
“Baik! Aku akan membantu. Tapi ada syarat nya." Ucap Saka lalu diam sesaat.
"Sudah ku duga!" Ujar Skala dengan suara pelan dan memandangi jengah ke Saka. "Hmm.. katakan lah." sambung nya.
" Kau harus membantu ku untuk membersihkan SEMUA lahan-lahan yang akan aku gunakan untuk membangun rumah sakit. Tapi tenang, aku tahu kau sibuk saat ini. Jadi aku tidak akan meminta bantuan mu saat gtini. Akan ada saat nya nanti.” Ucap Saka.
“Sudah ku duga.” Cetus Skala.
“Kapan lagi aku bisa mendapatkan kesempatan seperti ini. Tapi urusan apakah kau bisa menaklukan hati nya dan keluarga paman ku, itu semua tergantung usaha mu. Aku hanya sebagai pembuka jalan nya saja Skala.” Tegas Saka.
“Itu sudah lebih dari cukup. Jadi kita deal ya?” ujar Skala sambil mengulurkan tangan nya.
“Hmmm .. Dengan bergabung nya kau ke dalam keluarga kami, menambah keaneragaman hayati yang ada.” Ucap Saka sambil tertawa.
“Maksud mu?” tanya Skala yang tidak paham dengan apa yang Saka katakan.
“Sudah! Lupakan saja. Aku hanya bercanda.” Jawab Saka yang malas menjelaskan apa maksud perkataan nya.
Saka yang sempat terpikir kalau di dalam keluarga nya semua serba ada. Ada mafia. Ada orang dari organisasi rahasia. Ada dokter jenuis. Ada theasure hunter. Nah bila Skala benar bergabung ke dalam keluarga Hardata maka tentu saja ini menambah satu warna baru di dalam keluarga Hardata.
FLASH BACK OFF.
“Oh, iya! Ini kenalin teman aku waktu SMA. Nama nya Sandiego Skala Anurmerta.” Saka pun memperkenalkan pria yang datang bersama nya barusan pada Mia dan Bia.
“Skala ini istri ku, Cristal Bianca. Dan ini adik nya Scarlet Damia Hardata.” Ujar Saka.
“Skala.” Ujar Skala ingin menyalami Bia. Tapi langsung di wakilkan oleh Saka.
“Udah, salam nya ama aku aja. Kau bukan mahram nya.” ucap Saka seenak nya.
Bia sebisa mungkin menahan tawa nya melihat sifat posesif nya Saka. Bisa-bisa dengan teman nya sendiri pun dia tidak mengizinkan Bia salaman.
“Ya udah kalau sama istri mu aku tidak bisa salaman, tapi sama adik ipar mu bisa dong?” ucap Skala dan langsung nyosor ke Mia.
“Hai, apakabar?” tanya nya dengan lembut.
Mia yang di tanya selembut itu oleh laki-laki seganteng Skala tentu langsung goyang iman nya. Rain yang selalu ada di kepala Mia pun mendadak Mia lupa kan.
“Hai apakabar juga kamuh?” tanya Mia pada Skala bak dua orang yang sudah saling kenal.
“Hmm.. mungkin sebaik nya kita melimpir keluar yuk sayang. Biar Mia dan Skala di dalam kamar.” Ujar Saka pada Bia.
“Wait! Tapi itu siapa Saka?” tanya Bia yang memang belum pernah melihat Skala sebelum nya. Dan setahu Bia, Mia, adik nya itu sudah punya tunangan.
“Udah! Biarkan mereka kelarin masalah mereka dan kita kelarin masalah kita.” Saka pun mendorong tubuh Bia keluar dari kamar Mia.
😁📢📢📢😅
Hah para bestie dunia halu ku...
aku mau promo novel yam. hmm entah baru entah lama ini. Soal nya mungkin pernah baca sebelum.
Pasti sudah tahu judulnya. Who are you, Will?
nah ini tentang will dari Ariana. bagi yang berminat silahkan baca tp jangan skip.. karena bentuk nya sama tapi inti Cerita berbeda semua....
so bagi yang berniat skip.. mending disini aja ...gak usah databg ke rumah ke dua diri kuh🤭🤭
Sangat di sarana