
Anan berjalan dengan nafas memburu menuju sebuah kelas,kelas sepupunya.
Lihat saja jika ia sudah menemukan sepupu keras kepalanya itu,Anan akan langsung menjewer telinga yang sulit untuk mendengarkan perkataan orang lain itu.Jangan tanyakan kenapa cowok ini begini,ini semua bermula saat Anan menghubungi telepon rumah keluarga pamannya dengan niatan untuk menanyakan bagaimana kabar keadaan sang sepupu yang dirinya ketahui sedang sakit itu.Namun saat panggilan telepon darinya diterima dan dia menanyakan bagaimana kondisi sepupunya itu,bik Nur salah satu pengurus rumah disana malah mengatakan kalau sepupunya itu sudah masuk sekolah hari ini meski kondisinya masih belum bisa dikatakan baik.Gimana Anan tak geram kepada sepupunya itu,oleh sebab itulah saat guru sudah meninggalkan kelas karena jam istirahat,Anan langsung bergegas pergi dengan tujuan kekelas sepupunya itu.
Anan tak sendiri,ada teman teman serta kekasihnya juga yang mengikutinya dengan raut wajah heran dan penasaran masing masing dengan apa yang sedang terjadi.
"LILY GENTARI ABRAHAM"
Tanpa basa basi atau sekedar mengetuk pintu terlebih dahulu,Anan langsung menyelonong masuk kedalam ruangan kelas 12 IPA 5 dengan raut wajah memerah.Seruan Anan itu sekejap langsung membuat cowok itu menjadi pusat perhatian anggota kelas itu dalam sekejap.
Lily yang enak enakannya minum susu kotak rasa coklat favoritnya sambil memperhatikan berbagai macam tingkah para teman sekelasnya diwaktu istirahat tiba tiba langsung terganggu oleh teriakan menggelegar dari sepupunya yang berhasil membuat ritme detak jantungnya berubah karena kaget akan suara itu.Lily dengan masih dengan tampang santainya menatap sang sepupu yang mendekat menghampiri mejanya,dari raut wajahnya sih sudah jelas Anan tengah kesal kepadanya.
"Gak sopan langsung nyelonong masuk kelas orang trus pake pake teriak lagi"ujar Lily sesaat setelah sepupunya itu tiba didekat mejanya.
Anan tak menggubris perkataan Lily barusan,cowok itu kini lebih memilih menatap mata sepupunya itu dengan raut wajah datar.
"Apa sih?"
Huh...Anan langsung menghela nafasnya kesal,apa sepupunya ini tak tau kalau dirinya sedang marah?lihatlah raut wajah dan gerak gerik santai Lily sejak kedatangannya disana.
"Kenapa Lo Udah Masuk Sekolah Wahai Lily Gentara Abraham?"Anan bertanya dengan menggunakan penekanan disetiap katanya.
"Gue bosen dirumah,makanya sekolah".
jawab Lily
"Tapi Lo Masih Sakit Lily"Anan.
"Udah mendingan kok"Lily.
"Mendingan Dari Mana?!Orang Muka Lo Aja Masih Pucet Gitu"Anan sekuat tenaga mencoba menekan emosinya.
Semua yang ada disana memutuskan untuk diam dan tak ikut campur dengan percakapan kedua orang yang bersepupu itu
"Muka pucet doang"Lily
"Doang Lo BILANG?!"
"Jangan emosi Nan,inget sepupumu itu masih sakit loh"mau tak mau Agnes akhirnya bersuara saat melihat kekasihnya yang sudah mulai tak bisa mengontrol emosi,bahkan Anan sudah mulai meninggikan suaranya.
"Lagi pula percuma kamu marah marah,
toh Lilynya juga udah terlanjur disekolah"lanjut gadis itu.
"Nah dengerin tuh apa kata calon kakak ipar gue"ujar Lily kepada Anan,membuat sepupunya itu langsung mendelik.
"Ly"Agnes menegur pelan Lily,jangan sampai perang antara persepupuan ini terjadi disini.
"Sory calon kakak ipar"ucap Lily.
"Enggak kok,gue masih sayang nyawa.
Gue dianterin sama supirnya paman lo sampai kesekolah"ujar Lily,tentu saja yang dia maksud pamannya Anan itu adalah papanya sendiri.
Anan mendelik mendengar bagaimana cara sepupunya itu menyampaikan papanya sendiri,namun kemudian ia langsung menaikkan sebelah alisnya setelah menelahaan kembali perkataan sepupunya ini
"Pulang sekolah lo bareng siapa?" tanya Anan tiba tiba.
"Dijemput pak supir"jawab Lily
"Oke,pulang sekolah gue nebeng"putus Anan.
"Lo-kan bawa mobil Nan,pacar lo juga gimana?"tanya Jaka mengingatkan kawannya itu kalau Anan membawa mobil kesekolah dan juga datang bersama dengan sang pacar.
"Nanti aku aja yang bawa mobil kamu"ujar Agnes,setelah menyadari kekasihnya itu punya sesuatu yang ingin dibicarakan dengan sang sepupu.
"Tanks Ay"Ucap Anan pada Agnes pacarnya.
"Ingat Ly,gue ikut bareng lo nanti.Awas gue ditinggal"
"Yuk cabut guys"
Anan langsung mengajak kawan kawannya pergi dari sana setelah mengatakan hal itu.
"Aku pergi dulu Ly"Vero menyempatkan untuk mengajak Lily bicara
"Hm,pergi sana"saut Lily malas.
Setelah kepergian Anan dkk,Iren langsung berjalan mendekati Lily.
"Untung Alex gak disini,pas sepupu lo datang Ly.Kalau enggak bisa nambah heboh tuh sepupu lo tadi liat lo duduk sama itu bad boy sekolah"ujar Iren.
Lily menoleh kearah ketua kelasnya itu dan mengangguk pelan,kalau dipikir pikir ada benernya juga yang dibilang Iren.Sepupunya itukan tadi datang dengan wajah kesal,bisa berubah jadi marah tuh kalau seandainya Alex masih duduk disebelahnya.Beruntung pas bel berbunyi,itu cowok langsung cabut ninggalin kelas bareng sebagian anak anak cowok lainnya.Apalagi mengingat Alex juga suka bermain kata kata kalau ngeliat ada orang yang gak suka dengan keberadaannya,bisa perang tuh.
"Tapi ya Ly,tadi gue kira sepupu lo itu bakal ngamuk besar dikelas kita ini.Soalnya dateng dateng udah teriakin nama lo kenceng banget, untung yang lagi tinggal dikelas ini semuanya bukan bagian anak anak yang mudah terprovokasi"ujar Iren sambil memutarkan pandangan keseluruh penjuru kelas,lalu berakhir kembali ke Lily.Didalam kelas itu saat ini memang tak terlalu tersisa banyak orang,sebagian besar penghuninya tengah berada diluar kelas dan entah kemana kini.Yang ciwi ciwi hanya ada tiga orang yaitu Iren,Lily,dan juga Axa yang tengah asik drakoran sendiri dipojokan kelas.Yang cowok cowok hanya ada empat orang yaitu Abi,yayat,dayat,Adam,kalau dibandingkan dengan yang lain maka keempat orang cowok ini termasuk dalam kategori kalem menurut standar penghuni ruang 11.
"Gue ngiranya juga gitu,jantung gue rasanya udah mau copot gara gara suara menggelegar sepupu sendiri" ujar Lily yang terlihat membuka susu kotak yang baru.
"Lo emang gak apa apa,minum minuman kayak gitu banyak banyak pas lagi sakit gini?"tanya Iren kepada Lily saat melihat kegiatan gadis itu,
bukan apa apa tapi Iren melihat ada empat susu kotak kosong disalah satu sisi mejanya Lily.
"Gak tau sih,tapi selama ini gak pernah kenapa napa tuh kalau gue konsumsi pas lagi sakit karena drop kayak gini"jawab Lily
"Lagian ya Ren,minum susu banyak banyak itu salah satu cara biar mood gue naik"lanjutnya.