My Little Secret

My Little Secret
#98


BAB 98


"Aku rasa aku tahu orang nya." Ucap Tias, menyeringai licik. Dia teringat dengan saudara angkatnya yang bernama Doni.


“Siapa bu?” tanya Maria tidak sabaran.


"Paman mu Doni." Ujar Tias.


"Paman Doni? Kau ingin paman Doni menyusup ke mansion ini? mana mungkin bisa bu!! Paman Ansel sudah mengenal paman Doni. Pasti dia tidak akan mengizinkan paman Doni masuk kesina. Sekalipun paman bisa masuk ke mansion ini, pergerakan nya pasti akan sangat diawasi oleh paman Ansel. Terlalu berisiko bu!" Protes Maria.


"Bukan!! bukan Doni yang akan masuk ke sana! tapi pacar baru Doni. Aduh! Aku lupa nama nya! Tapi Doni pernah bercerita kalau dia mempunyai seorang pacar baru. Dan kini Doni sudah bosan dengan pacar baru nya itu dan ingin menghabisi nyawa si pacar untuk menguasai harta milik si pacar." Ujar Tias.


"Sebenarnya aku mengira Doni akan setia dengan pacar nya kali ini. Tapi ternyata aku salah." Sambung Tias sambil tersenyum.


"Dari mana datang nya pemikiran mu yang aneh itu bu!! Bisa-bisa nya kau berpikir kalau paman Doni akan berubah jadi orang yang setia? Bukan kah kita sama-sama tahu bagaimana kelakuan paman Doni selama ini." Sela Maria di tengah-tengah ibu nya baru akan bercerita.


"Hei! Bukan tanpa alasan ibu mengatakan hal tersebut! Persoalannya teh begini, Doni dan wanita itu telah membunuh suami wanita itu untuk merebut harta suami dari wanita itu. Heem ... kalau aku tidak salah mereka bahkan menguburkan jasad pria bodoh itu di tengah taman rumah si wanita." Jelas Tias.


"Mereka berdua membunuh suami wanita itu,? dan sampai sekarang tidak ketahuan?" pekik Maria dngan mulut tertutup, terkejut kalau pamannya setelah melakukan semua hal buruk itu bersama sang pacar masih saja ingin menghabisi nyawa sang pacar.


"Ya,... mereka tidak ketahuan. Karena ya tidak ada yang tahu kalau laki-laki sudah mati. Wong jasad nya ada tidak pernah ada yang temukan sampai sekarang?!" Ujar Tias sambil tertawa.


"Aku yakin, karena saking cinta nya wanita itu pada Doni pasti dia akan bersedia melakukan apapun yang Doni minta. Termasuk.-" Tias diam dan melirik ke Maria sambil menyeringai jahat.


"Termasuk membunuh Mia." sambung Maria, ikut tersenyum jahat.


Kini kedua orang ini telah menemukan orang yang tepat untuk melancarkan aksi nya. Dan tidak buang-buang waktu lagi, Tias langsung menelpon Doni dan meminta Doni mengeksekusi Mia.


*****


Dan seperti gayung bersambut, Doni menerima pekerjaan itu. Usai menerima telpon dari Tias Doni pun mendiskusikan hal itu dengan pacar nya.


"Apa isi kepala mereka berdua ini tidak ada hal yang baik?" tukas Tejo, yang sedari tadi duduk di antara istrinya yang pengkhianat dan pacar sang istri.


Tejo melihat pasangan penjahat ini bergantian. Sependengaran Tejo, dua ini sedang mendiskusikan sebuah rencana pembunuhan seseorang.


"Aku penasaran bagaimana kematian kedua orang ini nantinya." Ujar Tejo sambil geleng-geleng kepala dan terus menyimak rencana kedua orang lucknut ini.


"Apa kau yakin ini semua aman sayang?" tukas Lisa pada sang pacar yang bernama Doni.


"Tentu saja baby..."bujuk Doni sambil membelai rambut sang pacar. "Kakak ku mengatakan tugas ini sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan, tapi dia tidak bisa turun tangan sendiri sebab posisi nya di rumah itu adalah tamu! Jadi orang asing gitu jatuh nya! Dia takut si pemilik rumah akan mencurigai dia mencelakai gadis itu. Sehingga dia harus ekstra hati-hati dalam bertindak." Jelas Doni pada Lisa.