
Lily duduk dibangku menghadap meja belajarnya,laptop dihadapannya menyala menampilkan profil salah satu siswi disekolahnya.Yura Aditama yaitu siswi kelas 12 IPS1,peraih juara 1 bertahan dikelasnya serta selalu bersaing meraih juara umum disekolah dengan Lala kembarannya.
Menurut sumber informasi lain yang tidak lain dan tidak bukan adalah Alex, katanya sudah hampir dua minggu ini gadis itu tidak masuk sekolah karena sedang menjadi perwakilan sekolah dalam sebuah lomba yang diadakan diluar kota.
Setelah membaca semua informasi terkait siswi Yura ini,Lily tidak akan langsung menyimpulkan kalau gadis ini mungkin berhubungan dengan penyebab kembarannya bunuh diri, meski saat ini Yura adalah salah satu pihak yang paling dicurigai kini.
Setelah selesai membaca dan memikirkan semuanya,Lily mematikan dan menutup laptop miliknya setelah itu ia beranjak dari sana langsung meraih tas selempampang kemudian memasukkan dompet,hp,AirPods,serta kunci mobilnya kedalam tas selempang itu.Lily juga memakai hoodei untuk melapisi baju kaos lengan pendek putih yang dirinya pakai kini.Dilihat lihat dari pergerakan gadis itu sepertinya gadis itu tengah bersiap untuk pergi keluar rumah,Yap Lily ada janji ngumpul dimarkas bersama anak anak ruang 11 yang lain sore ini.
"Mau kemana kamu sore sore begini?"
Huf...Lily langsung menghela nafas sesaat setelah mendengar suara mamanya saat melewati area sofa,gadis remaja itu langsung berbalik dan memasang senyum saat menemukan sang mama yang duduk disalah satu sofa.
"Lily mau keluar bentar ma"ujar Lily menjawab pertanyaan mamanya barusan.
"Anak gadis siapa yang menjelang sore begini malah berniat keluyuran keluar rumah?Masuk Kamar!"ujar nyony Linda,mamanya Lily.
"Bentar aja ma,Lily udah terlanjur janji sama temen temen Lily"ujar Lily pada mamanya.
"Yasudah pergi sana"ujar mamanya Lily.
Lily yang medengar perkataan mamanya itu langsung senang karena merasa diberi izin
"Makasih ma"ucap Lily langsung melangkah pergi,namun langkahnya sedikit tertahan setelah mendengar perkataan sang mama selanjutnya.
"Kenapa kamu tak seperti Lala,sangat pembangkang"
Lily seakan bisa merasakan sebuah pisau tajam menancap dihatinya setelah mendengar hal itu,ia langsung mempercepat langkahnya.
*Padahal jika mama melarangku pergi dengan baik baik tanpa ada embel embel apapun,pasti akan-ku turuti*batin Lily setelah masuk kedalam mobilnya.
Markas Ruang 11___
Para anak anak ruang 11-Lily,Erlan,
Alex kini tengah asik berkumpul diruang tengah sambil menonton sebuah drakor dan yang memberikan rekomendasi judul drakor itu adalah Jessi.
"Kira kira hotel hantu itu beneran ada direal life gak sih?"tanya kelas ditengah tengah tontonan.
"Mana ada,fiksi doang itu"jawab Jake sibule kw.
"Hotelnya mungkin gak ada,tapi hantunya ada"saut Yayat.
"Kalau hotelnya ada,lo mau apa Do?"tanya Naira.
"Aldo mau mampir mungkin"ujar Rian.
"Aldo mampir kehotel hantu?masuk rumah hantu yang setannya boongan aja dia ngompol"ujar Rio.
Hahaha...gelak tawa langsung memenuhi ruangan itu sejenak
"Itu cerita lama weh,gak usah diungkit ngapa"ujar Aldo menahan malu karena aib lamanya diungkit kembali.Kejadian itu terjadi saat mereka pergi kesebuah pasar malam dan ada satu kejadian dimana Aldo ngompol dicelana gara gara ketakutan saat masuk wahana rumah hantu, jadilah peristiwa itu dianggap aib terbesar oleh Aldo seumur hidupnya.
"Kalaupun ada,lo harus mati dulu do biar bisa masuk"
Semuanya serempak menoleh kearah sumber suara,itu adalah suara Lily.
Gadis itu baru saja datang,ada Alex juga disebelahnya.
"Eh Lily,Alex udah dateng.Dateng bareng lo berdua?"tanya Iren kepada dua anggotanya itu.
"Gak,kita ketemu didepan"jawab Alex yang langsung mengabil posisi lesehan dilantai,sedangkan Lily duduk diatas sofa bergabung dengan para ciwi ciwi ruang 11 yang lain.
"Lo semua cowok cowok gue perhatiin sekarang suka banget ngedrakor"ujar Alex setelah melihat drama yang ditayangkan diTV cerdas dimarkas itu.
"Gimana enggak bro,orang si Jessi ngeracunin kita mulu"saut Jake.
"Tau tuh,ini ulahnya si Jessi ini"sambung Dayat yang sependapat dengan Jake.
"Alah gak usah jadiin jessi kambing hitam,itu salah lo semua kenapa gak nolak pas Jessi rekomendasiin drakor"ujar Alexa aka Axa,gadis itu tak terima jika para cowok itu menjadikan Jessi sebagai alasan.
"Tau tuh,gak ada yang protes tuh tadi"ujar Nesa yang juga tak terima objek eksperiment uji coba style make up dijadikan kambing hitam.
"Hayo loh,dua pawangnya Jessi marah"ujar Adam kepada Jake dan Dayat.
Dayat dan Jake langsung menoleh kebelakang kearah sofa dimana Axa dan Naisa duduk,benar saja kedua gadis itu menatap mereka dengan wajah sinis sampai sampai membuat kedua cowok itu menelan ludah.
Merasa ada alarm bahaya,jake maupun Dayat langsung mengangkat dua jari mereka keatas.
Sedangkan Jessi yang bisa dibilang sebagai tersangka utama akan perselisihan keempat teman sekelasnya ini malah terlihat tak sadar sama sekali,cecan yang satu ini sangat fokus menonton drakor yang diputar diTV dihadapan mereka dengan raut wajah serius setengah bengong.Iren yang duduk disebelah gadis itu dengan sabar menyuapi berbagai snack kedalam mulut Jessi yang sesekali terbuka saking fokusnya menonton,ini cewek kayaknya emang jadi anak kesayangan para ciwi ciwi lain ruang 11 deh.
Mereka melanjutkan tontonan mereka sampai dramanya tamat setelah perdebatan kecil yang tadi,Lily juga ikut menikmati tontonan itu sambil bersandar santai disalah satu pundak Biya.