Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 75


Sebuah mobil mewah terlihat berhenti disebuah parkiran dekat area pemakaman.Tak lama keluar seorang gadis remaja dengan memakai seragam sekolah dengan sebuah kaca mata hitam bertengger dihidungnya,gadis itu membawa bunga ditangannya.


Yura Aditama nama yang tertera pada almamater sekolah yang dikenakan.


Brak..pintu mobil ditutup kemudian gadis itu berjalan memasuki area dalam pemakaman,setelah berjalan cukup lama ia akhirnya sampai didepan sebuah makam yang jika dilihat masih terlihat cukup baru dibanding makam makam disekitarannya.


Lala Gentari Abraham nama yang tertulis dibatu nisan pada makam itu.


Gadis itu meletakkan bunga yang dirinya bawa diatas makam tersebut kemudian melepas kaca matanya dan meletakkan dipinggir lalu menunduk menyatukan tangannya untuk mulai berdoa sejenak.


"Hai apakabar rival sekaligus kawan tercinta gue? Gue doa-in semoga tuhan berbaik hati ngasih surga buat lo,meskipun lo pergi dengan cara yang sangat salah.Sorry juga kalau gue baru bisa sekarang ngunjungin rumah baru lo ini,mau bagaimanapun gue tetep punya rasa bersalah karena gagal menghentiin rencana bodoh lo itu"


"Padahal gue udah percaya diri loh La kalau gue bakal bisa nolong lo tapi malah zonk gini,emang bener kalau gak semua rencana yang bahkan disusun dengan sangat matangpun gak ada jaminan untuk berhasil.Gue yakin bisa sangat yakin nolongin lo saat itu karena tiga tahun lalu gue sendiri bisa berhasil dari bebas dari jeratan rantai eksprektasi itu, tapi yasudahlah semua sudah terjadi"


"Btw gue udah ketemu sama kembaran lo.Jujur aja nih ya,lebih asik ngomong sama Lily dari pada lo La, gue ngerasa jalan pikiran gue sama kembaran lo itu cocok gak kayak lo.


Lily keliatannya juga terpukul atas kepergian lo,anaknya sih dari luar keliatan selalu happy kiyowo kayak gak punya masalah hidup.Tapi seorang Yura yang handal ini bisa ngeliat perasaan tersembunyi kembaran lo itu melalui sorot matanya,tega banget lo ninggalin dia sendiri.Oh iya gue udah lakuin sesui dengan permintaan terakhir lo,gue gak ngasih tau alasan kenapa lo milih pergi dari dunia.Kasihan gue tuh ngeliat Lily jadi pusing gitu,padahal apa susahnya sih lo ninggalin surat buat dia tentang penyebab lo milih pergi?"


Yura menghentikan ocehannya lalu melihat kearah jam yang melingkar pada pergelangan tangan kirinya, sudah sore rupanya.


"Udah kesorean nih La,gue balik dulu ya.Sorry kalau kata kata gue tadi ada yang sarkas menurut lo,tapi lo taukan karakteristik gue kayak gimana jadi gue gak takut lo marah atau ngambek diatas sana karena denger ucapan lo.Sampai jumpa lagi"


Setelah berpamitan,Yura beranjak dari tempatnya dan mulai berjalan menjauh meninggalkan makam yang merupakan tempat peristirahatan terakhir dari seorang Lala Gentari Abraham.


Skip_


Hari baru semangat baru,begitu seharusnya tapi bagi Lily tidak pernah ada semangat baru lagi baginya setelah kepergian Lala.


Dengan seragam lengkap,Lily langsung duduk dimeja makan.Disana sudah ada salah satu orang tuanya dan terlihat sang papa yang telah rapi dengan setelan kantor,sepertinya orang tuanya itu sudah masuk kerja hari ini dan ngomong ngomong dimana mamanya?tumben tak bersama papanya disana seperti biasa.


"Papa sudah masuk kerja hari ini?" entah ide dari mana Lily berani membuka obrolan dan mengajukan pertanyaan itu.


"Hm,perusahaan harus dikontrol oleh pimpinannya"


*Oke respon yang lumayan*batin Lily.


"Jangan terlalu keras bekerja,mama akan sedih jika suaminya sakit"Lily.


"Ya"


Hanya sampai disana saja percakapan ayah dan anak itu,adem sekali rasanya tak ada tanda seru dalam kalimat mereka bukan?


"Non Lily,ini bekal untuk non bawa kesekolah seperti yang non Lily katakan tadi malam"ujar bik Nur langsung bergerak memasukkan dua kotak kedalam tas sekolah Lily dan juga tamble minum.


"Iya bik"Lily


"Non tidak bawa buku kesekolah?" tanya bik Nur kepada Lily saat melihat isi tas majikan mudanya itu yang hampir tidak ada buku didalam.


"Bukunya saya tinggal diloker sekolah bik,males bawa buku berat berat kesekolah"jawab Lily.


"Semua non?Kalau non Lily mau belajar dirumah gimana?"tanya bik Nur.


"Selain ngerjain pr,saya hampir gak pernah belajar dirumah bik"jawab Lily,ia terlihat meletakkan sendok garpunya diatas piring yang sudah kosong dan terlihat beranjak dari tempatnya.


"Saya berangkat bik,terima kasih bekalnya"ucap Lily menyandang tas sekolahnya lalu berlalu dari sana untuk beranjak kesekolahnya.


Setelah nona mudanya pergi dari sana,bik Nur kembali kedapur meninggalkan tuan dan nyonya-nya yang masih melakukan aktivitas sarapan pagi.


Tuan Haris dan nyonya Linda sejak tadi hanya diam mendengar percakapan antara putri mereka dan bik Nur sampai selesai,tak ada niatan untuk keduanya atau salah satu dari mereka ikut dalam percakapan itu.


Sekolah__


Lily keluar dari dalam mobilnya yang baru saja terparkir diparkiran sekolahnya,ia menyandang tasnya dan berjalan meninggalkan area parkiran memasuki area gedung sekolahnya.


"Hai Lily,selamat pagi"


Hah...entahlah tapi Lily selalu refleks membuang nafas berat setiap mendengar suara sapaan itu,ia dapat menebak siapa pemberi sapaan dari suaranya saja.Dia adalah Vero.


Lily hanya menghentikan langkahnya sejenak saja kemudian lanjut berjalan lagi tanpa menghiraukan keberadaan cowok yang mulai mengikuti disampingnya.


*Hiraukan saja! Kita gak boleh mendengarkan ucapan jin Lily*Lily berujar didalam hatinya.


"Gimana kabarmu hari ini Ly?Ah iya aku tadi pagi pagi sekali sudah meletakkan susu kotak rasa strowbery favoritmu diatas mejamu"


"Oh iya kamu tau Ly,sebentar lagi akan ada pemilihan pengurus osis baru loh.Aku mau nawarin kamu jadi pengurus osis tapikan udah kelas 12, gak jadi deh"Vero terus mengoceh dan Lily terus berpura pura tidak ada yang tengah mengoceh didekatnya.


Keduanya bahkan menjadi pusat perhatian selama dilorong sekolah,


gimana enggak?soalnya Vero yang merupakan salah satu cowok populer disekolah malah kayak anak ayam yang ngintilin setiap langkah induknya.


Mana mulut tuh cowok gak ada berhenti ngoceh dari sejak bertemu Lily tadi,seperti itu saja terus sampai Lily masuk kedalam kelasnya meninggalkan Vero begitu saja sendirian diluar kelas.Sedangkan Vero otomatis menghentikan langkahnya karena tak mungkin dirinya ikut masuk kedalam ruangan kelas Lily,itu sama saja memancing amarah penghuni lain kelas itu karena hubungan kelasnya dan kelas Lily sejak dulu emang agak gimana gitu.Jadilah Vero berbalik arah menuju ke kelasnya sendiri.