My Little Secret

My Little Secret
#26


Namun Mia kembali berhenti, tiba-tiba otak nya juga memikirkan hal lain. “Tapi mengapa aku bisa menyentuh Skala?” Hati dan pikiran Mia mengatakan kalau Mia harus mencoba menghidupkan shower itu.


Mia membalikan badan nya lagi dan menatap shower itu. “tidak ada salah nya di coba” Seru nya sambil tersenyum. “Siapa tahu aku bisa mandi, heheheh...” Mia pun mendekatkan tangan ku di handle shower itu dan-


“Aku bisa menyentuhnya!!!” seru Mia girang. Ini benar-benar hal yang luar biasa. Dengan cepat Mia memutar handle itu dan finally air mulai keluar dari celah-celah yang ada di shower yang berada tepat di atas kepala nya.


“Waaah segar nya!!!!!” seru Mia sambil melepaskan pakaian nya. Mia mulai membersihkan diri nya.


Selesai membersihkan diri, Mia pun mengambil handuk dan keluar dari kamar mandi itu. “benar-benar segar!!” gumam Mia senang.


“Tubuhku terasa sangat ringan setelah aku mandi.” Ujar nya sambil menciumi tangan nya. “benar-benar wangi.”


Mata Mia langsung tertuju pada sebuah pakaian yang ada diatas tempat tidur. “itu pasti pakaian yang diantarkan oleh temannya paman Danz.” Mia memutuskan untuk memanggilnya paman sebab dia jelas lebih tua dari nya..


Tanpa perasaan ragu, Mia pun mengambil pakaian itu dan benar saja Mia bisa menyentuhnya. “Kalau aku bisa menyentuhnya maka aku pasti bisa menggunakannya.” Mia pun melepaskan handuk nya dan memakai pakaian itu.


“Perfect!!!” gumam Mia, melihat diri nya yang sudah mandi dan menggunakan pakaian yang baru. Bukan pakaian yang lusuh seperti tadi.


Selain pakaian, di atas tempat tidur juga ada sepasang sepatu. “Ini pasti juga untuk diri ku.” Mia pun memakai sepatu itu dan ini benar-benar cocok.


“Wah, aku kelihatan berbeda,” gumam Mia kagum melihat betapa cantiknya diri nya setelah bersih-bersih.


Mia pun membaringkan diri nya di atas tempat tidur. Sebenarnya Mia ingin bertemu dengan Skala tapi terpaksa hal itu dia urungkan. “yang benar saja!” Gumam nya pelan.”bagaimana kalau dia berniat jahat pada ku.” Pikir Mia.


Terdengar langkah kaki semakin mendekat, Mia pun membalikan badan nya, Dan tenyata yang datang -


“Skala??” Seru Mia, langsung mengubah posisi nya yang tadi nya sedang tiduran, langsung duduk.


Skala menatap Mia lama tanpa berkata apapun.


“Skala? Ada apa kau mencari ku?” Tanya Mia pada Skala yang masih terpaku menatap Mia.


“Apa aku secantik itu sampai itu kehilangan akal karena terpesona dengan kecantikan ku.” Untuk sesaat sifat Narsis Mia keluar.


“Heeem... aku ingin berbicara dengan mu.” Ujar Skala, dan langsung menuju sofa yang ada di kamar itu.


Mia pun turun dari tempat tidur dan berjalan ke arahnya tanpa menggunakan alas kaki.


“aku pun ingin bicara dengan mu Skala kalau kau mengizinkan.” Mia memberanikan diri nya berterus terang pada nya.


“Baiklah. Kalau begitu kau dulu yang bicara.” Seru Skala begitu aku duduk di depannya.


“Bukannya dia yang datang ke kamar ini dan mengatakan ingin berbicara dengan ku? Mengapa jadi aku duluan yang harus menyampaikan pertanyaan ku pada nya?” Gumam Mia dalam hati.