahun tahun tanpa pernah pulang sekalipun kecuali saat ini"ujar Yura kepada Lily.


"Benar juga...,"Lily kembali bergumam lalu ia kini kembali menoleh kearah Yura"Lalu kenapa kamu mengajakku ke tempat ini,bukankah waktu itu kamu berjanji mengajakku pergi kesalah satu tempat favoritnya Lala?"tanya Lily kepada lawan bicaranya itu.


"Dan ini adalah tempat yang ku maksud itu Ly.Ini adalah salah satu tempat favoritnya Lala untuk menghabiskan waktu luangnya sendiri,ini tempat rahasia baginya" ujar Yura,membuat Lily secara otomatis kembali menggerakkan kepalanya memperhatikan seluruh area tempat mereka berada sekarang ini kembali.


"Kalau ini tempat rahasianya,kenapa kamu bisa mengetahui tempat ini?" tanya Lily pada Yura.


"Aku mengetahuinya karena kembaranmu pernah mengajakku kesini beberapa kali"jawab Yura sambil tersenyum.


"Kamu bilang tadi pindah ke kota ini,kamu bukan asli kota ini?"tanya Lily,ia melihat Yura menggeleng pelan.


aku memutuskan untuk ikut mama kembali ke kota kelahirannya ini"jelas Yura pada Lily.


"Perpecahan maksudmu itu divorce ?"


Lily.


"Hm ya divorce,papaku memilih untuk bersama dengan selingkuhannya...," Yura menatap Lily lalu "Mama memilih meninggalkan kota asal papaku supaya tak teringat terus hal buruk penyebab kehancuran hubungan mereka dan juga menjaga supaya mentalku tak ikut hancur bersamaan dengan hancurnya keluarga,ya meski tetap saja aku sempat mengalaminya dulu"lanjut Yura.


Lily mengamati raut wajah Yura yang selalu terlihat tenang dan damai, namun dari sorot matanya kali ini gadis itu tak bisa berbohong. Dari sorot mata gadis itu sendiri,Lily dapat melihat kesedihan dan rasa sakit disana.Lily beralih menatap kedepan bukit


"Ternyata banyak juga ya remaja seusiaku yang keluarganya agak bermasalah"komen Lily seusai mendapatkan sebuah fakta besar tentang Yura.Jujur saja Yura antara kaget dan tidak setelah mengetahui fakta tentang Yura yang satu ini,kagetnya karena Lily kira Yura ini berasal dari keluarga harmonis nan cemara.Alasan ketidak kagetannya sendiri karena beberapa kali Lily bertemu dengan orang sejenis Yura,nampak tenang diluar namun sangat kacau didalam.


"Berapa banyak totalnya yang sudah kau temui?"tanya Yura.


"Cukup banyak,jika dikumpulkan pasti bisa membentuk sebuah perkumpulan remaja kelebihan beban hidup" jawab Lily lalu terkekeh diakhir,Yura ikut terkekeh pelan.


"Nama perkumpulan yang bagus,kita harus membuat satu.Kira kira kalau perkumpulan semacam itu benar benar kita buat,ada yang daftar jadi anggota gak ya?"Yura.


"Pastinya ada,tinggal bikin pengumuman aja dimedsos.Percaya deh gak nyampe semenit pasti udah ratusan tuh yang daftar jadi anggota"Lily.