
"Itu anak anak ruang 11 kenapa gak ada kapok kapoknya ya bikin masalah"
ujar Jaka kepada teman temannya.
Anan dkk memang kini tengah berada dipinggir lapangan melihat Alex dan ketujuh kawan kawannya tengah dihukum berjemur ditengah lapangan sambil hormat kearah tiang bendera.
Jam istirahat baru saja dimulai, makanya mereka semua berada diluar kelas.
"Dihukum gara gara apa lagi itu komplotan?"tanya Anan.
"Gue denger dari anggota osis sih,gara gara ketahuan ngerokok dipojok belakang sekolah pagi tadi"ujar Jaka menjawab pertanyaan Anan.
"Masih pagi udah ngerokok?kan gak sehat"komentar Desy.
"Gak ngerokokpun,otak mereka udah gak sehat Des.Buktinya berukang kali dihukum gak jera jera"ujar Vero menyauti komentar Desy.
Berbeda dengan yang lainnya,salah satu cewek diantara mereka malah diam saja fokus menatap kearah lapangan.Tepatnya terfokus menatap murid cowok yang menyandang status sebagai bad boy sekolah,siapa lagi kalau bukan Alex.Dan yang sejak tadi fokus memandangi Alex adalah Rora,
gadis itu diam diam tengah terpesona akan aura yang dipancarkan Alex dari tengah lapangan.Rambut yang berantakan,dasi yang terpasang longgar serta wajah dan leher yang tengah keringatan membuat Rora menahan diri supaya tidak teriak dan salting sendiri.
*Ayo Rora tahan diri lo,jangan sampai anak anak ngebaca ekpresi lo.MAMA! ALEX CAKEP BANGET*batin Rora.
Namun Rora terlihat langsung badmood setelah melihat ada beberapa orang yang menghampiri Alex ketengah lapangan.
"Nan.Sepupu lo tuh,nyamperin Alex"
lapor Rora pada Anan,membuat tatapan Anan dan Vero langsung menajam kedepan sana.
Disisi lain__
"Ngapain sih Ren,kita harus ikut segala ngaperin tuh bocah berdelapan?"tanya Nesa kepada ketua kelasnya,Iren.
"Ya elah sesekali Nes,lo semua ikut berpartisipasi ngurus para beban itu.Jangan gue sendirian mulu"ujar Iren menyauti perkataan Nesa.
"Trus lo kenapa bawa susu strowbery banyak gitu,Jes?"tanya Nesa kali ini ke Jessi.
"Mau dikasih ke mereka,pasti mereka haus.Sekalian mau ngurangin stok"jawab Jessi.
"Hari ini berkurang,tapi pasti besok nambah lagi.Lily-kan udah kayak distributor susu strowbery ke lo"ujar Axa kini.
"Harap maklum dan dipahami ya Jes,
Soalnya cuma lo yang bisa nerima itu susu strowbery tanpa ada alasan enek"ujar Lily yang berjalan disamping Iren kepada Jessi.
"Dikelas kita,cuma lo sama Jessi doang Ly yang bisa dibilang doyan minum susu.Selebihnya seleranya boba dan soda"ujar Biya.
"Nah bener tuh,soda dingin emang terbaik"sambung Naira.
"Makanya yang otaknya lumayan juga cuma Jessi sama Lily doang,sisanya mines terkecuali Gue"ujar Iren yang berada didepan.
"Bukan mines mak,tapi generatornya males kita nyalain aja"ujar Axa.
"Emang lo pikir otak lo itu mesin genset apa?!"Iren.
Ketujuh ciwi ciwi penghuni ruang 11 itu berjalan bersama memasuki area lapangan outdoor dan langsung menghampiri kedekapan rekan anggota kelas mereka yaitu Alex,Rian,Rio, Erlan,Gibran,Jake,Bayu,Bima,dan Riko.
"Kalau dijual laku berapa ya kira kira,ini para ikan asin kita?"tanya Naira.
"Pertanyaannya,laku gak kalau dijual?"sambung Biya.
"Dasar cewek,baru datang udah ngejulitin orang aja lo pada"ujar Jake kepada ciwi ciwi yang baru datang menghampiri itu.
"Tau tuh,kalau lo semua cuma mau julid mending sana deh.Kita lagu kepanasan nih"ujar Erlan.
"Dih ngusir,padahal kita kesini cuma mau nemenin buk ketua aja tuh"ujar Nesa.
"Udah udah gak usah banyak bacod lo pada"Iren menghentikan perbacotan itu sebelum makin panjang.
"Btw lo para kaum ikan asin.Hukuman lo pada udah selesai"ujar Iren kepada kedelapan anggotanya yang dihukum itu.
"Tau dari mana mak?itu bk belum kesini"tanya Bayu.
"Bk nge-WA gue,males palingan nyamperin lo pada"jawab Iren.
"Dih,gak full tugas tuh bk.Makan gaji buta mereka"ujar Alex yang tengah meminum susu kotak ditangannya.
"Nah benertuh Lex,eh sianying!dapet susu kotak dari mana lo?!"Gibran.
Alex langsung menunjuk kearah Jessi dan Lily yang berdiri didekatnya.
"Gue mau juga Jes"pinta Gibran dan Jessi langsung membagikan susu kotak yang dibawa,bukan cuma ke Gibran tapi ke cowok cowok yang lain juga.
"Sekarang Lo Semua Buruan Sana Ganti Baju,Kalau Bisa Sekalian Mandi.Awas Aja Lo Pada Masuk Kelas Dengan Bawu tengik kayak Sekarang.Yuk Guys"
Setelah memberikan perintah terakhir,Iren langsung mengajak keenam ciwi ciwi lain untuk pergi dari sana.Sebelum pergi mengikuti sang ketua kelas,Lily menyempatkan dari untuk memberikan beberapa helai tisu kepada Alex untuk menyeka keringat.
"Jangan seka keringat lo pakai seragam,nambah kotor entar.Nih pakai tisu"Lily.
"Iya.Tanks tisunya"
"Hm"
Setelah menyelesaikan urusan dilapangan,kini ketujuh ciwi ciwi penghuni ruang 11 langsung otw menuju kekelas kembali.Mereka tak kekantin karena sudah nitip dibeliin makanan kantin sama sisa cowok cowok kelas mereka yang lain.Sesampai mereka dikelas,makanan pesanan mereka telah diletakkan diatas meja masing masing oleh Abi serta yang lainnya.Lily sendiri tidak ikut nitip dibelikan makanan atau apapun dikantin karena sudah disiapkan bekal oleh pengurus rumahnya yaitu Bik Nur,gadis itu terlihat mengeluarkan kotak bekal dan botol airnya dari dalam tas.Menu bekal yang disiapkan bik Nur tidak terlalu heboh,isi kotak bekal itu hanya nasi goreng seafood dengan brokoli rebus dan jus buah didalam tumbler air minumnya.
"Wih enak tuh,bagi Ly"pinta Alex yang tiba tiba sudah berada disebelah Lily,membuat Lily sedikit kaget aja.
Si Alex datang datang langsung menghampiri meja Lily dan meminta bekal milik gadis itu.
"Dih Alex,datang langsung minta bekal orang aja.Btw tumben lo bawa bekal Ly"ujar Axa.
"Gak tau,si bibik tiba tiba nyiapin bekal tanpa diminta jadi gitu deh"ujar Lily kepada Axa,tangannya yang memegang garpu digunakan untuk menyuapkan brokoli rebus kepada Alex.
"Nasi gorengnya Ly,bukan brokoli" protes Alex saat melihat sayur hijau yang mirip miniatur pohon itu disodorkan kepadanya.
"Nanti.Makan ini dulu"ujar Lily yang tetap menyodorkan brokoli rebus itu ke Alex.Mau tak mau Alex akhirnya menerima brokoli itu,dari pada gak dikasih nanti nasi goreng seafood mana keliatan enak lagi.
"Awas lo muntahin!"Lily langsung memberi peringatan saat melihat ekpresi Alex yang seperti ingin memuntahkan brokoli dimulut.Jadi Alex akhirnya memaksakan diri memakan sayuran hijau berasa aneh menurutnya itu,meski harus menahan keinginannya untuk mengeluarkan brokoli itu dari dalam mulutnya.
"Wkwk,makanya jangan mintain makanan orang bro.Kesiksa lo-kan makan tuh brokoli?"ledek Erlan yang tau kalau brokoli itu masuk dalam list sayuran yang paling dihindari oleh Alex.