
Keesokan pagi nya.
“bagaimana tidur mu malam ini?” tanya Skala pada Radit yang terlihat tidak ada komplain sama sekali malam ini.
“Tidur ku sangat nyenyak pak, bahkan lebih nyenyak dari pada saat aku tidur di apartemen mu..” Terang Radit sambil menyantap sarapan paginya dengan hikmat.
“Tentu saja kau dapat tidur nyenyak sebab yang menjadi incaran keusilan semua hantu di rumah ini tadi malam adalah gadis itu?” Gumam Skala sambil melihat kearah kamar Mia.
Sebenarnya Skala enasaran bagaimana keadaan Mia pagi ini. Skala tahu para hantu mendatangi Mia satu persatu tadi malam. Dan dia sempat mendengar kalau Mia berteriak.
Tapi Skala tidak datang menolong Mia sebab Mia ini kan bukan manusia, so dia pasti akan baik-baik saja.
Dalam pikiran Skala, Mia tidak mungkin memiliki jantung yang bisa copot kapan saja. Jadi tidak ada hal yang mesti dia khawatirkan. Biarkan saja para setan itu bersenang-senang dengan menakut-nakuti Mia dari pada mereka datang ke kamar Radit dan menakut-nakuti Radit seperti kemarin malam.
Bisa-bisa Radit membatalkan rencananya untuk sering-sering menginap di apartemen Skala.
Atau lebih parahnya Radit bisa saja mengundurkan diri seperti para asistennya yang terdahulu.
“Pak,. Apa kau tidak ke kantor hari ini?” tanya Radit yang heran melihat Skala masih memakai baju kaos biasa pagi itu. Tidak seperti saat sarapan pagi kemarin, Radit ingat kalau Skala sudah mengenakan pakaian formil untuk ke kantor.
“Hmm.. aku ke kantor! Tapi aku akan membawa mobil ku sendiri. Kau pergi saja duluan dengan mobil.”
***
Setelah sarapan Radit pun pergi berangkat duluan seperti apa yang Skala perintahkan. Setelah itu Skala pun berangkat ke kantor bersama Mia. Skala sengaja berangkat terpisah dengan Radit agar dia bisa ngobrol dengan Mia di dalam mobil itu. Skala ingat kemarin Mia merasa sangat bosan sepanjang perjalanan dari kantor ke mansion nya.
Sesampai nya mereka di ruangan kerja Skala...
“Aku siap.” Jawab Mia yakin.”Tapi kita mau kemana?? Ini kan masih di dalam ruang kerja mu.”
Skala tidak menjawab tapi dia malah menarik tangan Mia untuk mengikuti nya dan dalam sekejap Mia dan Skala berada di dalam sebuah ruangan yang berbeda.
“Bagaimana bisa?”
Mia menoleh ke belakang dan dia masih dapat melihat ruangan tempat di duduk tadi sambil mendengarkan Skala bercerita dengan seorang pria. Tapi bagaiamana ini mungkin? Hanya satu langkah- satu langkah saja di mengikuti Skala sambil berpegangan tangan lalu ruangan itu langsung berubah. Kini ruangan itu bagaikan dua ruangan dalam satu ruangan.
“Tidak perlu bingung seperti itu. Duduk lah.” Ucap Skala dengan nada yang lebih lembut dari sebelum nya sehingga Mia pun bak terhipnotis oleh perkataan lembut nya itu.
Mia pun kemudian duduk walau dengan perasaan was-was.
“Siapa pria ini sebenarnya?” Mia masih bertanya-tanya dalam hati.
“SELANJUT NYA!!” Terdengar suara pria dari dalam ruang kaca itu. Dan tidak lama kemudian sessosok kuntilanak pun muncul, “masalah mu apa?” tanya pria yang juga baru saja muncul tidak di depan sebuah pintu yang tadi nya tidak ada kini menjadi ada.
“Ruangan yang aneh.”pikir Mia, terus memperhatikan semua keadaaan di sekitar nya.
“ Kau bingung dengan ruangan apa ini?” Tanya Skala tiba-tiba.
☘️☘️☘️
Tungggu ... kak Upe juga mau ikutt ..👻👻👻👻