
Yura terlihat keluar dari ruang kepala sekolah,gadis cantik itu kemudian berjalan dengan langkah teratur dikoridor sekolah yang terlihat sangat sepi.Sekarang memang masih masuk jam pembelajaran,jadi tak heran jika hanya Yura saja yang terlihat dikoridor sekolah.Ia tak mengikuti pelajaran dikelas karena diminta untuk keruangan kepala sekolah sebentar untuk menyelesaikan beberapa urusan.Gadis cantik itu kini melewati jalan pinggir lapangan sekolah,Yura bisa melihat ada beberapa kelas yang tengah melaksanakan kegiatan pembelajaran olahraga ditengah terik matahari yang lumayan menyengat.Yura yang tadinya ingin langsung kembali menuju kekelasnya seketika langsung mengurungkan niatannya itu,sepasang bola matanya menemukan sesosok gadis yang menjadi objek pengamatannya dari jauh selama dua hari terakhir ini.Lily,gadis berseragam olahraga itu duduk dibawah pohon rindang yang nampak teduh sambil menikmati sebuah susu kotak ditangan.
Kedua ujung bibir Yura bergerak naik hingga membentuk lengkungan kecil,
gadis itu tersenyum.Yura-pun membelok arah langkahnya yang tadi lurus hendak menuju kelasnya kini sedikit melenceng arah tepat menuju kearah pohon dimana sosok yang menjadi pusat perhatiannya sejak semenit lalu duduk tenang dibawah sana memperhatikan anggota kelasnya yang lain yang sedang berolahraga.
"Gak ada niatan gabung"
Lily sedikit tersentak kaget saat seseorang tiba tiba datang dan berbicara padanya,ia menoleh kesamping dan menemukan sosok yang meski belum pernah ia temui langsung namun sudah dia kenali nama dan siapa itu.
Tanpa izin terlebih dahulu,Yura langsung mengambil posisi duduk disamping Lily.Tiga kata yang dapat Lily rasakan setelah kedatangan gadis bernama Yura itu adalah Aura yang Tenang,kening Lily sedikit mengkerut karena jarang sekali ia bisa bertemu seseorang beraura setenang ini.
"Kenapa diam,lo gak punya niatan buat menjawab pertanyaan gue barusan?"Yura bersuara lagi.
"Sory,tapi gue biasa menjawab pertanyaan dari seseorang yang gak gue kenal"ujar Lily sebagai sautan.
"Ada benarnya juga,kalau begitu ayo kenalan.Nama gue Yura"tanpa basa basi Yura memperkenalkan diri sambil mengukurkan tangannya mengajak Lily berkenalan.
Lily menyambut ukuran tangan itu sehingga kini keduanya berjabat tangan.
"Lily"saut Lily menyebutkan namanya,
meski entah kenapa tapi Lily yakin kalau Yura pasti sudah tau namanya dari anak anak sekolah ini.Jabat tangan itupun berakhir setelah kedua gadis itu saling menyebutkan nama mereka.
"Kita sudah berkenalan,jadi sudah bisakan lo menjawab pertanyaan gue tadi?"ujar Yura.
"Gue gak bisa ikut pelajaran olahraga"saut Lily sambil menoleh melihat kearah Yura.
"Jangan tanya alasannya,kita gak sedekat itu buat gue harus jelasin ke lo"sambungnya,setelah itu ia menyeruput susu kotak ditangannya dan kembali menatap kearah lapangan guna memperhatikan semua teman sekelasnya.
Setelah percakapan singkat itu,kedua gadis cantik itu sama sama terdiam dalam pikiran masing masing.Yura yang sibuk mengamati Lily,sedangkan Lily yang meski sadar tengah diamati oleh Yura yang duduk disebelahnya memilih pura pura tak sadar dan lebih memilih memperhatikan kegiatan didepan matanya saja.
Kedua sudut bibir Yura kembali melengkung keatas setelah mmperhatikan Lily yang fokus menatap kedepan sambil menyesap susu kotak ditangan,serangkaian kata kembali terlintas benaknya.
..."Malamku suka sekali dengan susu kotak,Yuma"...
"Sepertinya gue tahu harus ngasih apa ke lo,suatu saat nanti kalau punya rencana"ditengah keheningan itu Yura bersuara kembali.
Perkataan Yura itu membuat Lily menoleh kearahnya,alis gadis itu terangkat sebelah bertanya maksud dari perkataan Yura itu.
"Susu kotak,lo kayaknya suka banget sama susu kotak.Lain kali gue beliin satu dus susu kotak rasa strowbery,boleh?"ujar Yura kepada Lily.
"Gue cuma becanda,gue gak bakal kasih lo apapun yang berhubungan dengan strowbery.Lo-kan benci itu"ujar Yura.
"Tau dari mana lo?"tanya Lily.
"Lo gak perlu tahu,bukankah wajar seseorang mencaritahu sedikit tentang seseorang yang hendak diajak berkenalan"ujar Yura sebagai jawaban.
"Ah benar juga,itu sangat penting.Sama pentingnya dengan mengenali musuh sebelum peperangan"saut Lily sambil tersenyum menatap pada Yura.
"Itu yang paling penting,tapi sayangnya poin kedua tidak cocok untuk kita"ujar Yura.
"Kenapa menurut lo begitu tidak ada yang bisa tau kedepannya bagaimana?"ujar Lily.
"Karena gue tau pasti kalau gue gak bakal pernah jadi musuh lo"ujar Yura.Gadis cantik itu mulai beranjak bangkit dari tempatnya duduk,Lily memperhatikan pergerakan Yura yang kini sibuk menepuk bagian belakang rok-nya yang berdebu.
Selesai dengan urusan membersihkan roknya,Yura kembali menatap Lily sambil tersenyum
"Manusia memang gak bisa tau tentang apa yang terjadi dimasa depan,namun manusia bisa merencanakan dan memprediksi masa depan"ujarnya kepada Lily.
"Kalau prediksi dan rencana itu salah atau gagal gimana?"tanya Lily.
"Itulah kenapa kita harus punya rencana kedua,tapi kalau masih gagal itu artinya takdir tuhan"jawab Yura.
"Tapi gue bisa menjamin dimasa depan kita gak bakal jadi musuh,Lily Gentari Abraham"lanjut Yura.
Setelah mengatakan hal itu,ia melenggang pergi meninggalkan Lily yang menatap punggungnya yang mulai menjauh dan semakin menjauh hingga tak tertangkap indra penglihatan.
Srup...srup...Lily menyeruput isi susu kotaknya lagi dan lagi,kedua sudut bibirnya terangkat membuat senyuman tipis terlukis diwajahnya.
*Tidak seburuk yang dibayangkan*
batin Lily.
Gadis itu kira adegan pertemuannya dengan Yura akan mirip dengan adegan adegan yang terjadi didrama atau cerita fiksi yang cukup sering Jessi beritahu padanya.Dimana akan ada adegan labrak melabrak antara tokoh antagonis dan protagonis,tentunya pihak yang melabrak adalah siAntagonis dan siprotagonis akan melakonkan bidang keahliannya pula sebagai tokoh yang tersakiti. Dibanding dengan narasi yang Jessi katakan,pertemuan pertamanya dengan Yura lebih seperti pertemuan kawan lama meski tidak.
Dan kalau dipikir pikir lagi jika narasi adegan yang Jessi katakan itu benar benar terjadi,diantara diringa dan Yura siapa yang akan menjadi tokoh antagonis dan protagonisnya.
Itu tidak bisa ditentukan semudah itu.Karena menurut Lily,Antagonis dan protagonisnya seseorang tergantung dari perfektif mana seseorang menilai dan melihat seluruh kisah seutuhnya.Jangan lupakan dunia ini juga bukan dunia dongeng yang dimana hanya ada satu kisah utama didalamnya,dunia asli terdapat jutaan kisah yang terangkai disana dan lebih banyak manipulatif didalam setiap kisah kit.Jutaan kepala yang akan memberikan sudut pandang yang berbeda pula,ingat kamu bisa menjadi protagonis dan Antagonis sekaligus tanpa kamu sadari.