Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 96


Mood Lily pagi pagi ini bisa dibilang tidak baik baik saja,namun gadis itu sekuat tenaga mengukir senyum diwajah saat melihat satu persatu koper milik tantenya dan juga James diangkut oleh supir kedalam bagasi mobil.Ia sangat ingin ikut mengantar kedua orang spesial sekaligus kesayangannya itu ke bandara namun lihatlah dirinya sekarang,ia sudah lengkap mengenakan seragam sekolah dan itu artinya Lily harus berangkat ke sekolah yang sama artinya sudah jelas dirinya tak bisa ikut ke bandara.Lily ingin bolos namun gadis itu ingat dirinya kini sudah kelas dua belas dan mau ujian semesteran pula,ia harus meminimalisir ketidak hadirannya disekolah jika dirinya mau lulus dengan lancar tanpa masalah.


Helen yang sedari tadi sibuk berpamitan dengan kakak dan juga kakak iparnya menyadari mood buruk dari keponakan sesayangannya itu,


wanita muda itu langsung meninggalkan obrolan dengan kedua orang tua gadis itu untuk menghampiri gadis remaja itu.


"Hei moodnya pagi ini keliatannya bad banget,are you okay?"


"Menurut tante sendiri?"saut Lily yang dihampiri tantenya itu,senyum terpaksa yang sejak tadi ditunjukkan langsung berubah dengan raut wajah cemberut.


Helen langsung tersenyum melihat wajah cemberut keponakannya yang menurut dirinya lucu itu,ia langsung merentangkan tangannya membawa gadis itu kedalam dekapannya.


"Keponakan tante jangan cemberut gitu dong,tante kan jadi gak tenang ninggalin"


"Tadi udah kucoba buat keliatan senyum tan,eh pas tante datang malah otomatis gak bisa senyum lagi"ujar Lily dengan suara pelan didalam pelukan sang tante.


Helen melepas pelukannya itu lalu menatap keponakannya itu dengan penuh kasih sayang


"Cuma beberapa bulan lagi okay, setelah itu akan jadi lebih baik buat Lily.Tante janji"ujar Helen sambil menaikkan jari kelingkingnya.


Meski tak begitu paham dengan maksud sang tante mengatakan hal itu,Lily langsung menautkan jari kelingkingnya kesana.


"Kurang paham tapi kalau tante Helena yang cantik udah janji,pasti baik buat Lily"ujar gadis itu.


"Aduh asik sekali yang baru pelukan,


aku juga mau dong dari my litle girl"entah dari mana James datang datang langsung merentangkan tangannya meminta sebuah pelukan,


Zia langsung memeluk bule itu sebentar lalu melepaskannya.


"Litle girl jangan lupa jaga kesehatan ya,minum obat dan vitamint yang teratur.Terus kalau ada apa apa,hubungi tante mu atau enggak aku.Okay?"ujar James.


"Hm Okay,but Lily titip buat jagain tante juga ya James.Minimal ingetin jadwal makannya,nanti mag-nya kambuh"ujar Lily kepada James.


"Tentu,Helena akan aman didalam penjagaan dan pengawasanku"saut James mengiyakan pesan dari keponakan kekasihnya itu.


"Ekhem.."waktunya berangkat,tuan Haris aka papanya Lily datang datang menginformasikan sudah saatnya berangkat ke bandara.


"Tante dan James pergi dulu ya Ly,


titip salam buat sepupu kamu Anan dan juga pacarnya.Ah titip salam buat temen teman kamu juga"pamit Helen kepada keponakannya sambil menitipkan beberapa salam.


"Iya tan,nanti Lily sampein deh"saut Lily mengiyakan.


"See you Litle girl"


Lily menatap ke pergian mobil yang membawa tantenya,James,serta kedua orang tuanya yang ikut mengantar ke bandara.


Hah...gadis SMA itu menghela nafas berat lalu menatap kearah mobilnya lalu kunci mobil ditangannya,ia kehilangan mood menyetir pagi ini.


Lily mengambil hp dan membuka grub chat kelasnya lalu mengetikkan sesuatu kemudian mengirim pesan disana.


...GROUB JELMAAN SPESIES AJAIB (Rules:waras>harap keluar)...


^^^Lily:^^^


^^^Mau nebeng.^^^


Yayat:


Mobil bags lo mana neng,ditrk dealer?


Dayat:


@Lily,bener neng?wah turut berduka cita ya.


^^^Lily:^^^


^^^@yayat @dayat,mood gue lg gk bs di ajk brcnd.^^^


Jake:


Sharelock Ly,bareng gue aja.


^^^Lily:^^^


^^^Oke @Jake,btw tanks.^^^


Setelah ada yang bersedia memberinya tebengan yaitu Jake,Lily langsung mengirim lokasinya kepada cowok itu.


Setelah itu Lilu menyimpan ponselnya kemudian kini tinggal menunggu Jake datang.


Rupanya Lily hanya perlu menunggu sekitaran enam menitan,entah posisi Jake yang memang lagi dekat dengan lokasi tempat tinggalnya atau gimana namun kurang dari sepuluh menit mobil cowok blasteran itu telah terlihat didepan gerbang kediaman keluarga Lily.


"Tanks udah mau ngasih gue tebengan Jake.Sory kalau agak ngerepotin"ucap Lily sesaat setelah dirinya masuk kedalam mobil milik kawan sekelasnya itu sambil memasang sabuk pengaman tempatnya duduk.


"No problem Ly,searah juga.Malah seneng gue,akhirnya tempat duduk disebelah gue ditempatin sama cewek mana cakep lagi kayak lo"ujar Jake kepada Lily,cowok itu sudah menjalankan mobilnya kembali.


"Dih masa ia baru gue cewek yang nempatin ini tempat"Lily terlihat tak percaya dengan perkataan Jake.


"Serius Ly,gak bohong sumpah"ujar Jake meyakinkan Lily,dia jujur kok guys gak boong.


"Dih sayang banget mobil mahal kayak gini gak pernah lo pake buat anter jemput cewek,kalah lo sama anak kelas sebelah yang meski tiap hari bawa motor bebek tapi jok belakang selalu ada yang ngisi"ujar Lily meledek Jake.


"Mau ngebantah tapi kenyataan.Gue juga heran deh Ly,kenapa gak ada satupun cewek disekolah kita yang kecantol sama gue.Padahal nih mobil sengaja gue beli yang cuma ada dua tempat duduk tuh biar semisalnya gue jalan sama cewek jadi romantis and kece gitu,eh kenyataannya malah gak pernah ada cewek yang mau ngedete berdua sama gue"ujar Jake yang nampak mulai meratapi nasib


"Berarti lo emang ditakdirin jomblo kawan ku"ujar Lily yang mendapat helaan nafas frustasi dari yang tengah menyetir.


"Tapi sumpah ya Jake,gue masih agak kurang percaya sama kata kata lo tadi.Masa iya cowok yang punya tampang spek playboy kelas kakap macam lo belum pernah ngedete sama cewek"ujar Lily,membuat Jake tiba tiba menyimpulkan suatu hal.


"Eh tapi kayaknya gara gara tampang gue yang modelan playboy deh Ly,yang bikin cewek cewek ogah gue deketin"


ujar Jake.


"Wah kayaknya bener sih Jake"Lily sedikit menyetujui hal itu.


"Berarti udah fiks ini mah.Gini nih nasib punya bokap spek playboy kelas kakap,jadi nurun deh ke gue sebagai anaknya.Cakep sih cakep tapi warisan aura playboy-nya itu loh yang bikin cowok baik baik baik kayak gue malah dikira playboy"ujar Jake yang berhasil menemukan sekaligus menyimpulkan penyebab ke tidak beruntungannya saat berurusan dengan cewek.


"Kalau kayak gitu sih,gua cuma bisa bilang sabar sih Jake"ujar Lily yang tak tau harus berkomentar apa lagi kepada Jake.