My Little Secret

My Little Secret
#62


“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!” teriak Mia yang terjun bebas atau lebih tepat nya nyungsep ke lantai yang berjarak sekitar delapan meter dari tempat tidur Mia.


“Apa yang terjadi?” seru Mia, melihat sekelilingnya sambil memegangi tubuhnya yang terasa sakit sebab terhempas ke lantai.


“Kenapa ada ramai sekali orang di kamar ku?” Ujar Mia berusaha untuk berdiri. Mia terus melihat ke depan ke arah tempat tidurnya mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa ada begitu banyak orang disini.


Mia pun berjalan mendekati kerumunan itu. Orang pertama yang dia tanyai adalah Maria yang berdiri terpisah dari kerumunan orang. Maria saat itu berdiri agak ke belakang dari pada yang lainnya.


“Maria ada apa?” tanya Mia sambil terus mencoba melihat ke dalam kerumunan itu tanpa menoleh pada Maria. Tapi tidak terdengar jawaban apapun dari Maria. “Iih!! Nih anak di panggil kok diam bae!” Mia pun akhirnya menoleh pada Maria. “Pantasen gak jawab! Maria??? Mariaa???!!!” Panggil Mia berkali-kali tapi sahabatnya itu tetap melihat ke arah depan tanpa menoleh balik padanya.


“Hei Mariaa!!! Apa kau tidak mendengar ku!!!” teriak Mia lalu menepuk lengan Maria yang ada disebelahnya.


Namun alangkah kagetnya Mia ketika tangan nya ternyata tidak bisa menyentuh Maria. Tangan nya kini terlihat seperti hologram yang biasa dia lihat di pilem-pilem.


“Apa yang terjadi?” Ujar Mia panik. Dan masih mencoba untuk memegang Maria namun tetap nihil. Dia tetap tidak bisa menyentuh sahabatnya itu.


“Ada apa ini?” Mia pun berlari ke depan. Terlihat orang tuanya pun ada disana bersama Rain dan juga beberapa orang dokter.


“Syukurlah Mia tidak kenapa-napa!” seru Leaa, ayma nya Mia, sambil memegangi tangan Mia. Lea sangat terkejut mendengar kondisi Mia yang tiba-tiba bereaksi seperti tadi. Dia cemas, kalau-kalau sesuatu yang buruk terjadi pada putri nya itu.


“Sebaiknya kita semua keluar dulu tuan. Nanti dokter Dennis yang akan datang melihat kembali kondisi nona muda.” Ujar kepala tim medis itu.


Mia yang melihat semua kejadian ini hanya bisa menitikkan air matanya. Menyadari orang-orang tidak bisa melihatnya dan di atas tempat tidur itu dia masih melihat dirinya terbaring koma di atas ranjang besar itu, Mia sudah bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi. PASTI AETHER GAGAL.


Mia menatap dirinya sendiri yang terbaring di ranjang besar itu sambil berkata, “Kapan aku bisa membuka mata ku kembali?.” Seru Mia lemah.


Mia pun berdiri di samping tubuh nya. Dia berdiri sambil memandangi tubuh nya yang koma di atas tempat tidur itu. “Aku ini kenapa sih????”


“Kenapa kau malah masih disini?” Seru Aether yang entah dari mana asal nya muncul begitu saja di belakang Mia yang sedang duduk memandangi tubuhnya yang terbaring di atas tempat tidur itu lengkap dengan alat-alat yang terpasang di sekujur tubuhnya.


Mia langsung kaget melihat kepala Aether yang muncul dari arah belakang nya. “Kau!!” seru Mia terlonjak kaget. Saking kaget nya, Mia sampai melompat ke atas lemari.


“Apa aku membuat mu kaget, gadis kecil?” Tanya Aether tanpa rasa bersalah, sambil garut-garut kepala lalu mengeluarkan cermin dari balik jas hitamnya.


****


Aether bisa gak besok-besok kalau masuk lewat pintu aja? Trus bilang assalamualaikum???


*** jangan Lupa Like dan komen serta sajen kakak.....


Dan follow ig kak upe @kak.upe