My Little Secret

My Little Secret
#22


“Kita mau kemana?” tanya Mia, yang mengekori Skala dari belakang. Skala mengambil telpon nya dan menelpon seseorang.


“Aku tunggu kau di bawah Radit.” Ucap Skala lalu mematikan telpon nya itu. Kemudian Skala lanjut berjalan di depan Mia.


Mia pun berjalan disamping Skala. Mereka terus berjalan sampai akhir nya mereka sampai di lobi bawah.


Di lobi bawah Skala dan Mia bertemu dengan pria tadi yang akhirnya Mia ketahui bernama Radit dan dia adalah asisten Skala.


Setelah itu mereka bertiga pun menuju depan kantor sebab mobilnya Skala sudah menunggu disana.


“Radit, kau duduk di depan.” Ujar Skala pada asistennya.


“Untuk apa dia meminta ku duduk di depan, bukankah dari kemaren aku juga duduk di depan.” Gumam Radit dalam hati yang bingung kenapa bos nya harus menegaskan dan menekan kan hal yang sudah biasa itu pada nya. Tapi sebagai bawahan Radit tentu saja tidak akan memprotes apa yang bos nya katakan tadi.


Skala menoleh pada Mia. Dari tatapannya Mia langsung paham kalau Skala meminta Mia untuk duduk di belakang bersama nya.


MIa pun mendekat ke arah pintu mobil yang dibukakan oleh Skala. Skala langsung mundur kebelakang seakan-akan sengaja untuk memberikan jalan pada Mia.


Perjalanan itu kembali senyap diantar mereka. Tapi kalau dipikir-pikir tentu saja Skala tidak akan memulai pembicaraan dengan Mia. Secarakan Mia kan adalah hantu, kalau Skala berbicara dengan Mia tentu supir dan asistennya akan merasa Skala sudah gila atau sejenisnya.


“Kenapa hari ini anda memutuskan untuk pulang ke mansion pak?” tanya Radit yang tidak bisa menahan rasa penasaran nya.


“Hmm ada urusan yang harus aku kerjakan di mansion ku Radit. Karena aku sudah janji untuk membawa menginap bersama ku, maka nya aku bawa kau sekalian pulang ke mansion ku. Kasihan jika kau harus tidur sendirian nanti malam di apartemen ku.” Jawab Skala.


Mia melihat ke luar jendela, “Huf! bosan juga hanya diam seperti ini sepanjang perjalanan ini!. Hanya mendengar celotehan asistennya Skala yang bernama Radit itu tentang urusan kantor dan beberapa hal yang tidak aku pahami.” Gumam Mia dalam hati, mencoba membunuh semua rasa bosan nya.


Setelah perjalanan yang cukup panjang akhir nya mereka pun sampai disebuah gerbang yang besar dan sangat tinggi..


Suara si asisten yang sedari tadi nyerocos tidak jelas kini malah tidak terdengar sama sekali. Seakan-akan dia memang sengaja untuk diam.


“Apa ini adalah rumah nya?” tanya Mia dalam hati sambil melirik sekilas pada Skala yang duduk tenang disamping nya.


“Astaga!!!!” teriak Mia sambil memegang erat lengan Skala saat tiba-tiba sebuah wajah nenek tua menempel di kaca mobil.


Skala yang tangan nya dipegang oleh Mia sepertinya tidak merespon sedikit pun.”mantap juga aktingnya, tidak memperlihatkan wajah terkejut nya saat si nenek tua itu menempel ke kaca mobil” Seru Mia dalam hati.


“Tapi kenapa aku takut? Bukankah aku juga hantu? Hantu takut sama hantu? Sungguh mempermalukan diri ku sebagai hantu.” Ujar Mia pada dirinya sendiri. Mia pun melepaskan tangan nya pada lengan Skala.


😂😂😂


Mia....tolong jangan buat kak Upe malu gt bisa gk? Kamu itu hantu mia... Ayooo berani dikit napa😩😩😩😩


Itu kamu yang senyam senyum.. sini kak upe bisikin.. ini cerita horor loh...suer ini cerita horo👻👻👻👻


Ayooo lempar sajen kakak...