My Little Secret

My Little Secret
#103


“Tambah malas aku bukain nya.” Tolak Bia yang langsung duduk kembali dan melipat tangan nya.


“Ih! Emang nya siapa bilang kalau kakak Ipar datang ke sini itu untuk bertemu dengan diri mu kak. Bisa saja dia mau ketemu dengan adik ipar nya yang cantik dan imut serta menggemaskan ini.” Cerocos Mia.


“Yee! Kalau gitu bukain aja sendiri.” Sebut Bia tetap kekeuh tidak mau membukakan pintu.


“Dasar!” Sungut Mia.


“Siapa di luar? Masuk aja.” Teriak Mia yang memang belum kuat untuk berdiri.


Sreeeet... Pintu kamar itu pun terbuka.


Dan benar saja, yang datang ke kamar Mia ternyata memang adalah Saka. Namun seperti nya Saka tidak datang sendirian. Dia datang bersama seorang teman nya.


“Hei.. Mia.” Sapa Saka dengan hangat pada adik ipar nya.


“Waah! Ternyata benar kakak IPAR!!” teriak Mia senang melihat Saka datang. Sekilas Mia juga melirik pada kakak nya yang sedang menekuk kan wajah seolah sedang fokus memperhatikan para amuba yang sedang berkembang biak di lantai kamarnya.


“Aku sangat rindu dengan kakak Ipar ku ini!” Ucap Mia sambil merentangkan tangan ya dan bersiap minta di peluk oleh Saka.


Namun baru saja Saka akan memeluk Mia, tiba-tiba teman Saka yang datang bersama Saka lah yang langsung memotong antrian dan memeluk Mia.


Walaupun bingung siapa pria yang memeluk diri nya itu, Mia tetap membalas pelukan pria itu dengan ekspresi wajah awkward nya.


“Oke! Ni cowok siapa? Hmmm rasa nya pernah jumpa” batin Mia bertanya-tanya tapi tangan nya tetap memeluk tubuh pria itu.


Mia yang memang belum pulih sepenuh nya itu lupa kalau dia sudah pernah bertemu dengan Skala sekali yakni ketika dia bangun dari koma nya.


Saat ini Skala ada orang pertama yang dia temui setelah para dokter yang memeriksa diri nya.


Sambil memeluk Skala Mia menoleh pada kakak nya dan kak Ipar nya yang sedang sibuk dengan dunia mereka sendiri.


Yang satu sedang merajuk dan yang satu sedang membujuk. “Hff.. rumit nya sebuah pernikahan itu.” Batin Mia.


Untuk sesaat Mia diam sambil menikmati pelukan nya Skala pada dirinya. Entah mengapa Mia merasa sangat nyaman dengan pelukan pria yang tidak dia kenal ini.


"Ini boleh di peluk lama gak ya?" Ujar Mia dalam hati.


Lalu mata Mia yang tadi nya terpejam karena saking nyaman nya dalam pelukan Skala lalu tiba-tiba terbuka.


Mia melihat ke arah bahu kekar nya Saka. "Pelukable sekali." gumam Mia.


Tapi Mia sadar, walaupun nyaman tapi pelukan ini harus lah segera di lepas. Secara dalam pikiran Mia, dia dan laki-laki tidak saling kenal.


“Kak Saka, kak Bia, boleh potong sebentar gak?” Sela Mia menghentikan kerusuhan Bia dan Saka.


“Ini, yang sedang pelukin Mia siapa ya? Kok main pelak peluk aja? Mana nyaman lagi.” Sambung Mia sambil tetap memeluk Skala.


“Astaga!!” Saka dengan cepat menarik kerah baju teman nya.


“Kan udah halal bro?” bisik Skala yang memang telah menceritakan semua nya pada Saka setelah di bertemu dengan Mia beberapa waktu lalu. Waktu itu, Mia baru terbangun dari koma nya dan Skala tanpa sengaja ikut dengan Saka ke rumah Mia.


“Dia alam gaib udah halal. Di alam manusia belum. Tolong social distencing nya di jaga.” Balas Saka juga dengan cara berbisil.


😱😱


Jangan bilang Skala udah cerita ama Saka?!! Aduh kak Upe ketinggalan dimana ini!! Kok ali sampai gak tahuuuuuu😱😱😱😂