Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang

Saat Sang Malam Dituntut Menjadi Siang
Bab 32


Seperti biasanya Lily akan selalu berakhir dimarkas anak anak ruang 11 setelah menyelesaikan aktivitas bersekolahnya dihari itu,tentunya dirinya tidak sendiri karena hampir semua teman sekelasnya juga akan ditempat itu setelah pulang sekolah.


Ngomong ngomong soal hal itu,setelah beberapa hari berkumpul disana akhirnya Lily mulai mengetahui alasan dari beberapa teman sekelasnya itu selalu hampir tak pernah absen berada dimarkas setiap pulang sekolah.Bahkan terkadang mereka banyak yang tak pulang kerumah dulu dan langsung menuju kemarkas dengan masih menggunakan seragam sekolah,itu cukup mengherankan terlebih terkadang dimarkas juga tak ada hal menarik yang bisa dilakukan.


Sejauh ini yang Lily ketahui alasannya adalah Jake,Erlan,Dayat, Yayat,Biya,Nesa,Naira,dan beberapa anak cowok lainnya.Menurut pengakuan para teman temannya ini,Jake sendiri menurut mengaku kalau dirinya tak pernah absen ke markas karena kesepian.Menurut curhatan cowok ini kepada Lily sih,ortunya itu udah ceria dan papanya udah nikah lagi juga sedangkan mamanya sendiri memilih tinggal diAustralia yang merupakan negara asal sang mama.


Erlan alasannya karena cowok itu gak betah dirumah,soalnya bisa dibilang dia anak broken home dan ortuny suka berantem dirumah makanya gitu.


Kalau Dayat dan Yayat sih gak usah ditanya soalnya kedua orang yang udah bersahabat sejak kecil ini merupakan anak rantau dan tentunya sebagai anak rantau mereka tinggal jauh dari keluarga masing masing, keduanya ngaku suka ke markas supaya gak ngerasain kesepian dikos mereka.


Lanjut dengan alasan Biya,Nesa, Naita,dan beberapa anak cowok lain yang mengaku kesepian karena ortu mereka sibuk kerja semua,apalagi diantara mereka ada yang terlahir sebagai anak tunggal juga.


Baiklah itu semua yang Lily ketahui alasannya kenapa mereka suka banget kemarkas sepulang sekolah buat ngabisin waktu sampai malam,gimana kalau Lily sendiri?itu gak usah di tanya lagi karena sudah pasti jika di tanyapun Lily akan menjawab kalau dirinya sangat tidak betah dirumah.


Meski mamanya Lily seringnya dirumah tapi Lily selalu ngerasa rumah tempat tinggalnya itu kosong,selain remaja itu juga ngerasa kalau bangunan yang disebut sebagai rumah itu gak ada makna rumahnya sekali dihatinya sekarang.


Baiklah karena memikirkan itu membuat Lily jadi terbawa fokus mengamati wajah wajah temen teman sekelasnya,ah diantara kedua puluh teman sekelasnya ini menurut Lily sendiri terdapat empat orang yang memiliki aura latar belakang yang misterius.Keempat orang itu adalah Alex,Iren,Axa,dan Jessi.Entah kenapa tapi keempat teman sekolahnya ini memiliki aura yang berbeda dan jelas terlihat tertutup,Lily tidak asal menebak atau berfikir namun pergaulannya yang cukup luas selama hampir 6 tahun tinggal dinegara kanguru itu tidak dapat diremehkan.


Iren,sosok ketua kelas yang nampak memiliki prilaku dan kehidupan paling normal dikelas bagi orang orang yang melihatnya,Lily juga merasa begitu saat pertama kali melihat ketua kelasnya ini namun bukankah yang terlihat biasa biasa saja sering menyimpan hal besar?


Alex?kalau cowok yang satu ini dari pertama kali melihat saja terutama saat melihat sorot matanya saja sudah terlihat jelas nampaknya kawannya ini sudah merasakan banyak kehancuran serta hal yang menyakitkan dalam hidup,Lily juga tidak asal menebak karena entahlah tapi Alex seperti gambaran dirinya versi cowok menurut Lily pribadi.


Lalu bagaimana dengan Axa dan Jessi,dua orang sahabat yang kalau dari segi sifat sangat bertolak belakang.Axa yang keras,emosian,dan tidak sabaran sedangkan Jessi yang nampak kalem kearah pendiam,tak banyak tingkah,sedikit lugu dan lola.Awalnya Lily tak memiliki pemikiran tentang kedua teman sekelasnya ini namun setelah Lily tak sengaja melihat pergelangan tangan kiri tanpa menggunakan gelang yang biasanya terpasang banyak disana,luka goresan disana cukup terbaca.Begitu juga dengan Jessi yang akhir akhir ini sering tak sengaja Lily pergoki tengah melamun dengan tatapan kosong yang menyedihkan,tentu gadis cantik itu juga terlihat tak baik baik saja dimata Lily sejak saat itu.


Hah...Lily menghela nafasnya berat, membuat Adam yang kebetulan duduk tak jauh darinya me-notice hal itu.


"Kenapa menghela nafas kayak gitu Ly,lo gak papa?"tanya Adam siwakil ketua kelas bertanya kepada Lily,cara bicaranya persis seperti bapak bapak jadi tak salah cowok itu dipanggil bapak Adam oleh satu kelas.


"Gue gak papa kok bapak Adam"ujar Lily sengaja memanggil ketua kelasnya itu dengan bapak Adam.


"Wah udah mulai ikut ikutan kayak anak anak yang lo ya hahaha.."ujar Adam lalu tertawa diakhir membuat Lily ikut tertawa juga,jujur Lily sendiri tak tahu apakah ada yang lucu jadi ia memilih untuk ikut ikutan tertawa saja.


"Kayaknya bapak Adam sama Lily udah mulai mengakrabkan diri nih,hati hati mak nanti dimadu lagi sama Abi"suara Aldo langsung mengalihkan perhatian Lily maupun Adam serta teman teman mereka yang lain.


"Wah bapak Adam jangan jadi pedofil dong godain anak sendiri"saut Dayat dari tempatnya berada.


"WOI!Lo Semua Ngapain Selalu Bawa Bawa Nama Gue Sih"seru Iren tak terima selalu diseret dalam pembahasan tak penting dari para anggotanya itu.


"Waduh Mak Ngamuk,Bapak Adam gimana nih!"ujar Axa memanas manasi.


"Udah dong Mah,jangan ngamuk gitu.


Bapak setia kok sama Mamah Iren"ujar Adam meladeni dengan senang hati candaan para anggotanya.


"GELI BANGSAT"baiklah mohon maaf semua karena nampaknya Iren udah mengeluarkan kata kata mutiara saking kesalnya dengan tingkah para penghuni ruang 11 ini.


Hhahaha...


baiklah Lily sudah tak bisa menahan tawanya lagi,gadis itu tertawa dengan puas setelah menyaksikan drama aneh teman temannya ini.Saing puasnya tertawa membuat Lily kini tak sadar kalau dirinyalah yang kini menjadi pusat perhatian teman temannya,hehehe...tawa gadis itu langsung berubah menjadi cengiran canggung karena sadar dirinya telah menjadi pusat perhatian.


"Ekhem,lo semua bisa gak sih gak liatin gue kayak gitu"ujar Lily mulai tak nyaman.


"Kenapa berhenti ketawa Ly?"Jake.


"Hah?"Lily bingung.


"Sumpah!Lo Tambah Cakep Kalau Ketawa Lepas Gitu Ly"ujar Aldo heboh.


"Nah setuju gue sama siAldo,Senyuman lo manis dan adem banget sumpah!"sambung Nesa tak kalah heboh.


"Setuju tuh"seru Iren.


Mendengar pujian dari teman temannya ini membuat pipi Lily sedikit memerah,gadis itu merasa malu mendapat pujian seperti itu.


"Udah udah guys pujiannya,kasian anak orang jadi malu"ujar Alex setelah melihat reaksi Lily.


HAHAHA...tawa kembali terdengar dari kumpulan para remaja SMA itu, terkadang hal hal sederhana sudah berhasil membuat tawa tulus yang bahagia terdengar.Bukan Begitu?