
Lily menuruni anak tangga satu persatu,hari ini adalah hari minggu jadi gadis remaja itu sudah membuat janji dengan teman teman sekelasnya untuk pergi jalan jalan.Meski tempat tujuan belum ditentukan namun Lily tentunya setuju setuju saja untuk ikut,lagi pula menghabiskan hari liburnya dengan hanya berdiam diri dirumah bukannya refresing otak eh malah pasti akan memanaskan otak.
Itu karena dihari minggu selain dirinya libur sekolah,sudah pasti papanya juga tidak kekantor.Untuk memastikan hari ini tidak ada tungku panas diantara dirinya dan sang papa,jadi lebih baik Lily menjauh dari Zona aja.
Sesampai dilantai bawah,Lily dapat menemukan kedua orang tuanya duduk disofa.Papanya yang terlihat sedang membaca koran dan sang mama yang juga tengah membaca majalah fasion, terlihat pula segelas kopi dan teh serta sepiring cemilan diatas meja dihadapan keduanya.Lily melanjutkan langkahnya untuk menuju pintu keluar.Namun ya begitulah saat melewati area sofa,papanya bersuara.
"Mau kemana kamu?"
Lily berbalik dan menoleh kearah sang papa yang tengah menatap datar dirinya dari arah sofa
"Mau keluar,ada janji jalan sama temen sekolah"ujar Lily menjawab pertanyaan papanya.
"Hari libur bukannya diem istirahat dirumah,malah keluyuran keluar.Sana pergi!jangan bikin masalah diluar, Awas!Saya kasih hukuman kamu"ujar sang papa dengan suara yang agak meninggi seperti biasa.
"Ya"saut Lily seadanya,lagi malas ngomong panjang lebar dia tuh.
"Ada lagi,sebelum Lily pergi nih?"tanya Lily memastikan.
"Kalau ada apa apa,hubungi sepupumu"tambah sang papa.
"Kenapa gak ngubungin kalian aja?"udah nih Lily keceplosan lagi.
Papanya Lily langsung menatap Lily dengan tatapan datar lalu berkata
"Hubungi sepupumu!jangan rusak waktu saya dan keluarga saya dihari libur ini"ujar laki laki yang berstatus papanya Lily itu.
"Ya,saya hubungi Alan nanti kalau ada apa apa"ucap Lily.
Setelah mengatakan hal itu Lily langsung melenggang pergi dari sana
*Gue keluarganya apa bukan ya?*batin gadis itu.
Tuan Haris yang melihat putrinya melenggang pergi begitu saja langsung berkata
"Anak itu tidak ada sopan santunnya,
pergi tapi tak pamit.Dasar tidak menghargai orang tuanya"ujar laki laki paruh baya itu terlihat kesal.
"Sudahlah pa,untuk apa papa mempedulikan tingkah anak itu? Hal itu hanya akan membuat datah tinggi papa kambuh"ujar Nyonya Linda kepada suaminya,fokus wanita paruh baya itu masih tertuju kepada majalah fasion yang dirinya baca sejak tadi.
"Benar juga"gumam tuan Renal,kini ia kembali melanjutkan kegiatannya yang tadi yaitu membaca koran.
Disisi lain mobil milik Lily terlihat keluar dari dalam gerbang meninggalkan dan mulai melaju menjauh dari kediaman itu.Lily mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata rata aja,sembari menyetir ia mengingat ingat apakah dirinya ada melupakan sesuatu atau tidak.
"Dompet beserta isinya,kaca mata,
tas,obat,hp"gumamnya sambil menyebutkan satu persatu benda yang harus dirinya bawa.
"Oke fiks gak ada yang ketinggalan" Lily berucap sendiri setelah yakin tak ada yang tertinggal alias lupa dia bawa.
Brum...brum...brum...deru suara mesin mobil terdengar mendekati area depan markas anak anak ruang 11,itu adalah mobil milik Lily dan didepan markas sudah terlihat para kawan kawan sekelasnya menunggu dirinya.
Mobil Lily berhenti dan pemiliknya langsung keluar dari dalam sana lalu menghampiri yang lain.
"Kayaknya gue datang paling akhir nih"ujar Lily kepada teman temannya.
"Iya emang lo Ly,tapi its oke.Gue sama Jessi juga baru nyampe"Axa menyauti perkataan Lily.
Iren menatap semua wajah anak anak ruang 11 satu persatu guna memastikan lagi bahwa semua benar benar sudah berkumpul
"Oke udah kumpul semua,sebelum berangkat ada saran mau main kemana gitu?"ujar ketua kelas 12 IPS 6.
"Kita main ke mall aja yuk"Nesa memberi usulan.
"Boleh tapi abis itu kita lanjut ke tempat outdor tapi"saut Gibran.
"Berarti ke mall trus taman hiburan nih?"tanya Iren memastikan pendapat teman temannya.
"Gimana kalau habis dari mall sama taman hiburan,kita tutup hari dengan kepantai?"Erlan menambahkan ide tempat untuk menjadi tujuan mereka semua hari ini.
"Nah iya pantai,asik tuh rame rame liat sunset"ujar Abi yang setuju dengan tambahan ide yang diberikan oleh Erlan.
"Oke kalau gitu biar gue rangkum,
Pagi ini kita ke mall dulu trus lanjut siangnya kita ketaman hiburan dan sorenya kita ke pantai,setuju semua?"tanya Iren.Semua menganggukkan kepala tanda setuju dengan rangkuman rencana perjalanan mereka hari ini.
"Oke kalau gitu,ini kita berangkatnya pakai mobil masing masing atau gimana?"tanya Adam kepada yang lain.
"Gak usah semua deh bawa kendaraan,ribet entar ngaturnya.
Satu mobil lima atau enam orang aja"
ujar Abi.
"Ren,lo aja yang atur pembagian mobilnya.Biar gak ada yang protes"ujar Adam kepada Iren,Iren-pun mengangguk mengiyakan.
"Biar yang bagi,kalian dengerin,
Mobil Erlan diisi oleh Erlan,Yayat,
Aldo,Adam.Mobil Alex diisi sama Alex,Lily,Dayat,Aldo,dan Biya.Mobil Abi disi sama gue,Adam,Axa,dan Jessi.Mobil selanjutnya...."
Iren membagi semuanya menjadi Lima mobil,empat diantaranya berisi empat orang sedangkan satu mobil ada yang lima orang.Setelah urusan pembagian mobil selesai,para remaja itupun berangkat menuju ketempat tujuan pertama mereka yaitu ke salah satu mall terbesar yang ada dikota tempat tinggal mereka itu.
Dimobil Alex__
Lily duduk disebelah Alex yang tengah menyetir,dikursi belakang diisi oleh Dayat,Aldo,dan Biya dengan posisi duduk berurutan kesamping.Mereka mengisi waktu diperjalanan dengan mengobrol dan ya tentu Biya yang membuka pembicaraan.
"Gimana seminggu ini Ly,capek gak?" tanya Biya kepada Lily membuka obrolan.
"Capek apa?"Lily tak begitu paham konteks pertanyaan Biya.
"Capek gak dirusuhin sama pacarnya mendiang kembaran lo?"Biya memperjelas pertanyaannya menjadi lebih detail.
"Kalau boleh jujur sih iya capek, capek banget malahan.Heran gue sama itu orang"jawab Lily.
"Btw lo tau dari mana gue sering dirusuhin sama itu orang?"tanya Lily kepada Biya,bukan apa apa tapi dia belum cerita masalah ini ke yang lain kecuali empat orang yaitu Alex,
Jessi,Axa,dan terakhir Yura.
"Tau sendiri,gue sering liat si Vero ngerusuhin lo setiap pagi"jawab Biya.
"Emang si Vero vero itu ngerusuhin Lily kayak gimana?"tanya Dayat.
"Yang gue liat dari jauh sih,sering ngajak Lily ngobrol tiap pagi. Ditambah selalu ngasih susu kotak rasa strowbery juga"Biya menjawab pertanyaan dari Dayat.
"Wah gak bahaya tah,terus lo nanggepinnya gimana Ly?"kali ini Aldo yang bertanya dan tertuju kepada Lily.
"Nanggapin seadanya aja sih gue, awalnya pengen gue cuekin tapi gue masih ada rasa prihatin gara gara dia itu pacarnya mendiang kembaran gue"jawab Lily.
"Gue juga liat dari jauh,keliatan banget muka lo selalu badmod banget setiap dihampirin sama tuh kecoak satu.Btw susu strowbery yang si Vero kasih lo kemanain Ly?"tanya Biya.
"Palingan kalau gak dikasih ke Jessi,ya berakhir ditong sampah"Alex yang sejak tadi diam fokus menyetir tiba tiba menyaut.
"Bener Ly?"Biya memastikan Alex tak berbohong.
"Ya gitu deh"ujar Lily membenarkan.