Pemuda Tampan Incaran Wanita

Pemuda Tampan Incaran Wanita
Reaksi Keisha


"Maksud daddy Keisha harus menikah dengan laki-laki pilihan daddy yang tidak Keisha kenal, yang tidak Keisha cinta? No ... no ... no, daddy sedang bercanda kan?" tanya Keisha yang masih tidak percaya dengan ucapan ayahnya.


"Daddy serius, Nak. Daddy ingin kamu mendapatkan pendamping hidup yang baik, bertanggung jawab, dan tulus mencintaimu. Dan daddy telah menemukan laki-laki yang baik itu dan dialah Devano," ungkap Stephanus.


"Devano laki-laki yang baik dan pantas mendampingi mu. Daddy sudah mengenal latar belakang keluarganya, walaupun dia sudah tidak memiliki orang tua," ucap Stephanus meyakinkan.


"Ah ... daddy kenapa sih!" kesal Keisha yang berbalik memandang ibunya. "Mom ... kok daddy gitu sih, Keisha gak mau di jodohkan. Keisha juga belum terpikirkan untuk menikah, kalaupun nanti menikah Keisha akan menikah dengan laki-laki pilihan Keisha yang Keisha cintai!" ucapnya membujuk ibunya, tampak matanya mulai berkaca-kaca hingga membuat Astri tidak tega melihat putrinya.


"Keisha ... " panggil Stephanus dengan lembut. "Daddy melakukan ini semua demi kebaikanmu, demi masa depanmu dan juga keluarga kita. Kamu tahu kan kamu anak satu-satunya yang daddy punya, dady butuh seseorang yang meneruskan perusahaan daddy," ungkap Stephanus.


"Dan perusahaan itu nanti akan menjadi milik kamu, Nak. Daddy tidak mau perusahaan yang sudah daddy bangun jatuh di tangan oleh orang yang tidak tepat," lanjut Stephanus memberi pemahaman kepada putrinya.


"Kalau begitu angkat saja dia jadi penerus daddy, gak perlu di jodohkan dengan Keisha." Keisha berkata dengan nada tinggi menggambarkan seolah tidak suka dengan keputusan ayahnya.


"Sayang, gak boleh seperti itu sama ayahmu. Tenang dulu, ayahmu hanya ingin yang terbaik buatmu," kata Astri menenangkan Keisha.


Keisha tidak menggubris perkataan ibunya. Tampak Keisha berdiri dari tempatnya dengan raut wajah sedih. "Sekarang Keisha tahu, ternyata daddy lebih mencintai perusahaan daddy daripada Keisha, kan?" Daddy tidak mementingkan kebahagiaan Keisha."


"Bagaimana bisa Keisha bahagia dengan laki-laki yang tidak Keisha cintai sama sekali," kata Keisha berlinang air mata. Tampak Astri langsung berdiri dan mengusap air mata yang mengalir di pipi putrinya.


"Maafin daddy, Keisha. Daddy benar-benar sayang sama kamu Nak, dan daddy yakin Devano bisa membahagiakanmu," kata Stephanus.


"Daddy tidak meminta kalian menikah dalam waktu yang dekat. Daddy minta kamu dan Devano saling mengenal dulu, daddy yakin lamban-laun kalian akan saling mencintai," lanjut Stephanus meyakinkan. Stephanus yakin Keisha hanya kaget saja dengan rencana perjodohan ini.


"Tidak Dad! Daddy gak usah repot-repot mengenalkan laki-laki itu kepada Keisha. Keisha sudah mengatakan tadi dan sekali lagi Keisha katakan bahwa Keisha tidak terima dengan perjodohan ini, titik ...!" ucap Keisha melangkah menuju kamarnya.


Namun tiba-tiba langkah Keisha terhenti dan langsung berbalik memandang ayahnya. "Oh yah, terima kasih daddy sudah memikirkan kebahagiaan Keisha. Tapi Keisha tidak akan bahagia dengan keputusan daddy malam ini," ucapnya lalu kembali melangkah pergi meninggalkan orang tuanya dengan air mata yang terus mengalir.


Sontak Stephanus mengusap wajahnya seolah menyesal telah membuat putrinya bersedih. Lalu tampak Astri mendekati Stephanus suaminya. "Yah ... sabar ya! nanti mama coba bicara lagi dengan Keisha," ucap Astri.


"Mah ... ayah khawatir kalau Keisha serius dengan laki-laki yang saat ini dekat dengannya," cemas Stephanus.


Stephanus dan Astri memang telah mengetahui kalau putrinya sedang dekat dengan seseorang, walaupun dengan jarak jauh namun sejauh mana hubungannya masih dalam penyelidikan.


Stephanus sendiri telah meminta Lucky untuk menyelidiki laki-laki yang saat ini sedang dekat dengan putrinya Keisha. Usaha penyelidikan Lucky pun membuahkan hasil, beberapa informasi sudah di dapatkan dan di sampaikan kepada Stephanus.


Melalui informasi tersebut, ternyata Stephanus tidak menyukai kedekatan Keisha dengan laki-laki itu. Hingga akhirnya terpikirkan oleh Stephanus untuk menjodohkan Keisha dengan Devano yang di nilai laki-laki yang bertanggung jawab, berkelakuan baik, dan cocok untuk mendampingi putrinya Keisha.


****


Kamar Keisha.


Sementara di dalam kamar Keisha, tampak Keisha berada di tempat tidurnya sedang duduk bersandar dengan lutut di tekuk. Dia masih menangis terisak, karena merasa tidak percaya ayahnya punya keinginan menjodohkannya.


Padahal ini sudah zaman modern, bukan zaman Siti Nurbaya di mana anak perempuan di jodohkan oleh orang tuanya. Lagi pula saat ini, Keisha lagi sedang dekat dengan seseorang yang sangat ia harapkan.


Yah ... walaupun hubungannya dengan laki-laki itu belum terlalu serius, namun Keisha tidak akan rela melepaskan laki-laki yang sangat dia cintai hanya demi perjodohan yang di lakukan oleh ayahnya.


Keisha berpikir bahwa Devano punya rencana untuk menguasai perusahaan ayahnya dan berusaha mendekati ayahnya hingga menginginkan perjodohan dengan putrinya. Pasti Devano sekarang sedang mengejar jabatan di perusahaan ayahnya.


"Dengan wajah gantengnya, dia manfaatkan untuk menguasai perusahaan daddy. Mungkin di mata daddy dia terlihat seperti laki-laki yang baik, sopan, dan bertanggung jawab. Tapi di balik itu, dia mempunyai maksud terselubung untuk menguasai perusahaan daddy," ucap Keisha bermonolog.


Seketika dia mengusap air matanya yang mengalir di pipinya. "Aku akan menolak perjodohan ini, laki-laki seperti itu tidak boleh memanfaatkan daddy. Dengan menolak perjodohan ini dia tidak akan bisa menguasai perusahaan daddy," batin Keisha bertekad.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari arah luar kamar Keisha. "Sayang, bukain pintunya," ucap Astri.


"Mom, Keisha ingin sendiri. Jangan ganggu Keisha dulu!" sahut Keisha. Astri mengerti perasaan putrinya saat ini, lalu Astri pun pergi meninggalkan kamar Keisha.


****


Keesokan paginya.


Stephanus dan Astri sudah berada di meja makan untuk sarapan. Namun Stephanus belum melihat Keisha. "Ma ... sepertinya Keisha masih marah soal kemarin, dia bahkan belum turun untuk sarapan," ucap Stephanus.


"Iya Yah, sepertinya Keisha masih ngambek. Kemarin malam saja, Keisha gak bukain pintu untuk mama," ungkap Astri. "Tapi tenang Yah ... ayah berangkat kerja saja, nanti mama bicara dengannya," lanjutnya.


"Baiklah, Mah." Setelah selesai sarapan, Stephanus pun berangkat ke kantornya. Sementara Astri segera menuju ke kamar Keisha, khawatir keadaan putrinya tidak baik-baik saja.


Sementara di kamar Keisha, Keisha sedang melakukan panggilan video dengan seseorang. Dia masih mengenakan baju tidurnya dan sedang duduk bersandar di tempat tidurnya.


"Kenapa matamu sembab begitu sayang, kamu habis nangis? Ada apa?" tanya seseorang di layar HP Keisha.


"Iya, aku habis nangis. Nangis karena menahan rindu," jawab Keisha berbohong.


"Kamu ternyata pintar ngegombal juga ya. Hahaha," ucap laki-laki tersebut. "Eh, bentar kamu rindu sama siapa?" tanyanya.


"Ya sama siapa lagi kalau bukan kak Nuel. Emangnya kak Nuel gak rindu sama aku?" tanya Keisha yang memanyunkan bibirnya. Ternyata yang sedang melakukan panggilan video dengan Keisha adalah Nuelman, laki-laki yang sedang dekat dengan Keisha.


"Tentu saja aku merindukanmu, makanya aku Video call," jawab Nuel.


"Bentar-bentar, kak Nuel lagi di mana? Kok suaranya berisik banget, lagi di diskotik yah?" tanya Keisha.


"Lagi di cafe bareng teman-teman," jawab Nuel. Tampak Nuelman duduk di sebuah sofa dan terlihat beberapa pasang meja dan kursi makan ala resto, namun pencahayaan ruangan tampak remang-remang.


"Tapi musiknya kaya di diskotik," ucap Keisha.


"Oh itu ... " kata Nuel terhenti ketika tiba-tiba datang seorang perempuan dari belakang dan melingkar tangannya ke bahu Nuel dan langsung membuat wajah Nuel terlihat kaget.


Perempuan tersebut berbisik sesuatu hal kepada Nuel. "See you tomorrow honey!" ucap perempuan tersebut sambil meninggalkan Nuel.


...~ Bersambung ~...