Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 63


Anan dan Agnes kekasihnya serta para sahabatnya terlihat memasuki kediaman kekuarga sang paman yaitu tuan Haris Abraham,keberadaannya dan kawan kawan disini untuk melihat kondisi sang sepupu.


Pada awalnya Anan tak berniat mengajak kawan kawannya yang lain,ia hanya mengajak sang kekasih saja untuk memastikan kondisi sepupunya yaitu Lily.Namun rupanya rencana menjenguknya itu didengar oleh kawan kawannya yang lain,dimulai dari Vero yang menawarkan diri untuk ikut lalu disusul Desy dan berakhir semuanya ikut.


"Tante Linda sama om Haris lagi gak dirumah Nan?"tanya Vero kepada Anan.


"Kalau paman Haris sih kalau jam segini udah jelas masih diperusahaannya,tapi kalau tante gue sih gak tau ya apa lagi dirumah atau enggak"jawab Anan.


"Pasti dirumahlah kayaknya tante Linda mah,masa putrinya sakit gak dirumah"ujar Jaka dari belakang Vero.


Anan tak mengomentari perkataan Jaka itu,kalau perihal yang satu ini sulit bagi dirinya memberikan komentar.


"Eh den Anan datang,selamat siang den dan non semua"suara bik Nur datang menyambut kehadiran mereka dirumah ini.


"Halo bik Nur,selamat siang juga" sapa balik Anan dan yang lain secara bersama sama,mereka semua sudah cukup kenal dengan bik Nur.


"Bik,bibik kok disini?yang nemenin Lily siapa?trus gimana kondisi sepupu saya bik?"Anan mengajukan pertanyaan beruntun kepada bik Nur.


"Kondisi non Lily sudah mulai mendingan kok den,cuma ya masih lemas buat gerak berlebih.Saya disini karena diatas sudah ada dua temen sekolahnya non Lily yang nemenin non Lily dikamar"bik Nur menjawab pertanyaan keponakan dari tuan majikannya itu.


"Temen sekolahnya Lily,dua orang?siapa bik?"tanya Anan


Tap...tap...tap...


"Bik Nur"


Semuanya spontan langsung melihat kearah tangga saat mendengar suara itu,raut wajah Anan dan yang lain kompak berubah menjadi tak bersahabat kearah dua cewek yang terlihat berseragam sekolah sama dengan mereka.Kedua cewek itu adalah Yura dan Iren.


"Nah ini yang bibik maksud dua temen sekolahnya non Lily,den"ujar bik Nur.


"Ini bik"Yura menyerahkan nampan berisi mangkok dan gelas kosong kepada bik Nur.


"Terima kasih non,maaf merepotkan" ucap bik Nur sambil mengambil alih nampan itu.


"Gak ngerepotin kok bik"saut Yura.


"Buburnya beneran dihabisin sama non Lily,non?"tanya bik Nur setelah melihat mangkuk bubur kosong,padahal tadi pagi saja majikan mudanya itu tak sampai menghabiskan setengahnya.


"Iya bik,beneran dihabisin sama Lily kok.Meski orangnya sempet rewel tadi pas makan"kini Iren yang menyauti pertanyaan bik Nur itu.


"Wah baguslah non,kalau begitu. Sekarang non Lily sendirian dikamarnya non?"bik Nur.


"Tadi selesai makan bubur langsung minum obat bik,terus gak lama Lily-nya ketiduran.Mungkin efek obat yang baru diminum bik"jelas Iren.


"Iya bik,makanya kami keluar dan ninggalin Lily sendirian dikamarnya.


Takut ganggu nanti kalau ada orang lain disana,tidurnya pules banget soalnya"ujar Yura sambil sedikit melirik kearah sekumpulan orang yang menatap tak suka kepadanya disana.


"Baguslah,non Lily akhirnya bisa istirahat juga"ucap bik Nur setelah mendengar penjelasan Yura dan Iren.


"Kalau begitu kami juga mau sekalian pamit nih bik"ujar Iren.


"Kali ini gak deh bik,udah sore dan kami juga belum pulang kerumah. Takutnya nanti orang rumah khawatir"tolak Iren dengan halus tawaran itu.


"Iya bik,maaf sebelumnya"ujar Yura pula.


Setelah itu Yura dan Iren benar benar pamit pulang kepada bik Nur yang akhirnya memberi izin mereka untuk pulang,keduanya enggan menyapa tamu lain dirumah itu.Karena sebelum mereka sapa,tatapan para tamu lain itu udah gak bersahabat duluan.


Setelah kepergian Yura dan Iren dari sana,Anan-pun ikut berpamitan untukĀ  pulang kepada bik Nur.


"Kalau begitu saya dan teman teman saya juga pamit pulang deh bik"ujar Anan.


"Lah Nan,kitakan belum ketemu sama Lily"protes Vero.


"Iya benar yang dikatakan oleh den Vero,non Anan tidak mau bertemu dengan non Lily dulu sebelum pulang?"tanya bik Nur.


"Sebenarnya ingin bik,tapi dua orang itu tadi bilang kalau Lily sedang tidur setelah minum obatnya.Biarlah sepupu saya itu istirahat dulu kalau begitu,istirahatnya jauh lebih penting"ujar Anan menjelaskan kenapa dia memutuskan mereka tak jadi bertemu dengan Lily.


"Begitu rupanya,kalau begitu hati hati dijalan den dan non semua"ucap bik Nur berpesan kepada para anak muda itu.


"Baik bik"


Setelah para anak muda yang menjadi tamu dikediaman majikannya itu telah pergi semua,bik Nur-pun membawa nampan ditangannya menuju kedapur.


Wanita berusia senja itu berniat mengerjakan pekerjaannya yang lain terlebih dahulu berhubung nona mudanya sedang beristirahat sekarang.Sesampai didapur,bik Nur menemukan nyonya-nya yang sedang duduk dikursi didekat meja dapur. Karena penasaran dengan apa yang majikannya itu lakukan disana, jadilah akhirnya bik Nur menghampiri sang majikan.


"Nyonya"


Nyonya Linda menoleh kesamping dimana ada bik Nur yang memanggil dirinya


"Ada apa bik?"


"Nyonya perlu sesuatu?"tanya bik Nur.


"Tidak bik"jawab nyonya Linda.


"Nyonya sudah makan siang?"tanya bik Nur lagi.


"Belum bik,saya tidak selera makan akhir akhir ini"nyonya Linda.


"Nyonya tidak boleh begitu,meski tidak selera makan tapi nyonya harus tetap makan.Kalau nyonya sakit seperti non Lily bagaimana?"ujar bik Nur tanpa segan menasehati nyonya-nya itu,bukan hal yang aneh jika semisalnya mendengar bik Nur menasehati para penghuni kediaman ini.Dan lagi baik sesama pekerja maupun para majikan dirumah ini juga sering kali mendengarkan nasehat dari sosok yang paling berumur disana ini.


"Saya bukan perempuan lemah seperti anak itu bik,tidak makan sekali sakit ataupun kelelahan sedikit saja sakit"ujar Nyonya Linda dengan nada tak suka,nampaknya wanita ini tak suka jika dikait kaitkan dengan putrinya oleh bik Nur.


"Maaf jika nyonya tak suka dengan perkataan bibik sebelumnya.Tapi bibik mengatakan hal itu supaya nyonya mau makan.Nantikan kalau nyonya sakit,tuan bisa sangat khawatir.Nyonya mau nanti tuan sedih kalau seandainya nyonya benar benar sakit?"ujar bik Nur,wanita berusia senja itu tak mau menyerah membujuk sang majikan agar mau makan.


"Iya bik,saya akan makan"Nyonya Linda akhirnya mau mengikuti perkataan bik Nur supaya dirinya makan.


"Nah begitu dong nya.Kalau begitu tunggu sebentar ya nya,biar saya siapkan"ujar bik Nur.


"Iya bik"nyonya Linda.