Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 65


Bab 66


Pagi hari ini,kondisi Lily sudah terlihat mendingan dari kemarin.Bahkan lihatlah ia kini sudah mengenakan rok dan seragam sekolahnya,seharusnya ia masih harus beristirahat karena meski agak mendingan tapi bukan berarti dirinya sudah boleh dan bisa beraktivitas normal seperti biasanya.Tapi Lily punya pemikiran lain,jika ia memilih untuk tak masuk sekolah hari ini maka sudah bisa dipastikan dirinya akan tetap berdiam diri dikamar seharian tanpa boleh kemana mana oleh orang rumah ini.Jadi untuk menghindari kekangan itu,Lily memutuskan untuk masuk sekolah hari ini meski ujung ujungnya dirinya hanya akan berakhir diruang UKS atau hanya bisa tiduran dikelas tanpa bisa mengikuti alur pembelajaran.


Lily meraih tas sekolahnya dan hampir saja ia terjatuh karena oleng sesaat setelah tas sekolanya itu disandang dipunggungnya.


*Gini banget punya tubuh lemah*batin Lily setelahnya.


Disisi lain bik Nur tengah menuju kekamar majikan mudanya untuk mencek dan memastikan bagaimana kondisi gadis muda itu pagi ini,sesampai didepan pintu kamar milik nona mudanya itu dan saat hendak membuka pintu kamar namun pintu kamar itu sudah terlebih dahulu dibuka dari dalam.Bik Nur seketika terkejut saat menemukan nona mudanya itu berdiri dihadapannya dengan telah mengenakan atribut seragam sekolah lengkap, sebuah senyuman terbit kepadanya dari bibir milik gadis berwajah yang masih terlihat pucat pasi itu.


"Selamat pagi bik"suara gadis itu menyapa bik Nur.


"Ya ampun non,non kenapa pakai seragam sekolah?"tanya Bik Nur heboh.


"Mau berangkat kesekolah tentu harus pakai seragam sekolah lah bik,masa pakai piyama.Yang ada nanti saya malah dihukum lagi"ujar Lily menjawab pertanyaan bik Nur.


"Tapi non kan masih sakit,wajah non juga masih pucat sekali.Non gak usah berangkat kesekolah dulu ya, istirahat dulu saja dirumah ya non ya"bik Nur langsung membujuk Lily untuk tidak masuk sekolah dulu,tapi yang namanya jiwa keras kepala sudah mendarah daging tentu saja Lily tak mau dan ingin tetap berangkat kesekolah.


"Saya mau sekolah bik,bosen dirumah,dikamar mulu lagi.Lagi pula saya sudah mendingan kok bik,buktinya saya sudah bisa berdiri nih bibik bisa liat sendiri kalau gak percaya"ujar Lily menunjukan dirinya yang telah kuat berdiri.


"Tapi non..."


"Bibik tenang saja,disekolah ada temen sekelas saya sama Anan juga yang bakal jagain saya"Lily memotong bik Nur yang hendak bicara.


Bik Nur menatap anak majikannya yang kini tinggal satu satunya ini lamat lamat,akhirnya wanita tua itu menghela nafas menyerah membujuk gadis muda itu.Kini harapan bik Nur hanya sang majikan yang diharapkan dapat menghentikan niat remaja aktif namun fisik dan takdir yang tak mendukung ini untuk tetap berada dirumah.


"Yasudah,terserah non saja"ujar bik Nur.


"Nah gitu dong bik,btw bik"Lily


"Iya non"Bik Nur


"Tolong bawain tas sekolah saya kebawah dong,isinya keberatan kayaknya jadi saya gak kuat bawanya" pinta Lily sambil menunjukkan cengiran.


Bik Nur mengiyakan permintaan non-nya itu,saat bibik mengangkat tas sekolah majikan mudanya itu keningnya yang memang sudah berkerut alami jadi bertambah berkerut beberapa saat.Apanya yang berat?tas sekolah Lily terasa biasa biasa saja bagi wanita tua sepertinya,bik Nur menatap punggung pemilik tas yang sudah melangkah pergi terlebih dahulu didepannya.


*Semoga nanti disekolah,non gak kenapa napa*batin bik Nur penuh harap.


kan bisa panjang urusannya,kalau pendek berarti dia udah koid.


Sesampai dilantai bawah,Lily langsung menuju kearah ruang makan dimana meja makan berada.


Setiba Lily disana,ia bisa melihat sebentar tatapan keheranan dari kedua orang tuanya tertuju kearahnya.Hanya sebentar sangat sebentar sampai akhirnya papa dan mamanya kembali fokus kepada sarapan masing masing,Lily menghiraukan hal itu dan memilih duduk pada bangku yang biasa dia tempati.Tak lama bik Nur datang menyusul kesana membawa tas sekolah milik Lily dan meletakkannya dikursi kosong disisi kanan Lily.


"Tunggu sebentar non,bibik ambilkan sarapan untuk non dulu"setelah mengatakan hal itu bik Nur pergi lagi dari sana kini menuju kearah dapur.


Sebuah pergerakan terjadi dimeja makan itu,Papanya Lily terlihat beranjak lalu meraih tas kerjanya kemudian berpamitan kepada mamanya Lily untuk pergi berangkat bekerja.


"Papa berangkat kerja dulu ya ma,mama baik baik dirumah dan kalau ada apa apa hubungi papa.Jangan ragu ragu"


"Iya pa,hati hati juga"mamanya Lily.


Setelah mengecup kening sang istri, tuan Renal benar benar beranjak pergi dari sana.


*Dih pamit cuma keistri doang, anaknya enggak.Trus apa apaan kecup kecup segala didepan anak,gak tau apa anaknya punya status jomblo dari lahir?*itulah kira kira isi batinan Lily setelah melihat pemandangan didepannya itu.Beruntung bik Nur datang membawa sarapan untuknya dan dapat langsung mengalihkan fokusnya.


"Non ini sarapannya"ujar bik Nur mengidangkan salad buah diatas meja dihadapan Lily.Salad buah itu disajikan didalam mangkuk sedang dan salad buah yang disiapkan ini bukan tipe salad buah yang menggunakan dressing alias saus ya,salad buah yang menjadi sarapan Lily hanya berisi beragam buah yang dipotong kecil kecil saja.


Lily menghabikan sarapannya kurang dari lima belas menit,porsi sarapannya memang tak banyak.


Gadis itu langsung menuju kearah garasi ditemani oleh bik Nur yang membawakan tas sekolahnya,belum juga sampai digarasi tapi seorang laki laki yang biasa menjadi supir papanya kekantor menghampirinya terlebih dahulu.


"Non Lily sudah siap,mari saya antar kesekolah"ujar pak supir.


"Loh,bukannya pak supir nganterin papa ya?"tanya Lily heran.


"Tuan katanya hari ini berangkat bawa mobil sendiri non,hari ini saya disuruh untuk mengantar dan menjemput non sekolah saja"jawab pak supir.


"Baguslah kalau begitu,non Lily tak perlu menyetir sendiri.Ayo non"tanpa menunggu sautan yang paling muda disana,bik Nur langsung menarik pergelangan tangan anak majikannya itu dan menuntunnya masuk kedalam mobil dan kemudian langsung menutup pintu setelah memasukkan tas sekolah gadis muda itu.


Tak lama berselang mobil dijalankan oleh pak supir menuju kesekolah sang nona muda yang sudah duduk dibelakang,Lily sendiri tak berkata apapun dan hanya diam saja.Ia harus menghemat energi jika nanti disekolah ia tak mau hanya bisa berdiam diri dikelasnya saja.