
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Mbul..
Bukan Daddy Andra jika tak iseng mengganti nama orang kesayangannya. Putra tunggalnya saja sampai detik ini di panggilnya Ndut karna memang MonTokk dan bulat, begitupun dengan ShaSha. Bocah yang begitu mirip dengan papahnya itu jangan harap bisa bersama orang tuanya saat ada Si Granda di rumah.
"Bobo sini ya, biar mama papahmu bikin bayi lagi," ujar pria paruh baya itu sambil terkekeh gemas.
Mommy Viana langsung menoleh dan mendekat kearah ranjang.
"Tidur di sini lagi?" tanya wanita itu.
"Iya, kenapa? cemburu yaaaaaaaaaaaa, ya ampun Momm, sama cucu sendiri segitunya, kamu tuh paling cantik dan paling aku cinta, tenang aja," ledek Daddy Andra sambil mengajarkan Si mbul bertepuk tangan.
"Aw!!!" pekik Daddy tiba-tiba saat telinganya di tarik cukup keras.
"Nyebelin!"
Sudah tiga malam ini menang Baby Sha tak tidur dengan orang tuanya, ia selalu ada di ketek Gradanya yang tak ada bosannya jika sedang bermain dengan Si mbul.
"Sakit badan aku tuh liat ShaSha kalau lagi sama kamu," kata Mommy Viana pada suaminya.
Entah saking gemesnya atau memang saking sayangnya pria itu enggan membiarkan cucunya main sendiri padahal ShaSha anak yang baik dan tak rewel kecuali ingin susu karna memang ia tak ASI.
.
.
.
"Si Mbul belum di pulangin?" tanya Pangeran yang baru masuk ke kamarnya.
Hampir dua jam memang Pangeran ada di teras depan rumahnya sedang mengobrol dengan temannya yang satu komplek, jarang sekali bertemu karna kesibukan masing-masing membuat ia kadang memang tak tahu lagi dunia luar terlebih sekarang ada ShaQueena yang menjadi pusat pikirannya setelah Senja.
Tak ada jawaban atau pertanyaan lagi dari Pangeran yang justru kini sudah meletakkan kepalanya diatas paha Sang istri yang memang sedang duduk bersandar di punggung ranjang.
"Ran, ada reuni SMA awal bulan depan, mau datang gak?" tanya Senja.
Pangeran yang baru tahu sebab ia jarang sekali mengecek ponselnya hanya bisa mengernyit kan dahi.
"Masa? kok aku gak tahu?" tanya balik pria tampan tersebut.
"Ini aku kasih tahu, Sayang. Coba aja baca di Grup. Pasti belum kamu liat kan?"
Pangeran mengangguk, entah sudah berapa ribu isi chat dalam grup tersebut bahkan ia sendiri lupa kapan terakhir memeriksanya. Disana hampir semua siswa berkumpul jadi satu, jadi membuat Pangeran malas untuk ikut bergabung sebab obrolan yang terlalu Random. Kecuali, grup yang memang hanya teman-teman terdekatnya.
"Kalau ada waktunya ya dateng, kapan lagi bisa kumpul sama temen temen, udah lama banget 'kan," sahut Pangeran yang terlihat tak keberatan dengan acara tersebut, meski ada beberapa yang masih sering bertemu dengannya yang sama-sama seorang pengusaha.
"Hem, itu akhir pekan kok' jadi gak akan ganggu waktu kerjamu, Sayang," jelas Senja yang sudah tahu tentang hari, tanggal, jam dan tempat untuk mereka melakukan Reuni Akbar tersebut.
"Baguslah, nanti ada Awan juga kan?"
"Ada, tiap hari juga ada di atas Langit," kekeh Senja.
"Wah Durhakim kamu, Sen," balas Pangeran yang akhirnya membuat pasangan suami istri itu tertawa bersama, kadang candaan seperti itu saja sudah mampu melupakan segala beban dan rasa lelah.
Jadi, benar yang selama ini kita tahu jika rasa BAHAGIA memang kita sendiri yang ciptakan meski dengan cara yang sederhana sekalipun.
.
.
.
Sayang, Si kribo aman kan? Silaturahmi yuk sama Si Jambrong