Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 87


"Dih ogah,gak lagi kurang kerjaan gue"tolak Lily.


"Yaelah Ly,mumpung belum masuk nih.


Coba aja lo hubungin,kalau doi gak masuk sekolahkan gue bisa bantu ambilin surat izin ketimbang nanti si Alex alfa.Yang ada makin merah aja tuh buku absen sama catatan bk- nya dia"ujar Iren.


"Iya iya gue coba kirim pesan ke itu orang,kalau gak dibales berarti yaudah"Lily akhirnya setuju untuk menghubingi Alex dengan cara mengirim pesan.


Dua menit kemudian...


"Alex gak masuk katanya,izin"ujar Lily kepada Iren setelah pesannya dijawab oleh Alex,ia bahkan menunjukkan room chatnya dan Alex kepada ketua kelasnya itu.


"Dih izin katanya,tapi gak ada ngirim surat izin...,"cibir Iren setelah membaca room chat dihp Lily itu"Fiks nih kerjaan gue nambah pagi pagi gini"lanjutnya.


"Yang sabar ya mak"ucap Lily menunjukkan sikap simpatinya, kemudian gadis itu langsung berlalu menuju ketempat duduknya.


"Kirain mau nawarin bantuan"gumam Iren menatap punggung Lily yang pergi begitu saja.


Istirahat___


Waktu istirahat diawali oleh para anggota ruang 11 dengan meringis menatap kertas ulangan matematika   mereka yang telah dinilai oleh guru matematika semenit sebelum meninggalkan kelas.


"Hiks miris banget gue liat angka 35 dilembar ulangan gue"rintih Aldo yang menatap angka yang ditulis dengan tinta merah merona.


"Udah tinggi itu,nih gue cuma dapat 30"ujar Jake.


"Lo berdua masih mending,nih nilai gue sama Alex.Sama sama dapet 25 dong"ujar Erlan yang menunjukkan kertas ulangan miliknya dan Alex yang kebetulan libur,jadi dia yang menyimpannya dulu.


"Pas ulangan mtk inikan lo berdua sebangku ya,wah ketahuan banget solidaritas lo berdua"komen Adam yang melihat kedua kertas ulangan itu.


"Solidaritas banget,tapi angka cuma dapet 25 doang.Nih gue sama Yayat, dapet 48 dong"Dayat dan Yayat datang menghampiri mereka sambil memamerkan nilai yang tertera pada kertas ulangan masing masing.


"Anj*r!kok bisa lo berdua dapet nilai tinggi kayak gitu? Mtk loh ini,bukan yang lain"ujar Rio heboh


"Ada dong caranya,lain kali gue sama Dayat ajarin"ujar Yayat.


Kita tinggalkan sejenak para cogan cogan berotak mines ini dan mari kita beralih kepada tujuh cecan yang menjadi puncak teratas kelas ini.


Ketujuh cecan itu duduk melingkar sambil menunjukkan nilai pada kertas ulangan masing masing,Naira\=60,


Biya\=60,Nesa\=55,Axa\=49,Lily\=65,


Jessi\=69,dan yang terakhir serta susunan angka yang paling lumayan enak dilihat yaitu Iren\=85.


"Wah nilai lo semua lumayan juga dari pada yang kemarin kemarin"ujar Iren,menjadi yang pertama berkomentar atas keenam kertas ulangan cewek yang lain.


"Keliatan banget ya,otak gue paling mines diantara kita bertujuh"ujar Axa yang menjadi pemilik angka nilai terendah diantara mereka bertujuh.


"Mana ada,orang gue dapet segitu juga gara gara dibantuin sama papi adam"ujar Nesa.


"Bener tuh.Kalau enggak mah,kita dapet angka 40 aja susah pasti"ujar Nesa membenarkan pengakuan dari Biya.Kedua tim mate ini sangat sangat jujur sekali bukan,tapi jangan heran karena kejujuran model begini sering terdengar ditelinga penghuni kelas ini jadi ya kesannya biasa aja gitu.


"Curang lo berdua,masa dapet bocoran gak bagi bagi"ujar Axa kepada Biya dan Nesa,sedangkan kedua gadis itu hanya berpose dua jari.


"Lo juga Jes.Kok lo dapet nilai 69 sedangkan gue cuma dapet 49 sih, gue-kan nyontek punya lo?"kali ini Jessi yang menjadi sasaran pertanyaan Axa,heran dia tuh kenapa nilainya beda padahal seingat Axa isi jawaban Jessi dia copy semua.


"Ooh itu,aku dapet contekan dari Lily 2 nomor di essay.Dan yang dua nomor itu yang dapat nilai penuh diantara 5 soal Esay.Mau ngasih ke lo tapi ya gitu,Lily-nya keburu ketiduran"ujar Jessi.


"Apa hubungannya Lily yang ketiduran sama lo yang gak jadi ngasih jawaban ke Axa?"tanya Nesa


"Kitakan gak boleh kasih pemberian orang lain ke yang lain sebelum ada izin dari orangnya"jawab Jessi dengan tampang polos.Polos polos rasa ingin diketok bagi Axa tuh.


"Sungguh budiman sekali hati mu nak"ujar Iren menepuk nepuk pundak Jessi dengan bangga.Sedangkan Axa hanya bisa menghela nafas saja.


"Padahal lo kasih sekalipun,gue juga gak masalah Jes"ujar Lily mendengar alasan Jessi itu.


"Nah kalau lo sendiri Ly,kok cuma dapet angka 65?Padahal 5 essay lo betul semua loh"tanya Iren yang melihat lembar ulangan Lily bagian essay-nya saja sudah mendapat nilai 50 karena betul semua.Hanya saja dibagian pilihan ganda,Lily terlihat hanya betul pada 6 nomor dari 20 soal yang ada.


"Oh itu,gue ngerjain yang essay dulu diawal awal.Nah pas yang soal pilihan ganda,baru dinomor sepuluh jiwa kemageran gue mulai kumat.Mata gue berat benget mau tidur,jadilah gue tidur sampai tiga menit terakhir sebelum pengumpulan.Sisanya berakhir capcipcup deh"jelas Lily.


"Bisa bisanya lo masih bisa ketiduran dijam ulangan MTK,padahal itu masa masa dimana suhu otak naik mendadak tau gak"ujar Naira kepada Lily.


"Ya gimana lagi,mata gue ngantuk" ujar Lily.


"Dan seperti biasa nilai yang paling bener dan beres dikelas ini ya cuma ibu ketua kelas kita ini aja,85 cuy. angka keramat yang jarang ditemui dikelas ini terutama kalau urusan pelajaran hitungan"ujar Naira yang terkagum kagum melihat tulisan angka 85 yang ditulis dengan pulpen tinta biru itu,sedangkan enam lainnya ditulis dengan tinta merah.


"Kalau Iren mah gak usah heran,tiap taun emang cuma nilai dia doang yang paling normal diantara kita semua"komen Axa.


Lily melihat kertas ulangan milik Iren,beberapa saat kemudian sebelah alisnya terangkat bersamaan datangnya perasaan aneh yang dia rasakan melihat susunan jawaban yang benar dan salah dalam jawaban pilihan ganda pada kertas Iren.


Sama sepertinya,Iren juga mendapat nilai sempurna yaitu 50 poin dalam Essay.Nah yang aneh itu adalah adalah posisi enam jawaban yang salah pada pilihan ganda,dimana letaknya itu salah ditiga nomor pertama dan tiga nomor terakhir.


Susunannya seperti disengaja menurut Lily.


"Woi!"


"Eh ya ampun.Ngagetin aja lo Sa"ujar Lily yang kaget karena ulah Nesa.


"Ya habisnya lo kenapa bengong sih Ly,kayak orang kesambet"ujar Nesa.


"Kesambet pala lo,gue bengong karena gak sengaja inget hal random aja diotak gue"ujar Lily.


Sedangkan Iren yang menyadari kalau Lily bengong sambil melihat kearah kertas miliknya,dengan gerakan natural Iren langsung melipat kertas ulangan miliknya.


*Gak mungkin,Lily sadarkan?* batinnya.