Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 85


Namun ketidak miripan mereka keduanya manfaatkan untuk bisa menjalani kehidupan pergaulan mereka masing masing,tidak ada istilah anak kembar harus bersama jika pergi kemanapun.Selain itu keduanya juga sepakat untuk tak mengumbar ke orang lain termasuk teman teman mereka kalau mereka punya kembaran,menurut Iren dan Enri sih biarkan itu menjadi privasi bagi mereka.


Meski tak memiliki kemiripan dari segi wajah,namun sepasang anak kembar ini bisa dibilang memiliki kemiripan yang cukup identik dari sifat dan prilaku serta kebiasaan mereka.Salah satu contohnya adalah pembawaan mereka yang nampak dewasa,tegas,serta mandiri dalam keseharian dan dilingkungan pergaulan mereka.


Selain itu baik Iren dan Enri sama sama memiliki kecerdasan tinggi diotak mereka,meski balik lagi pada kenyataan kalau kecerdasan yang mereka miliki harus dipendam dan dibiarkan tersembunyi karena perintah orang tua mereka.


Keduanya sama sama sedang mengenyam pendidikan ditingkatan yang sama,


bedanya hanyalah jika saat ini Iren yang memilih bersekolah diSMA-nya yang sekarang,Enri sendiri memilih untuk memasuki sebuah sekolah kejuruan alias SMK.Pemuda itu mengambil jurusan teknik mesin diSMK-nya.Kembarannya Iren ini juga menggeluti sebuah pekerjaan sampingan untuk menghasilkan uang untuk dirinya,yaitu bekerja sebagai montir paruh waktu di bengkel milik salah satu temannya se-SMK.


Skip___


Pagi hari masih didalam kediaman keluarganya ketua kelas ruang 11, Iren.Dimeja makan terlihat empat orang yang terdiri dari dua orang dewasa yang merupakan sepasang suami istri dan dua lagi adalah anak anak mereka yaitu Iren dan Enri,keluarga itu sedang sarapan sekarang sambil berbincang bincang.


"Bagaimana dengan sekolah kalian berdua?dimulai dari Iren"tanya sang papa.


"Normal pa.Beberapa hari yang lalu sekelompok siswa dari kelasku dihukum dijemur dilapangan gara gara tertangkap merokok,ada beberapa yang bolos juga"


"Pelajaran?"


"Cukup baik,meski ada beberapa materi yang sulit untuk-ku pahami"


"Bagus.Tak perlu mengerti semuanya,


cukup pelajari apa yang kamu mengerti saja dan tak perlu berusaha untuk mengerti materi lain yang sulit untuk kamu pahami itu"


"Iya pa,tanpa papa suruhpun Iren juga malas untuk melakukan hal itu"


*Kembaranku ini pintar sekali memilih jawaban*Enri memuji Iren yang menurutnya sangat lihai memberi jawaban yang dibutuhkan oleh orang tua mereka,tentu saja pemuda itu mengatakannya dalam hati.


"Sekarang giliranmu Enri"sang papa kini beralih menagih jawaban dari Enri.


"Akhir akhir ini aku banyak ikut nonkrong sama temen temen pa,kita ngobrol sambil bahas hal hal random gitu...,"Enri mulai memberikan jawaban versi dirinya "Kalau soal sekolah sih,dibulan ini banyak praktek gitu tapi ya Enri masih agak kelimpungan sama praktek itu.Ada beberapa metode permesinan yang Enri ketinggalan buat belajarnya gara gara bolos diajak temen"lanjut Enri.


*Good Job Enri*batin Iren.


"Tak masalah untuk itu,ketinggalan beberapa hal tak akan membuatmu kesulitan"ujar sang papa.


*Iya gak kesulitan,buktinya gue udah ngerasa jadi anak burung yang terus dijagain tuannya.Lebih buruk bahkan,


burung mah masih disuruh asah bakat sama pemiliknya.Lah gue?!*Enri.


*Trus kalau mama papa gak ada gimana?! Heran gue kenapa orang tua gue ini beda dari yang lain,terlahir dengan otak jenius dikekuarga ini itu kayak jadi sebuah kesalahan besar*batin Iren.


*Sampai kapan kita harus pura pura jadi orang bodoh??!!*Iren dan Enri.


Setelah beberapa saat berlalu, akhirnya Iren sudah menyelesaikan sarapannya terlebih dahulu ketimbang tiga anggota keluarganya yang lain.


"Sudah mau berangkat?"tanya sang papa yang melihat dirinya mulai beranjak dari tempat.


"Iya pa"jawab Iren.


"Ini masih jam enam pagi lewat dikit loh,kamu kok pergi kesekolahnya cepat terus sih.Mau ngapain kamu kesekolah cepet cepet,jangan bilang mau belajar!"ujar sang papa menatap Iren dengan tatapan penuh selidik,


namun Iren tak jadi kikuk sedikitpun karena sudah biasa mengendalikan ekpresi wajahnya.


"Ya enggaklah pa,kurang kerjaan banget.Kan udah sering aku bilang alasan berangkat kesekolah cepet itu biar bisa menghindari anak osis kurang kerjaan yang hobi ngeledah tas orang dideket gerbang sekolah,


aku-kan bawa beberapa peralatan yang gak seharusnya dibawa kesekolah jadi jangan sampai kena sita"jawab Iren dengan sangat lancar tanpa ada terlihat ragu atau berfikir.


"Begitu rupanya,papa kira kamu ingin belajar.Yasudah sana berangkat"ujar sang papa memersilahkan anak gadisnya itu untuk pergi berangkat kesekolah.


Skip_


Iren kini sudah sudah sampai kesekolah,saat ia melihat jam tangannya.Tertera disana jam 06:20 menit,untuk hitungan jam masuk 08:00 tepat maka bisa dibilang saat Iren datang kesekolah,lingkungan sekolah masih terlihat sepi dan lengang karena jumlah murid yang datang masih bisa dihitung dengan mudah.


Bahkan mobil milik Iren saja baru menjadi mobil kedua yang terparkir diarea parkiran,padahal ada banyak murid SMA ini yang membawa mobil ke sekolah.


Hal yang pertama Iren lakukan sesampai disekolah adalah tentu saja langsung menuju kekelasnya,meski lorong kelas masih terlihat sepi dan menakutkan pagi pagi kayak gini tapi Iren tak takut sedikitpun karena sudah bisa.Sesampai dikelas,Iren duduk dibngkunya dilanjut meletakkan tas lalu mengeluarkan laptop tablet miliknya dari dalam tas kemudian mulai mengerjakan sesuatu dengan tablet itu dengan Airpods yang terpasang dikedua telinga.Pasti gadis itu kini tengah melanjutkan pekerjaan freelance-nya yang belum selesai,gadis itu sangat fokus. Bahkan saking fokusnya ia menghiraukan beberapa murid yang bukan penghuni kelas itu datang dan pergi dikelas itu,hanya satu pendatang yang sempat dia sapa dan ajak bicara yaitu Yura.


Saat jarum jam telah menunjukkan pukul 07:15 tepat,Iren langsung menyimpan tablet itu kembali kedalam tasnya lalu beranjak dari tempatnya untuk memulai aktivitas paginya setiap hari dikelas.Yaitu aktivitas merapikan dan membersihkan area meja guru serta papan tulis yang selalu penuh oleh corat coret dari penghuni kelas ini,disaat saat inilah terlihat satu persatu penghuni kelas mulai ada yang menunjukkan batang hidung mereka.Dan untuk beberapa minggu terakhir ini,Lily adalah salah satu yang sering datang setelah dirinya.