
Lily kini tengah berdiri didepan cermin besarnya seperti biasa saat ia sedang bersiap hendak kesekolah.
Na~nan~na~nan~na~ye~ye~ye...
Remaja itu terdengar bersenandung kecil sambil memasangkan dasi pada kerah kemeja seragam sekolahnya,
Lily terus bersinandung asal namun senandungan asal itu dapat menggambarkan kalau suasana hati gadis itu sangat cerah dan sangat baik pagi ini.Tak pernah sebaik ini untuk beberapa minggu belakangan,ini pagi terbaik bagi Lily setelah pindah kembali ke kediaman keluarganya.Merasa penampilannya sudah rapi,Lily langsung meraih tas sekolah miliknya dan langsung menyandangnya dipunggung seperti biasa lalu pergi menunggalkan kamarnya.
Tap tap tap...Lily menuruni tangga sambil setengah berlari,membuat bik Inem yang kebetulan sedang membersihkan area disekitar tangga langsung menegur cemas nona mudanya itu.
"Ya ampun non Lily,jangan lari gitu nurunin tangganya.Kalau non Lily kenapa kenapa bagaimana"ujar bik Inem terlihat cemas,namun Lily malah cengengesan.
"Hehehe..sory bik Inem,saya lagi semangat pagi ini"ujar Lily kepada buk Inem,lalu gadis berseragam SMA itu langsung ngacir menuju kearea ruang makan.
"Wah baru pertama kali saya liat non Lily bersemangat sekali begitu"gumam bik Inem melihat perilaku anak majikannya itu yang nampak berbeda dari biasanya.
"Selamat pagi everyone!Lily datang"
Lily dengan semangat berseru saat memasuki area ruang makan,menyapa semua yang telah hadir terlebih dahulu disana.
"Jangan berteriak!"tegur papanya.
Namun nampaknya teguran itu tak dipedulikan oleh Lily,gadis SMA itu langsung mendekat dan berdiri diantara kursi yang ditempati Iren tantenya dan juga James.
Cup..cup..
"Pagi Tan,pagi James"
Lily memberikan kecupan pada salah satu sisi pipi keduanya dan juga menyapa pasangan kekasih itu lalu dengan hangat.
"Pagi juga Litle Girl"balas Helen dan James membalas sapaan pagi yang hangat dari gadis SMA yang tengah berdiri diantara mereka itu, Cup..keduanya dengan kompak menghadiahi kecupan balasan dimasing masing pipi Lily sehingga gadis SMA itu langsung tersenyum lebar.Kedua adegan itu disaksikan langsung oleh kedua orang tua sigadis yang sejak tadi terlihat melirik diam diam kearah ketiganya.
Selesai dengan itu,Lily berjalan memutar dan duduk dikursi yang biasa menjadi tempatnya duduk saat dimeja makan.
"Keponakan tante ini terlihat semangat sekali kamu memulai hari"ujar Helen kepada keponakannya.
"Oh tentu.Itu karena Tante sama James disini,pagi ini menjadi hangat.Oleh sebab itulah Lily menjadi semangat"ujar Lily menyauti perkataan tante mudanya.
"Memangnya kemarin kemarin tak hangat begini hm?"tanya Helen mendengar sautan dari keponakannya.
"Boro boro hangat,yang ada cold war"jawab Lily santai.Sedangkan Helen seketika langsung melirik kearah abang dan juga kakak iparnya, yang terlihat acuh.Tak jelas apakah mereka pura pura atau gimana,tapi sudut mata mereka nampak melirik kearahnya dan juga Lily.
"Begitu rupanya"ujar Helen sambil mengangguk anggukkan kepala.
"Btw gue lupa nanyain ini semalam,
tante Helen sama James berapa hari disini?maksudku diindonesia"tanya Lily sambil menatap kedua orang yang dirinya ajukan pertanyaan itu bergantian.
"Satu minggu Ly"jawab sang tante.
"Yahh..kok satu minggu doang,minimal dua minggu dong biar asik"ujar Lily mulai terlihat cemberut.
"Maunya sih gitu,tapi harap maklum dong.Tante ini masih kuliah hei,semester akhir pula.Nah James juga masih banyak kerjaan diperkebunannya"Helena menjelaskan alasan kenapa dirinya dan James hanya bisa tinggal 1 minggu dinegara itu kepada sang keponakan kesayangan.
"Benar apa yang dikatakan kekasihku
Litle girl,perkebunanku masih sangat memerlukan kehadiranku disana terlebih menjelang musim tanam seperti ini"ujar James menambahi penjelasan dari kekasihnya.
Gadis muda itu nampak mengangguk pelan sambil berfikir setelah mendengar penjelasan dari dua kesayangannya itu.
"Yap/Ya"jawab Helen dan James kompak.
"Oke fiks,hari minggu kalian berdua harus menghabiskan waktu denganku seharian.Tak ada penolakan,aku rindu sunday family"ujar Lily menetapkan.
"Tante dan James tak masalah,baiklah mari lakukan family tame dihari minggu nanti"ujar tantenya Lily setuju.
"Bagaimana menurutmu James atas permintaan keponakanku ini?"Helen menanyakan pendapat kekasihnya.
"Mari lakukan,lagi pula aku sudah rindu menghabikan waktu denganmu dan Litle girl ini"saut James.
"Lily susun rencana sunday family yang bagus oke?"ujar James kini kepada calon keponakannya ini.
"Ay ay kapten,rencana sunday family akan disusun oleh wakil kapten anda ini dengan sangat baik"ujar Lily sambil mengangkat tangan menampilkan posisi hormat,dan langsung mendapat hormat balasan dari James.
"Kapten menunggu hasilnya wakil kapten Lily"ujar James.
Hehehe...keduanya kemudian kompak terkekeh akibat tingkah mereka sendiri.
Helen menggeleng pekan dan ikut terkekeh melihat tingkah keponakan dan kekasihnya itu,kedua orang itu memang selalu nampak sangat kompak dan sefrekuensi bahkan saat awal awal dipertemukan olehnya dulu. Makanya dulu saat diaustralia,banyak orang yang mengira kalau keponakannya itu adalah putrinya dan James.
Wanita muda itu kemudian melihat kearah abang dan kakak iparnya
"Kalian berdua tak mau ikut dalam rencana hari minggu kami?"tanya Helen kepada keduanya,sehingga Haris dan Linda kompak mendongak menatap adik dan adik ipar mereka itu.Bukan cuma keduanya tapi Lily dan James terlihat sedikit terkejut saat Helen menanyakan hal itu kepada sepasang suami istri itu.
"Tidak,kalian saja.Kami tak berminat"tuan Haris yang pertama menjawab pertanyaan adiknya.
"Lagi pula untuk apa menghabiskan waktu untuk hal tak berguna seperti itu"sambung nyonya Linda.
"Sudahlah Tan,kenapa mengajak mereka sih.Cukup tante dan James saja"ujar Lily yang terlihat sudah menghabiskan sarapannya.
"Litle girl sudah selesai sarapan,
mau langsung berangkat kesekolah?" tanya James pada gadis SMA itu.
"Ya begitulah James,sudah waktunya berangkat"saut Lily yang mulai beranjak berdiri dari tempatnya lalu merapikan seragamnya kembali.
"Berhati hatilah saat menyetir Ly, jangan ngebut ingat.Dan jaga diri baik baik disekolah,jangan sampai kelelahan.Jika ada sesuatu hubungi tante atau Jamea"Helen dengan sigap langsung memberikan berbagai pesan kepada keponakannya itu.
Lily berjalan mendekat dan kini berada diantara tempat tantenya dan juga James Cup..cup..
"Aku tau tante"ucap Lily setelah kembali mengecup pipi tantenya dan juga james.Dan lagi lagi kedua orang tuanya menyaksikan hal itu dengan ekpresi masing masing,Helen menyadati hal itu.
"Then Lily left for school first, I'll see you later after going home I go to school(Kalau begitu lily berangkat kesekolah dulu ya,sampai jumpa nanti setelah pulang aku sekolah)"ucap Lily mulai beranjak pergi dari sana sambil melambaikan tangannya sebentar.
"See you later,little girl"ucap James ikut membalas lambaian tangan itu.
"Kalian tak iri dengan kebersamaan kami tadi?"Helen menaik turunkan alisnya menatap abang dan juga kakak iparnya,sedangkan James kini hanya diam menyimak.
"Tidak.Untuk apa kami iri"saut tuan Haris cepat,abang sulungnya Helen.
"Tidak"jawab nyonya Linda juga.
"Berhentilah bersikap tsundere kepada diri sendiri dan anak kalian sendiri,kalian hanya menyiksa diri dan juga keponakanku"ujar Helen kepada pasangan suami istri itu.Tuan Haris dan nyonya Linda lagi lagi hanya memilih diam memalingkan wajah masing masing mendengar adik dan adik ipar mereka itu mengatakan kalau mereka bersifat tsundere.
Yang hanya mengetahui isi otak keduanya kini hanyalah mereka sendiri.