
“sungguh pilihan yang sulit.” Gumam Mia dalam hati.
Mia dan si Tejo hanya bisa meringis sebab memang pria itu lah yang saat ini sangat kami butuhkan.
“Apapun ide gila yang ada di kepala kalian berdua saat ini, aku sebagai teman sekali lagi mengingatkan kalian untuk tidak melakukan tindakan bodoh itu!” Ucapnya dengan mimik wajah yang mendukung.
Kemudian si Tejo menoleh ke hantu Wanita dan berkata, “Peggy, kau tau sendiri bahwa tidak ada satu pun orang di dunia ini yang mengetahui kematian ku selain istri ku dan selingkuhannya. Tapi itu pun karena mereka yang telah membunuh ku.” Ucap si Tejo dengan wajah penuh kepasrahan.
“Aku tidak bisa terus bergentayangan seperti ini. Terlalu banyak penyesalan dalam diri ku saat ini Peggy. Aku ingin segera menebus dosa-dosa ku di akhirat. Jadi aku tidak ingin berlama-lama bergentayangan seperti ini” Ungkap si Tejo.
“Dan si hantu cantik ini,” lanjut si Tejo sambil menunjuk kearah Mia.
“ Dia juga perlu bertemu dengan pria itu atau mungkin si malaikat maut sebab ia tidak ingat apapun tentang kematiannya. Bahkan lebih parahnya dia tidak ingat siapa dirinya. Selama aku menjadi hantu, aku belum pernah bertemu dengan setan yang anemia kayak dia!!” Jelas si Tejo.
“Amnesia!! Bukan Anemia!!” Ulang Peggy menegaskan. “Sekali lagi kau salah ucap kata aku cabut gelar doktor mu!”
“Hehehe aku tahu kau pasti akan memperbaiki kesalahan ku Peggy! Kau kan sahabat terbaik yang kumiliki saat ini.”ujar si Tejo sambil cengengesan.
“Apa? kau seorang dokter Tejo?” sela Mia terkejut. “Wah itu arti nya sewaktu kau hidup dulu kau banyak membantu orang-orang?”
“Bukan dokter Mia? Tapi Doktor! Ah! Kalian berdua membuat kepala ku sakit!” teriak Peggy frustasi berhadapan dengan Mia dan Tejo.
“Kalau kalian tidak bisa ku larang untuk pergi kesana, sudah pergi saja kalian!! Jangan katakan kalau aku tidak pernah mengingatkan kalian jika sesuatu yang buruk nanti menimpa kalian di dalam sana!” peringatan terakhir pun diberikan oleh Peggy.
“Tersrah kalian! Yang pasti aku sudah mengingatkan kalian. Dan satu lagi jika kalian bermaksud minta aku mengantar kalian kesana maka jawaban ku ada BIG NO! Pergi saja sendiri! Aku masih harus membalaskan dendam ku yang sudah karatan ini.” tolak nya bahkan sebelum Tejo dan Mia meminta pertolongan nya.
.
“Bahkan jika kalian seret aku ke sana aku akan tetap tidak akan mau kembali ke gedung itu. TIDAK AKAN PERNAH!!!” ucap si hantu penuh penekanan.
“mbak hantu,” ucap Mia menyela. “Atau bagaimana kalau begini, kita menyelinap saja ke sana. Lalu kita bersembunyi di lobi perusahaan itu. Aku yakin dia pasti akan turun ke lobi toh ketika ia akan pulang ...............” Mia pun mulai menceritakan rencana yang sempat terbersit di kepala nya barusan.
“Nah Ketika hal itu terjadi mbak bisa tunjukan yang mana satu pria itu pada kami dari jarak jauh saja. Aku yakin di tempat yang ramai dia tidak akan berani menyerang kita. Dia tentu tidak ingin ada yang orang yang memandang nya sebagai orang aneh yang berbicara sendiri atau membanting angin di depan umum. Jadi aku rasa itu aman untuk kita semua mbak hantu.”Mia pun menjelaskan lagi rencana nya hingga akhir pada si hantu Wanita yang finally mia panggil dengan mbak hantu. Secara kan dia jauh lebih tua dari pada Mia. Gak enak kalau manggil nya hanya sebatas nama saja.
“Hah!!! Benar!! Benar!! Kau memang pintar Mia! Aku yakin, kau tidak mengingat siapa diri mu bukan karen otak mu berceceran ketika kau mati tapi pasti karena ada hal lain.” Puji si Tejo yang sangat senang mendengar ide sederhana Mia. Padahal menurut Mia itu bukanlah sesuatu yang wow.
“Bagaimana mbak? Cara ini cukup aman toh?”Tanya Mia sekali lagi ingin memastikan si mbak hantu ini setuju dengan ide ku tadi.
Si hantu wanita yang bernama Peggya terlihat berpikir.
Melihat nya berpikir keras begitu sekali lagi Mia bertanya dalam hati apakah setelah mati kita juga harus berpikir sebelum bertindak? Huft kalau seperti ini apa beda sewaktu hidup dan sesudah mati? Mia pun menggaruk-garuk leher nya yang sebenarnya tidak gatal itu karena sungguh heran dengan dunia perhantuan ini.
###Edisi rem blong ini bestie...