
Hari kedua___
Lily sudah duduk dimeja makan sejak lima belas menit lalu untuk sarapan,
bahkan roti tawar berselai strowbery yang menjadi menu sarapan untuknya sudah sampai disuapan terakhir.
Gluk...gluk...gluk...
Gadis berseragam SMA itu langsung meminum susu digelas yang juga merupakan susu rasa strowbery dengan cepat sampai habis tak bersisa,ia meraih dua susu kotak yang sialnya juga masih rasa strobery kedalam tasnya.Lily kemudian bangkit dari tempat duduknya kemudian berkata
"Lily berangkat dulu pa,ma"pamit gadis itu.
"...."
Hening tak ada sautan dari kedua orang tuanya,sepasang suami istri yang menjadi orang tua Lily itu teelihat hanya melirik sekilas tanpa berkata lalu kembali fokus pada sarapan mereka.Merasa tak akan mendapatkan balasan atau respon apapun,Lily hanya mengangkat kedua bahunya keatas pelan lalu berlalu pergi dengan kunci mobil ditangan.
Sama halnya seperti dihari pertama dirinya diperjalan kesekolah kemarin,Lily kali ini juga berhenti diminimarket yang sama dengan tujuan untuk membeli hal yang sama juga yaitu dua kotak susu kemasan rasa coklat.Dan persis seperti kemarin juga,sekeluar dari minimarket setelah membayar apa yang ia beli, gadis itu tanpa ragu langsung membuang kedua susu kotak rasa strowbery yang dibawanya dari rumah lalu berlalu dengan mobilnya.Namun ada satu hal yang Lily tidak sadari saat membuang kedua susu kotak itu,
yaitu ia tak sadar kalau ada seseorang yang melihat kegiatannya itu dari dalam mobil yang berada diarea parkiran minimarket.
Kelas___
"Selamat pagi Lily"
Suara Iren siketua kelas langsung terdengar menyapa,saat Lily memasuki kelas.Gadis cantik berseragam rapi itu terlihat sedang menghapus coret coretan yang memenuhi papan tulis menggunakan penghapus.
"Pagi juga Iren,masih sepi aja nih kelas"balas Lily.
"Ini gue yang kecepatan datang atau gimana?kok kelas baru ngisi tiga orang doang termasuk gue?"tanya Lily heran saat melihat hanya total tiga orang saja didalam kelas.
"Oh udah biasa itu mah"ujar Iren
"Kalau mau liat penghuni kelas ini udah rame pas lo datang,ya lo datang agak mepetan jam masuk aja.Soalnya penghuni kelas ini lebih suka datang sambil ngos ngosan berkejar dengan waktu masuk,dari pada harus jalan santai"lanjut Iren yang sudah selesai dengan urusan papan tulis.
"Oh gitu"ujar Lily
kemudian ia menuju ketempat duduknya yang berada dipojok belakang,Iren juga terlihat mengikuti Lily dari belakang dan duduk dikursi kosong disebelah tempat duduk Lily.
"Hari ini mapel apa Ren?"tanya Lily.
"B.Indo,sejarah P,Geo,B.Inggris" jawab Iren menyebutkan 4 mata pelajaran yang akan mereka lewati hari ini.
"Oh baguslah,gue berarti gak salah bawa buku"ujar Lily setelah mendengar jawaban Iren itu.
Kini Lily mengeluarkan satu kotak susu coklat yang dia beli tadi dari minimarket lalu mulai meminumnya
"Mau?"tawar Lily pada Iren,namun ketua kelasnya itu menggeleng tanda jawaban tidak.
"Ngeliat cara lo nikmatin itu susu kotak,kayaknya lo demen banget"komen Iren.
"Gue emang suka minum susu,khususnya rasa coklat"balas Lily atas perkataan Iren itu.
"Dulu juga gue lumayan sering ngeliat mendiang kembaran lo minum susu kotak,tapi ngeliat dari kemasannya kayaknya itu susu rasa strowbery"ujar Iren pada Lily.
"Kembaran gue emang suka susu rasa strowbery,bukan cuma susu aja tapi semua yang berbau buah strowbery pasti dia suka.Berbanding terbalik banget sama gue"ujar Lily.
"Berarti lo gak suka sama strowbery ya?"tanya Iren memastikan,ia dapat menebak menebak hal itu dari perkataan Lily barusan.
"Hm lo bener,gue gak suka semua hal yang berbau strowbery.Gue lebih suka coklat dan ya sebaliknya juga,Lala juga kurang suka hal hal berbau coklat"ujar Lily.
"Berarti lo sama mendiang kembaran lo punya kesukaan dan ketidak sukaan yang bertolak belakang ya"ujar Iren.
"Ya bisa dibilang gitu,bukan cuma soal kesukaan atau ketidak sukaan doang.Kita berdua juga punya sifat dan cara berfikir yang bisa dibilang siang dan malam banget alias sangat bertolak belakang,tapi sayang gak banyak yang sadar soal itu dan malah banyak yang menyama ratain gue sama Lala"ujar Lily,nada bicara gadis itu agak berbeda diakhir.
Iren sedikit memahami maksud murid baru dikelasnya ini
"Pasti lo gak suka dan keberatan ya selalu disama samain sama mendiang kembaran lo?"tanyanya pada Lily.
"Jahat gak sih Ren,kalau gue emang gak suka disamain sama mendiang kembaran gue?"tanya Lily.
Iren langsung menggelengkan kepalanya langsung saat mendengar pertanyaan Lily itu
"Gak jahat kok Ly,tenang aja.Lagi pula siapa juga yang seneng disama samain sama orang,meskipun saudara sendiri.Gue juga ogah dan pasti gak suka sam kayak lo"ujar Iren.
"Bagus deh kalau gitu,gue lega pas lo bilang gue gak jahad karena hal itu"ujar Lily merasa sedikit Lega.
"Btw Ly,lo udah ngambil baju olahraga dikoperasi?besok ada jam olahraga loh"tanya Iren.
"Belum sih,tapi gak papa.Kapan kapan aja gue jemput,lagian gak bakal kepakai juga sama gue"jawab Lily santai.
"Maksud lo?"
"HEI KELASKU TERCINTA,ROMBONGAN PENGHUNIMU DATANG!"
"JANGAN BRISIK BAY!"
"SORY BU KETU"
setelah suara lengkingan dari salah seorang murid ruang 11 yang datang berombongan,pembicaraan Lily dan Iren terputus begitu saja.
Jam istirahat___
Jika saat jam istirahat mayoritas murid akan menuju kekantin untuk memberi nafkah cacing cacing yang sudah mulai berontak didalam perut masing masing,Lily malah memilih menuju Rooftoof sekolah karena malas bertemu dengan Alan dkk dikantin nanti.
"Udah ada orang ternyata"ujar Lily spontan saat melihat seorang murid yang sedang berdiri sambil bersandar dipagar pembatas.
Tidak,Lily tidak bergerak pergi dari sana meski melihat ada orang lain disana.Remaja itu malah dengan santai berjalan kearah pagar pembatas yang cukup dekat dari orang pertama itu
"Gak masalahkan berbagi rooftoof ini?"tanya Lily pada cowok yang tampak sedikit kaget dan heran melihat kedatangannya.
"Gak masalah,lagi pula ini bukan sekolah gue"saut cowok itu cuek.
Setelah itu hening tidak ada suara sebelum akhirnya cowok yang berdiri tak jauh disamping Lily itu mulai mengajak Lily bicara
"Lo pasti murid baru kembaran siputri sempurna itu ya?"tanya cowok itu.
"Hm gue orangnya,dan kayaknya julukan siputri sempurna udah melekat banget kayaknya sama dia disekolah ini"saut Lily tanpa menatap lawan bicaranya.
"Julukan yang dikasih penghuni sekolah ini agak berlebihan,mana ada manusia yang lahir sempurna"ujar cowok itu,membuat Lily menoleh.
"Jujur meskipun Lala itu kembaran gue,tapi gue punya pemikiran yang sama ke julukan itu pas pertama kali
dengernya"ujar Lily yang menyetujui perkataan murid cowok yang gak dia kenal itu.