
Lily memasuki toilet siswi,ia menuju wastefel dan menyalakan air kran kemudian membasuh seluruh wajahnya hingga benar benar basah.Tentu saja akan berhati hati supaya jangan sampai baju seragam yang dia kenakan ikutan bawah terkena cipratan air,
puas membasuh wajahnya dengan air barulah Lily menyeka sisa air diwajahnya dengan sapu tangan miliknya yang selalu dibawa kemana pergi.Lily membasuh wajahnya seperti ini untuk menghilangkan rasa kantuk yang masih tersisa pada dirinya, ngomong ngomong hari ini Lily belum masuk kelas dan mengikuti satupun pelajadan sama sekali.Niat hati tadinya hanya ingin bolos dijam pelajaran pertama,eh malah kebablasan sampai jam istirahat tiba.Lumayan nyenyak tidurnya tuh tadi diperpus,mana si Yura gak bangunin dia sama sekali lagi tadi. Untungnya itu orang gak ninggalin Lily sendirian disana.
Setelah merapikan tampilan rambutnya kembali,Lily meninggalkan toilet siswi dan langsung menuju kekantin.
Kantin__
"Sepupu lo mana Nan,kok gak keliatan gabung sama temen temennya?"tanya Jaka kepada Anan.
"Eh iya juga ya"saut Anan yang baru sadar kalau dirinya belum melihat sepupunya dikantin sejak tadi,pemuda itu nampak langsung melihat keseluruh area kantin untuk mencari sepupunya.
"Itu Lily,baru datang"ujar Agnes yang melihat sepupu dari kekasihnya itu baru saja memasuki area kantin.
Suasana ramai langsung terdengar dan terasa sesaat Lily memasuki area kantin,terlihat dari tempatnya masih banyak murid lain yang sedang berdesak desakan membeli makanan. Lily mengedarkan pandangan kearah lain,ia kini melihat Yura yang telah bergabung dengan dua sahabat gadis itu dan kalau Lily gak salah nama kedua sahabat Yura itu adalah Cristy dan Ella.Didekat meja yang ditempati tiga serangkai 12 IPS 1 itu pula terlihat keenam cewek teman sekelasnya,disekitar sana juga terlihat kumpulan Alan sepupunya dkk.
Melihat tempat penjual masih ramai,Lily memilih menghampiri meja keenam cewek teman sekelasnya saja.
Yura terlihat melempar senyum kearah Lily dan tentu Lily membalasnya, kedua teman Yura juga melakukan hal yang sama.Sedangkan dimeja ciwi ciwi ruang 11,Axa yang tengah sibuk bercerita dengan yang lainlah yang menyadari pertama kali kedatangan Lily dimeja mereka.
"Nah ini nih bocah yang ngilang sejak tadi"ujar Naira membuat yang lain langsung menoleh kearah gadis tomboy itu melihat.
"Hai semuanya"sapa Lily dan tanpa basa basi langsung duduk disatu satunya tempat yang kosong dimeja itu.
"Heh bocah,kemana aja lo dari tadi?belajar bolos lo ya?"Iren langsung menghadiahi kedatangan Lily dengan pertanyaan dan juga tatapan galak kayak emak emak,sedangkan Liky langsung mengeluarkan cengiran.
"Hehehe,ketiduran diperpus gue mak.
Jangan galak gitu napa mukanya"ujar Lily.
"Dih gak yakin gue kalau lo ketiduran,palingan lo yang sengaja tidur"kata Biya
"Hehehe"Lily kembali memberikan cengiran,bener soalnya yang dibilang Biya tuh.
"Nyengir lo..,"Axa merangkul pundak Lily "minimal ajak gue kali kalau mau bolos"lanjutnya
AWW...seperkian detik kemudian,Axa langsung meringis kesakitan saat Jessi yang duduk disisinya yang satunya langsung menghadiahi cubitan diperutnya.
"Sakit tu Jes"ujar Axa sambil mengelus perutnya yang menjadi korban tangan Jessi.
"Rasain lo,temen salah bukannya dinasehatin malah mau ikutan"ujar Iren melihat langsung adegan Jessi mencubit perut Axa.
"Kerja bagus Jes"puji ketua kelas itu sambil memberikan pose jempol.
Jessi mengangguk mendengar pujian dari ketua kelasnya itu.
"Gak mesen makanan Ly"tanya Nesa kepada Lily.
"Gue suruh Alex bawain lo susu kotak kesini mau?"tawar Iren ke Lily.
"Boleh deh,sesekali mau ngerepotin dia gue"jawab Lily setuju dengan tawaran Iren.Ketua kelasnya itupun langsung terlihat mengutak atik hp sebentar kemudian menyimpannya kembali.
"Eh pulang sekolah nanti nge-mall yuk"ajak Nesa tiba tiba.
"Boleh tuh,gimana yang lain?"saut Naira.
"Gue sama Jessi sih ayo ayo aja"ujar Axa dan langsung diangguki Jessi.
"Kalau gue sih ikut aja"ucap Biya.
Kini kelimanya menoleh kearah Iren dan Lily yang belum menanggapi dan memberikan persetujuan atau penolakan.
"Kali ini sampai seminggu kedepan, sorry tapi gue gak bisa join sama kalian dulu sepulang sekolah"ujar Lily yang jelas bisa diartikan dirinya tak akan ikut dalam rencana yang diusulkan oleh Nesa.
"Gue juga skip buat hari ini,pulang sekolah ada keperluan lain soalnya" Iren juga memberikan jawaban bahwa dirinya tak juga bisa ikut.
"Oke bu ketu kita ada urusan,trus lo sendiri kenapa gak bisa ikut Ly?mana seminggu ini lagi lo bilang"tanya Nesa kepada Lily.
"Tante gue,adik dari bokap yang paling bungsu baru datang dari Australi kemarin.Cuma seminggu doang di Indo,jadi gue ya mau banyak banyakin waktu buat tante gue itu dulu seminggu ini"ujar Lily memberikan alasannya kepada Nesa.
"Ooh"mulut Nesa membulat mendengar jawaban dari Lily.
"Berarti cuma berlima gak papa nih?"Nesa memastikan,dan kelima temannya yang telah menyatakan persetujuannya untuk ikut ke mall langsung memberikan sebuah anggukan sebagai jawaban.
Tap tap tap...langkah kaki terdengar mendekati meja kantin yang mereka tempati,itu adalah Alex yang datang sambil memegang dua susu kotak ditangannya.
"Nih Ly,susu kotak buat lo"ujar Alex tanpa ada basa basi menyapa terlebih dahulu,malah langsung menyerahkan apa yang dia bawa kepada Lily.
"Tanks Lex,makasih udah mau direpotin"ucap Lily yang dengan senang hati langsung menerima minuman kesukaannnya itu.
"No problem.Kalau gitu gue cabut dulu ya"Alex berpamitan hendak pergi dari sana.
"Lah cepet banget"ujar Lily
"Mau lanjut main game gue sama bocah bocah yang lain,tadi gamenya gue pause dulu bentar supaya bisa nganterin tuh susu kotak buat Lily...,"Alex mengusap pucuk kepala Lily sebentar lalu "bai semuanya" ucap bad boy sekolah itu langsung melangkah menjauh dari sana dan meninggalkan area kantin.
"Emang ada ya cowok yang rela pause gamenya dulu,gara gara nganterin susu kotak doang?"tanya Nesa,entah ditujukan untuk siapa namun sepertinya spesialis MakeUp ruang 11 ini membutuhkan jawaban dari yang lain.
"Ada,itu Alex mau"jawab Jessi,yang akhirnya bersuara juga setelah sejak tadi hanya menyimak tanpa ikut menyumbang suara dalam percakapan dimeja itu.
"Tapi kayaknya cuma berlaku buat Lily doang,ya gak Ly?"ujar Iren,
Lily hanya mengakat bahu acuh sebagai respon.Sibuk menikmati susu kotak rasa pisang dia tuh kini.