My Little Secret

My Little Secret
#100


"Apa ini rumah nya sayang?" tanya Lisa pada Doni.


"Benar! Ini adalah rumah teman kakak ku!" Ujar Doni dengan senyum bangga di mulutnya.


"huff! Bukan milik nya saja dia sombong nya sampai ke langit ke tujuh!!" seru Tejo sambil memasukkan kepala dengan cara menembus atap mobil Doni dengan posisi kepala terbalik lalu dalam keadaan terbalik.


"Dasar manusia lucknut ." Tambah Peggy yang ikut ikutan mengintip dengan cara yang sama.


"Peggy, apa kau bisa menekan klakson mobil ini?"Tanya Tejo. Sebuah ide jahil pun muncul. “ Sungguh ingin melihat wajah takut mereka. hahahaa ..." Tejo tertawa membayangkan kesan horor yang akan menimpa kedua orang ini beberapa saat lagi.


"Tentu saja bisa! Tapi aku akan memberikan pelajaran pada mereka di saat yang tepat. Kau cukup lihat dan tertawa saja jika kau merasa apa yang akan aku perbuat bisa membuat mu tertawa."Ucap Peggy sambil membayangkan apa yang akan dia lakukan kepada kedua orang jahat itu.


" Kau siap Tejo?" tanya Peggy pada Tejo.


"Tejo pun mengangguk! " Dan mereka kembali melayang di atas mobil Doni.


"Sayang, apa kau tidak ikut menyamar menjadi perawat?" Tanya Lisa untuk ke sembilan kali ini.


“Tidak sayang, aku takut kedok ku akan cepat terbongkar. Secara pengetahuan ku tentang medis sangat minim.” Ujar Doni. “Sudahlah, kau jangan cemas. Ini bukan lah hal yang besar. Percaya pada ku. Nah, supaya kau tidak takut, akan aku putar lagu ke sayangnya mu. Oke?" Ucap Doni sangat gombal.


"Boleh juga Doni! Kau tahu, aku sangat grogi!!" Ujar Lisa.


Doni pun menepikan mobil nya dan menukar cd untuk pemutar musik di mobil nya sebelum masuk ke lebih dalam ke dalam area mansion milik Ansel Hardata tersebut. “Kira pelan-pelan saja masuk ke dalam sayang. Yang terpenting kau harus tenang dulu.” Ujar Doni sambil tersenyum.


Lagu dari Peterpan pun mulai terdengar.


Masih ku merasa angkuh


Terbangkan anganku jauh


Langit kan menangkapku


Walau kan terjatuh


Saat Doni dan Lisa sedang asik mendengarkan lagu nya kesukaan Lisa tiba-tiba suara alunan indah Ariel berubah menjadi lengkingan suara kuntilanak..


Dan bila semua tercipta


Hanya untukku merasakan


Semua yang tercipta


HIHIHIiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihHIIii ..


Hiiiiiiiiiiiiiiiihihihihiihihiiiiiiiiiiiiiiiii


Hhihiiiiiiiiiiihihiiiiiiiiiiiiii...


Hampa hidup terasa


Doni dan Lisa pun langsung tersentak. Mereka saling pandang.


“Apa kau dengar sayang apa yang barusan aku dengar sayang?” ujar Lisa dengan suara gemetar. Wajah Lisa pun sudah mulai pucat.


“Mungkin kita hanya salah dengar saja sayang. See, musik nya normal-normal saja sekarang kan??” ujar Doni dengan wajah yang juga mulai memucat.


Mereka berdua pun kembali mendengarkan musik yang mengalun merdu di dalam mobil itu.


Hati untukku membagi


Menemani langkahku


Namun tak berarti


Dan bila semua tercipta


“Baik-baik saja kan sayang??” Ujar Doni sambil memarkir mobil nya di parkiran.


“Hehehe.. iya! Mungkin kita salah dengar saja. Atau mungkin tadi kaset nya kusut.” Sambung Lisa sambil tetap mendengarkan sisa lagu yang tersisa.


Tanpa harus ku merasakan


Cinta yang tersisa


Hampa hidup terasa


Bagai bintang di surga


Dan seluruh warna


Dan kasih yang setia


Dan cahaya nyata


Oh bintang di surga.


HIHIHIiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihHIIii ..


Hiiiiiiiiiiiiiiiihihihihiihihiiiiiiiiiiiiiiiii


Hhihiiiiiiiiiiihihiiiiiiiiiiiiii...


Lisa dan Doni kembali saling lihat.. Tapi kali ini mereka tidak lagi berpositif thinking, mereka langsung buka pintu mobil dan kabur keluar.


“Hahhaaha...!” Peggy dan Tejo pun tertawa puas .