Pangeran Senja

Pangeran Senja
Pembantu TAJIR untuk TUAN MUDA


          🍂🍂 Part 31 🍂🍂


"Dia--, dia Dadd," ucap Shaquenna yang mengenal betul tiga sosok yang kini sedang makan malam juga di satu meja bersama.


Daddy Andra yang ikut ke arah pandangan cucu kesayangannya pun langsung paham dengan perasaan gadis cantik itu.


"Darren maksudmu, Mbul?" tanya Daddy memastikan jika ia pun tak salah lihat.


Shaquenna yang mengangguk ingin rasanya ia pulang lagi tapi niatnya itu terhalang oleh cengkraman Daddy di pergelangan tangannya yang seolah meminta cucunya untuk tetap tinggal.


"Loh, kalian kenapa masih disitu?" tanya Mama senja pada anak dan mertuanya saat ia sadar jika dua orang tersebut malah diam di tempat.


Daddy yang hanya tersenyum kecil lalu memberi kode pada putranya untuk lebih dulu menyapa tiga orang yang justru sedang di hindari oleh Shaquenna.


Keluarga Bramasta itu pun melanjutkan lagi langkah mereka menuju meja dimana ada--


"Selamat malam, Tuan Aldrich," sapa Pangeran yang menggandeng tangan istri tercintanya, wanita cantik perpaduan antara Gajah dan Phyton.


Merasa ada suara lain, Darren pun mendongak dan betapa terkejutnya ia saat melihat beberapa orang yang selama ini sangat ia hormati.


"Selamat malam juga Tuan Pangeran dan Tuan Bramasta," jawab Darren yang langsung bangun dari duduknya lalu mengulurkan tangan, hal yang sama pun di lakukan oleh Mama dan juga Bella.


Tak hanya dengan Pangeran dan Daddy Andra sebab Darren pun berjabat tangan dengan Senja, Mommy Viana dan...


"Senang bertemu denganmu lagi, Sha," sapa Darren yang beberapa waktu pernah dekat dengan Shaquenna tapi karna ada satu maslah ia pun memilih menepi dari semua hal hingga rasanya tak butuh siapa pun.


"Aku juga, apa kabar, Kak?" tanya balik Shaquenna yang memang memanggil pria itu dengan sebutan Kakak sebab usia yang cukup lumayan jauh.


"Darren, ada apa?" Bella yang tak suka dengan tatapan Darren pada Shaquenna pun langsung menarik pria tersebut.


Shaquenna yang melihat tingkah Bella hanya bisa mencibir dan balas menatap gadis itu dengan tatapan mematikan ala ala Ular yang siap membelit dan Gajah yang siap menginjak-injak.


"Senang sekali bisa bertemu dengan Nyonya Senja dan kalian semua disini," ucap Mama Darren yang terlihat antusias sekali, siapa juga yang tak kenal dengan Senja di kalangan wanita sosialita.


"Sama-sama, Nyonya. Kami pun tak menyangka bisa bertemu dengan Anda disini. Kalau begitu kami permisi dulu, kalian bisa melanjutkan lagi makan malamnya, mohon maaf jika mengganggu waktu kalian," balas Mama Senja.


"Tadak, Nyonya. Ini satu kehormatan bagi kami."


Kedua keluarga itu pun akhirnya berpisah setelah saling memeluk. Shaquenna yang berjalan paling akhirnya masih di rangkul oleh Daddy di tatap intens punggung nya oleh Darren yang tak sedetik pun mengedipkan kedua matanya.


"Dareen, bisa kah kamu fokus pada makanan mu yang belum habis?" suara Bella yang cukup ketus mampu membuyarkan lamunan Darren yang langsung membuat pria itu tersentak kaget.


"Ah, iya, maaf," jawabnya terbata karna harus menetralkan lagi perasaanya, ia yang menoleh juga ke arah Mama seolah wanita itu bertanya lewat sorot mata namun hanya di balas senyum oleh Darren.


.


.


.


Bisakah dua orang memiliki suara yang sama?