Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 73


"Awas lo muntahin!"Lily langsung memberi peringatan saat melihat ekpresi Alex yang seperti ingin memuntahkan brokoli dimulut.Jadi Alex akhirnya memaksakan diri memakan sayuran hijau berasa aneh menurutnya itu,meski harus menahan keinginannya untuk mengeluarkan brokoli itu dari dalam mulutnya.


"Wkwk,makanya jangan mintain makanan orang bro.Kesiksa lo-kan makan tuh brokoli?"ledek Erlan yang tau kalau  brokoli itu masuk dalam list sayuran yang paling dihindari oleh Alex.


"Udah habis nih brokolinya,sekarang nasi gorengnya mana"Alex membuka mulutnya sebagai bukti kalau dirinya sudah menelan habis sayuran hijau itu.


Setelah memastikan,Xavera menyendok nasi goreng dari kotak bekalnya dan mengarahkan sendok yang telah berisi nasi goreng itu kearah mulut Alex yang terbuka namun arah sendok itu langsung berubah dan hap nyam... nyam..nyam...Lily melahap nasi goreng itu sendiri.


"Kok.."


"Suap sendiri,situ punya tangan.Nih"


Lily menyerahkan garpu disalah satu tangannya kepada Alex kemudian lanjut menikmati nasi goreng bekalnya.Alex mencebik kesal merasa dikibuli oleh cewek disebelahnya ini,ia menerima garpu itu dan menyuap sendiri nasi goreng dari bekal Lily dengan garpu itu.


Tak butuh lama untuk membuat isi kotak bekal yang dibawa Lily habis tak bersisa.Lily meletakkan sendoknya dan meraih tumbler miliknya lalu meneguk jus buah didalam tumbler itu untuk mengilangkan rasa hausnya,Alex sendiri memilih meminta susu kotak diatas meja Jessi untuk minumnya.


"Kenyang.Enak Ly,besok bawa lagi ya biar gue bisa minta lagi.Kalau bisa bawain gue seporsi aja sekalian"ujar Alex kepada Lily.


"Dih enak banget lo request request,


lo bawa bekal sendiri aja.Kasian bik Nur"saut Lily.


"Yaelah Ly,dirumah gue gak ada yang bisa nyiapin bekal buat gue.Pembantu tetap dirumah gue cuma satu,lagian masakannya enak tau"ujar Alex.


"Ayolah,berbaik hati lo sama sobat lo ini ya ya ya ya"Alex membujuk Lily dengan sepenuh hati sambil menggoyang2 lengan Lily.


"Iya,tapi kalau bik Nur lagi gak repot"ujar Lily akhirnya.Males dia tuh ngeladenin rengekan orang apalagi bentukannya macem Alex begini.


Skip___


Mobil milik Lily terlihat memasuki pekarangan rumah kediaman keluarganya,mobil itu memasuki area garasi lalu berhenti sempurna disana.


Brak...


Pintu mobil ditutup dengan sedikit bertenaga oleh Lily setelah ia keluar dari dalam mobil itu.


Dengan tas sekolah disandang dipunggung,gadis itu melenggang dengan santai memasuki rumah.


Saat melewati area ruang tamu Lily menyipitkan matanya saat melihat ternyata ada tamu disana,sepasang laki laki dan perempuan yang sepertinya hampir seusia orang tuanya.


"Wah putrinya Linda sudah pulang, kamu pasti yang namanya Lily ya kembarannya Lala"Perempuan seusia mamanya Lily itu langsung beranjak dari sofa dan tanpa izin langsung memeluk Lily.Tentu saja Lily langsung reflek melepaskan pelukan itu dan mundur selangkah kebelakang,


siapa wanita itu seenaknya langsung memeluknya.


"Ma,jangan memeluknya sembarangan begitu"laki laki yang ada disofa itu langsung memberi teguran kepada wanita itu,dan dari perkataannya sepertinya mereka suami istri.


Raut wajah Lily langsung berubah tak suka,iya menetapkan dalam hatinya kalau wanita dihadapannya ini bukan dalam golongan yang akan ditanggapi dengan baik olehnya.


"Anda siapa?"tanya Lily sambil melihat kedua tamu dirumahnya itu secara bergantian,nada bicaranya terdengar tak bersahabat.


"Perkenalkan nak,kami adalah teman dari kedua orang tuamu.Nama saya Jaya dan ini istri saya Lena"laki laki yang duduk disofa itu memperkenalkan diri sambil beranjak dari tempatnya duduk.


"Kamu kenal Vero,dia satu sekolah denganmu.Vero adalah putra kami dan sekaligus kekasih dari mendiang Lala kembaranmu nak"lanjut laki laki itu terdengar ramah.


Oke,kayaknya yang satu ini masih bisa Lily sedikit ditolerir dari sikap dan cara bicaranya


"Halo om salam kenal,saya Lily kembarannya Lala"ucap Lily memperkenalkan diri dengan ramah kepada om Jaya.


"Salam kenal juga nak,kami sudah mengetahui namamu dari kedua orang tuamu"ujar om Jaya.


"Kamu pulang naik apa nak?dengan siapa?kenapa tidak pulang bersama Vero putra kami saja?Vero setiap bawa mobil selalu hati hati trus jago juga loh,pasti kamu aman"tante Lena mengerocos tanpa jeda membuat Lily menghela nafas jengah sedangkan om Jaya terlihat menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya itu.


"Ma sudahlah,jangan mengerocos terus.Kasian putrinya Haris pulang sekolah sudah mendengar cerocosan mama"om Jaya kembali menegur sang istri.


"Apa sih pa,ganggu aja.Mama lagi ngajak putrinya Linda ngomong juga.


Jadi gimana nak,kenapa gak pulang bareng sama anaknya tante tadi?"


"Saya pulang naik mobil,saya lebih suka nyetir sendiri dari pada disetirin.Bukan cuma anak anda doang yang jago nyetir,saya juga"jawab Lily.


"Gak baik dan gak seharusnya tau buat anak gadis nyetir mobil sendiri,harus ada yang nyetirin.Dan juga kok cara ngomong kamu gitu sih sama tante,tante ini dulu calon mama mertua kembaran kamu loh"ujar tante Lena yang sepertinya tidak suka dengan gaya bicara Lily padanya.


"Aturan dari mana itu anak cewek gak boleh bawa mobil?saya lebih mandiri.


Kalau tante itu calon mama mertuanya kembaran saya trus apa kaitannya dengan saya?gak ada sama sekali"jawab Lily tegas.


"Permisi"Lily sedikit menundukkan kepalanya kepada om Jaya setelah itu ia langsung melenggang pergi dari sana meninggalkan tante Lena yang sepertinya semakin kesal dan tak suka dengan cara Lily memanggapi perkataannya.


"Apa apaan anak itu,sama sekali tak mirip dengan mendiang calon menantu kita"ujar tante Linda kepada suaminya.


"Bukan salahnya ma.Mama sendiri untuk apa berbicara seperti itu kepadanya,Lily bahkan sepertinya baru mengenal dan mendengar siapa kita sekarang"ujar sang suami kepada sang istri yang terlihat kesal.


"Bukan salah mama,tapi salah gadis tak punya sopan santun itu pa.Lihat saja nanti,akan ku laporkan kepada Linda tentang tingkah anaknya barusan"ujar tante Lena menggebu gebu.


Om Jaya akhirnya hanya bisa menghela nafas saja melihat tingkah istrinya yang selalu membesar besarkan masalah yang sebenarnya tak perlu dianggap masalah juga,dan lagi pula itrinya itu juga yang suka memancing mancing datangnya masalah itu.


"Cks apa apaan orang tadi,sangat cerewet.Apa mama dan papa tak punya orang lain yang bisa dijadikan tamu apa"celetuk Lily mengeluarkan kekesalannya setelah sampai dikamarnya.Ia mendudukkan dirinya diatas tempat tidurnya.


"Sekarang gue tau dimana sifat cerewet dan pengganggu si Vero itu berasal"lanjut Lily menyeletuk.