My Little Secret

My Little Secret
#80


"Tapi aku tidak ada waktu untuk membaca itu semua Nick! Aku ingin langsung melihat semua pasien itu ke kamar pasien!!" Ujar Skala. Kalau harus mencari sekali lagi dengan cara yang sama yakni membaca rekap data pasien, untuk apa Skala jauh-jauh pergi ke kota nya si Nick. Kan bisa saja data itu dia minta Nick kirimkan via email. Itu semua karena niat awal Skala adalah melihat langsung bukan seperti ini.


Tapi Nick tidak menyahut perkataan Skala dan mengambil jas putih yang digantung nya.


"Eh! Kau mau kemana?" Tanya Skala pada Nick yang heran sahabatnya itu malah keluar dari ruangan itu.


"Aku? Ya kerja lah!!" Jawab Skala lalu menutup pintu ruangan itu dan meninggalkan Skala.


Tidak lama setelah Nick keluar, dua orang perawat pun datang membawakan satu troli penuh plus satu tumbukan berkas di tangan perawat yang satu nya. Sudah pasti semua berkas-berkas ini adalah berkas yang yang diminta oleh Nick.


Skala menelan saliva melihat betapa banyak nya berkas yang harus dia periksa.


"Maaf tua, berkas yang ini merupakan berkas yang di berisi data pasien koma namun meminta perawatan di luar rumah sakit. Bisa di katakan ini data pasien VVIP." Jelas perawat tersebut pada Skala.


"Heemm.."Jawab Skala singkat.


Perawat itu pun keluar meninggalkan semua berkas- berkas itu di dalam ruangan Nick.


"Dari mana aku harus memulainya?" Ujar Skala sambil mengurut-urut pelipisnya.


Tiba-tiba Skala teringat pada Radit. Di saat seperti ini dia membutuhkan bantuan Radit.


Paling tidak Radit bisa membantunya memisahkan berkas milik pasien wanita dan pasien pria. Dengan begitu, Skala tidak perlu membaca setiap berkas yang ada di dalam troli itu.


Melihatnya setinggi gunung itu saja sudah membuat Skala stress apa lagi harus membaca nya satu demi satu.


Skala pun menelpon Radit yang sebenarnya juga ikut dengannya ke rumah sakit hari ini. Tapi karena Radit membawa mobil Skala, maka Skala perlu memastikan apakah Radit sudah sampai atau belum di rumah sakit ini.


"Kau sudah sampai Radit?" Tanya Skala begitu telpon itu terhubung.


"s\Sudah tuan. Saya ada di lobi bawah." jawab Radit pada Skala.


"Naiklah ke lantai 7 dan tanyakan ke para perawat dimana ruangan dokter Nick. Aku sudah berada di ruangan dokter Nick. Kau lekas lah kemari." perintah Skala pada Radit.


"Tuan?" Panggil Radit begitu membuka pintu itu dengan senyum sumringah di wajah nya. Dia tidak tahu apa yang sudah menanti saat itu.


"Kenapa kau lama sekali sampai nya Radit!!!" Sungut Skala pada Radit.


"Tidak ada satu pun perawat di lantai ini tadi tuan. Aku jadi harus mencari-cari sendiri ruangan ini." gerutu Radit.


"Sudah!! cepat masuk!!" perintah Skala.


"Radit!! kau lihat berkas-berkas di troli itu??"Tanya Skala pada Radit.


"Ya, tuan." jawab Radit yang masih belum tahu apa yang sudah direncanakan oleh Skala.


"Nah sekarang kau pisahkan semua file-file itu antara pasien wanita dan pasien pria." lanjut Skala.


"What??" Seru Radit kaget.


"Apa tuan Skala sedang mengerjai ku?" Seru Radit sambil menatap jengah semua semua berkas yang ada di dalam troli itu.


"Ada apa Radit? Apa kau keberatan?" Tanya Skala dengan nada mengintimidasi.


πŸͺšπŸͺšπŸͺš


Mentang bos😎