Pangeran Senja

Pangeran Senja
Urusan penting.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Kedua cucu Sang Gajah yang cantik dan baik hati itu pun langsung pergi ke tempat yang akan mereka tuju hari ini, salah satunya adalah Resto yang baru buka pekan lalu. Dari yang Senja dengar ada makanan kekinian yanga wajib ia coba bersama Ola yang hari ini sedang senggang. Tak ada yang wanita bercadar itu lalukan jadi menemani adik sepupunya adalah suatu pilihan yang tepat. Belum lagi Senja memang masih harus di awasi karna takut terjadi sesuatu di luar sana padanya.


"Ini atau ini?" tanya Senja saat ada dua pakaian di tangannya, perut yang belum terasa lapar membuat mereka mampir sebentar ke butik langganan Mimih dan keluarga yang lainnya.


"Ini lebih tertutup, kamu pasti cantik," jawab Ola sembari menunjuk dress panjang sampai mata kaki di tangan kanan senja.


"Hitam?"


"Kenapa? bukankah lebih terlihat elegan?" Ola balik bertanya dan Senja hanya tertawa.


"Bukan terlihat Elegan, tapi justru terlihat lebih kurus," jawab Senja.


Beberapa baju di pilih oleh Senja, tapi tidak dengan Ola. Adik dari Galaxy ArMikha Rahardian Wijaya itu hanya mengambil sepasang Flatshoes berwarna coklat tua, kerna pakaian untuknya tentu tak ada di toko ini. Ia dan Ummi Khayangan punya butik tersendiri yang menjadi langganan.


Puas berbelanja, kini mereka keluar dari tempat tersebut menuju ke tujuan kedua, yaitu Resto yang terus di ceritakan oleh Senja sepanjang perjalanan.


Ya, sepanjang perjalanan wanita cantik yang sejak kecil tak punya cita cita itu terus saja mengoceh, ada saja yang di ceritakan Senja dan itu hanya perihal mengenai hal hal random dalam kesehariannya. Makan dan tidur adalah pekerjaan utama Si bungsu Biantara, sedangkan pergi ke kantor adalah keisengan hidupnya jika sudah bosan di rumah.


"Bagus juga tempatnya," kata Ola saat adik sepupunya itu mengajak ia turun dari mobil mewah yang mereka naiki.


"Baguslah, kan baru."


Keduanya berjalan bersama untuk masuk dan memiliki meja paling sudut agar leluasa dengan apa yang nanti mereka obrolkan meski nyatanya tak ada hal atau cerita yang peting.


Urusan pesan makanan selesai, kini saatnya Ola dan Senja menunggu. Ia yang sedang membalas satu persatu pesan di ponselnya di buat kaget dan tak menyangka dengan suara sapaan yang di dengarnya itu.


"Sen--, Senja ya?"


"Hem, iya," jawab Senja sambil memperhatikan dan terus mengingat ingat.


Jika sudah bicara seperti itu sudah bisa di tebak jika pria yang masih berdiri di depannya ada pasti teman sekolah atau SMA Senja.


"Rival--, bener gak sih?"


Gelak tawa pun kembali terdengar renyah di telinga du wanita yang masih duduk manis, ia yang akhirnya mengangguk karna tebakan Senja benar pun ikut bergabung.


"Gue yang punya Resto ini, seneng banget kedatengan kalain, wanita wanita sosialita tingkat dewa," jelas Rival.


"Ini baru pertama, soalnya lagi rame di omongin nih. Jadi penasaran," lanjut Senja.


"Iyes, baru banget Launching. Buka pas Pangeran udah balik ke Luar negeri, sedih banget gue," timpalnya yang langsung membuat hati Senja mencelos karna ingat lagi dengan pria itu.


"Oh, masa?" ucapnya dengan senyum kecil.


"Hem, kemarin dia kurang lebih dua bulan disini. Terus balik lagi soalnya ada urusan penting," jawab Rival setelah membuang napas kasar.


"Urusan penting apa?" tanya Senja yang awalnya hanya sebuah basa basi di tengah kepura-puraannya yang tak tahu dengan kabar Pangeran.


.


.


.


.


Ngurus pernikahannya....