
Perempuan tersebut berbisik sesuatu hal kepada Nuel. "See you tomorrow honey!" ucap perempuan itu dengan manja sambil meninggalkan Nuel yang masih memperlihatkan wajah terkejut.
Keisha yang melihat pemandangan itu langsung memasang ekspresi marah. "Kak Nuel! Siapa perempuan itu?" tanya Keisha dengan wajah cemberut.
"Oh ... perempuan tadi ... " ucap Nuel berhenti sejenak memikirkan alasan yang tepat untuk tidak membuat Keisha marah. "Dia Marcella teman kuliah, tadi dia pamit pulang duluan," kata Nuel.
Seketika Keisha memasang wajah curiga. "Teman kuliah? Tapi kenapa merangkul segala, terus manggil honey lagi?" tanya Keisha tidak percaya.
"Di sini tuh memang begini, Sayang. Teman lawan jenis saling pelukan itu hal lumrah di sini," ucap Nuel dengan tenang.
Nuelman atau biasa di panggil dengan nama Nuel, saat ini kuliah di salah satu universitas di Swiss. Harusnya semester kemarin udah lulus, namun harus menambah satu semester lagi karena ada beberapa mata kuliah yang tertunda.
"Tapi Keisha gak suka lihat kak Nuel dekat-dekat dengan wanita lain, apalagi berpelukan," ujar Keisha cemberut.
"Ha ... ha ... ha ... kamu terlihat lucu saat marah." Nuel tertawa melihat Keisha menampakkan wajah cemberut kepadanya. "Aku selalu jaga jarak kok, tapi merekanya aja yang terbiasa seperti itu. Tenang saja sayang, yang penting kan hati aku hanya milik kamu seorang," ungkap Nuel dengan senyum menggoda.
"Ish ... gombal!" Tampak Keisha menyebikan bibirnya dan masih terlihat kekecewaan yang terlihat di wajahnya.
"Oh, iya. Ada hal yang ingin aku sampaikan padamu," ucap Keisha yang langsung memasang wajah serius.
"Iya, Sayang. Apa yang ingin kau sampaikan?" tanya Nuel.
Sebelum Keisha meneruskan ucapannya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari arah luar kamar Keisha. "Tok ... tok ... tok."
"Keisha sayang ... ini mommy, boleh masuk?" ucap Astri yang berdiri di depan pintu kamar putrinya Keisha.
"Aduh ... itu mommy lagi!" batin Keisha.
"Bentar, Mom!" teriak Keisha yang langsung melirik ke arah ponselnya. "Kak Nuel udah dulu yah, ada mommy. Nanti di sambung lagi," ucap Keisha melambaikan tangannya.
"Oke sayang, love you ... dadah," sahut Nuel yang membalas lambaian tangan. Lalu mengecupkan ujung jari tangan kanannya ke bibirnya, menandakan kecupan jarak jauh.
Keisha pun langsung memutus sambungan panggilan video dengan Nuel, lalu segera membuka pintu kamarnya. Kemudian kembali duduk di ranjang tidurnya sambil memainkan HP. Melihat pintu terbuka, Astri pun masuk ke kamar putrinya.
"Kamu belum sarapan sayang, ayo sarapan dulu ... " ajak Astri sambil duduk di samping Keisha.
"Gak lapar mom, nanti saja," jawab Keisha yang tetap fokus memainkan Hpnya.
"Keisha masih marah sama mommy dan daddy?" tanya Astri dengan lembut, namun tidak ada jawaban dari putrinya.
Keisha terus menunduk memainkan Hpnya, membuka beberapa pesan di WA yang belum di bacanya. Sejak obrolannya dengan ayah dan ibunya semalam, Keisha menghabiskan waktunya di kamar, menangis karena tidak terima dengan keputusan ayahnya. Hingga tidak terbesit di pikirannya untuk membuka Hpnya.
"Daddy dan mommy tidak bermaksud untuk membuat Keisha sedih. Daddy menjodohkanmu dengan Devano demi kebaikanmu sayang, demi masa depan Keisha. Devano laki-laki yang baik, Keisha sendiri pernah bertemu kan? Orangnya juga tampan, ramah, sayang dengan keluarganya, cocok sama kamu sayang," ungkap Astri memberi pemahaman kepada putrinya.
"Daddymu pasti sudah mengenal Devano dengan baik, makanya berani menjodohkan dengan Keisha. Daddy bilang Devano orang yang jujur, bertanggung jawab, prestasi kerjanya juga bagus," tambah Astri.
Mendengar penuturan dari ibunya, Keisha hanya memutar kedua bola matanya malas. "Ya iyalah mom ... dia akan berusaha terlihat baik di depan daddy karena ada maksud untuk menguasai perusahaan kita. Pintar sekali dia mengambil hati daddy," batin Keisha.
"Mom ... dengarkan dulu Keisha. Keisha sangat mencintai kak Nuel, Keisha gak bisa berpisah dengan kak Nuel. Mommy tahu sendiri kan sejak SMA Keisha sangat mengaguminya bahkan mencintainya," ungkap Keisha sambil memegang ke dua tangan ibunya.
"Setelah sekian lama Keisha bersabar menunggu kak Nuel dan sekarang kak Nuel mengungkapkan perasaannya bahwa dia mencintai Keisha. Keisha gak mau berpisah dengan kak Nuel, Keisha hanya cinta dengan kak Nuel saja, Mom ... " ungkap Keisha dengan mata yang berkaca-kaca.
Astri pun menarik Keisha dalam pelukannya. "Mommy tahu sayang kalau kamu sangat mencintai Nuel, tapi kamu belum mengenal jauh Nuelman yang sebenarnya. Kamu belum tahu sifatnya, kesehariannya gimana, kalian juga kan baru beberapa kali ketemu langsung. Kamu belum tahu Nuelman itu laki-laki yang baik atau tidak," ujar Astri mengelus kepala putrinya.
Astri pun melepas pelukannya, lalu menatap ke arah putrinya. "Dulu kamu pernah cerita sama mommy kalau Nuelman itu sering ganti-ganti pacar, mantannya juga banyak. Apa Keisha gak takut nanti di tinggalkan juga?" tanya Astri.
"Pergaulan Nuelman terlalu bebas Keisha, sekarang dia ada di luar negeri dan budaya di sini berbeda dengan di sana. Mommy hanya khawatir Nuelman akan mengecewakanmu sayang. Kamu tahu kan, kamu putri mommy satu-satunya yang paling mommy sayang," ucap Astri dengan lembut.
Sebenarnya Astri ingin memberitahu Keisha informasi kehidupan Nuelman selama di Swiss. Namun Astri merasa bukan waktu yang tepat, dia tidak mau putrinya bertambah sedih.
"Apa maksud mommy, jadi menurut mommy kak Nuel bukan laki-laki yang baik gitu? Mom ... kak Nuel sekarang sudah berubah. Bahkan dia bilang ingin menjalin hubungan yang serius dengan Keisha, makanya Keisha gak mau nyia-nyiain cinta kak Nuel," ungkap Keisha memberi penjelasan kepada ibunya.
"Keisha, mommy minta pikirkan dulu permintaan daddy. Ingat baik-baik sayang, daddy dan mommy melakukan ini untuk kebaikanmu. Mommy tidak ingin Keisha menyesal suatu saat nanti karena memilih Nuelman, laki-laki yang belum sepenuhnya Keisha kenal sifatnya."
"Jadi mommy minta coba dulu kamu mengenal Devano. Setelah kamu mengenal sifat dan karakter Devano, mommy yakin kamu kamu akan menyukainya. Keisha bersedia kan?" tanya Astri yang berusaha membujuk putrinya. Astri tidak rela putrinya jatuh ke tangan laki-laki yang tidak tepat, yang hanya memanfaatkan putrinya.
"Ish ... mommy! Mommy dan daddy sama aja, sama-sama maksa Keisha. Keisha tidak mau di paksa mom, Keisha gak mau menikah dengan laki-laki yang tidak Keisha cinta. Sudah berapa kali Keisha katakan loh mom, mommy gak ngerti perasaan Keisha," ucap Keisha dengan nada yang mulai emosi.
Tampak Astri menarik nafas panjang, dia sadar kalau Keisha memiliki karakter yang keras kepala seperti ayahnya. "Ya sudah, sekarang lebih baik Keisha mandi dulu, trus sarapan. Masalah ini nanti lain waktu kita bicarakan lagi yah, mommy juga ada kegiatan di luar," ucap Astri mengajak putrinya untuk berdiri.
"Lihat, kamu sangat berantakan. Cepat siap-siap ... " ucap Astri, lalu keluar kamar Keisha menuju ruang makan untuk menyiapkan sarapan putrinya.
Keisha hanya mengangguk pelan dan segera menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Setelah beberapa menit, Keisha pun keluar dari kamarnya menuju ruang makan untuk sarapan karena memang perutnya tidak bisa menahan laparnya.
"Mommy mana?" tanya Keisha celingak-celinguk mencari ibunya. Tampak ibunya turun dari tangga dan berjalan menuju ke arahnya.
"Sayang, sarapan sendiri dulu ya. Tadi mommy sudah sarapan, mommy berangkat dulu. Ingat selesai kuliah langsung pulang yah jangan kemana-mana, jangan ke mall dulu hari ini." Astri memang protektif terhadap putrinya. Setelah mencium kedua pipi putrinya, Astri langsung berangkat di antar oleh sopirnya.
...~ Bersambung ~...