
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Mbuuuuuul," panggil Daddy Andra yang menyusul istri dan cucunya di Mall untuk makan siang.
"Ndy, ama ama ih, tebel banget!" omel ShaQueena yang kini sudah berusia tiga tahun, ia yang bawel tentu jadi hiburan sendiri di rumah.
"Apa yang tebel?" goda pria yang masih saja tampan itu.
"tebeeeel, inin ubit," sahut bocah itu lagi.
"Nih cubit, cium juga boleh."
Daddy Andra langsung menyadorkan pipinya tapi Sang cucu malah menggelengkan kepala dengan bibir manyun, ia sedang benar-benar kesal pada Daddynya.
"Kok gak mau, katanya ingin Cubit?"
"Ubit nanan, butan pipih, itu uwat iyum, omong papah," jelas ShaSha lagi.
Daddy yang paham tentu langsung tertawa mendengarnya, anak cantik itu menolak karna kata Papa Pangeran pipi itu untuk di cium bukan di cubit.
"Ya udah cium aja deh kalau gitu," kekeh Daddy Andra yang gemas. Bagaimana pun Si Mbul kesayangannya itu masih memegang tahta cucu satu-satunya yang mana hanya ia saja pusat perhatian dan kasih sayang.
Sudah berkali-kali mendesak, nyatanya Senja tak kunjung hamil juga padahal wanita itu tak memakai alat kontrasepsi apapunnya.
Bukan karena tak subur, hanya Saja mak othor males bikin nama lagi ( KetawaJahat ) .
Jalan jalan siang ini, ShaSha memang di temani Daddy dan Mommy sebab Mamanya sedang berada di rumah sakit menemani Mimih Cahaya yang sudah dua hari di rawat karna bagaimana pun penyakit jantung memang mustahil untuk sembuh total selain keajaiban meski segala cara sudah di lakukan selagi mereka mampu.
Di gandeng di kedua tangan adalah salah satu hal yang paling tak di sukai ShaQueena, sebab ia tak bebas melangkah sesuka hatinya.
"Mpas dong," mohon anak gadis Pangeran Senja.
"Gak! tar hilang," tolak Mommy, ia yang juga ingin sekali punya anak lagi tentu menjadikan ShaQueena adalah harta berharganya melebihi jatah bulanan dari Sang suami.
"Apol polici dong, Mom," sahut ShaQueena.
Daddy yang kaget tentu tawanya berubah jadi rintihan sakit, Mommy yang kesal sedangkan ShaQueena malah berjingkrak senang..
"Ayo, teluuuuus. Iyum melah tupingnya. Atu agih yang nanan, Mom."
Jika sudah begini, ShaQueena akan jadi kompor meledug bagi Mommy yang sedang menyiksa Daddy.
"Ampun, Mom. Kita belanja yuk," rayu pria itu.
"Yuuuuuk, Mbul mahu baju balu sama tucil tucil ya, " jawab ShaQueena yang dibalas cubirian dari Daddy nya.
"Tadi suruh terus terus jewer, sekarang yuk.. yuk.. yuk... mana langsung minta baju sama kunciran," sindir Daddy yang habis itu menggendong cucunya. Apapun itu, ia tak bisa dan tak ingin marah pada ShaQueena. Ia adalah perempuan istimewa setelah Mamih dan istri tercintanya.
Masuk kedalam toko baju anak-anak, ShaQueena seperti orang kalap, dan jika di perhatikan tingkah nya ini sudah pasti menurun dari Mimihnya.
Satu dua, tiga dan empat adalah jumlah baju yang di pilih ShaQueena, tak hanya itu, ternyata Mommy dan Daddy harus pusing juga memilih kunciran yang sama seperti yang di pilih barusan.
"Yang hijau gak ada, ganti putih aja, gimana?" tawar Daddy yang di iyakan oleh ShaQueena meski terpaksa.
"Pinter, anak siapa sih?" goda Mommy.
.
.
.
Papah Nduuut...
***Setelah El demoy.. mari berpusing pusing ria dengan celoteh Si Mbul 🤣🤣🤣
Abang Asha sama Aa Fajar udah lauching.. cus kepoin yukkk***.