My Little Secret

My Little Secret
#94


“Tuan Skala! Ayma nya Mia ini orang nya asik! Aku sudah menganggap nya sebagai ayma ku sendiri. Dibandingkan dengan keluarga nya sendiri, ayma jauh lebih menyayangi ku!” ujar Saka bergurau. Tapi memang benar Lea sangat menyayangi Saka apa lagi setelah ibu nya Saka yang merupakan sepupu Lea, meninggal dunia.


“Kau ini!!!” cubit sang ayma.


Saka hanya mengerlingkan mata nya.


“Nona Mia sudah sadar. Tapi aku harap kalian semua masuk bergantian.” Ucap salah seorang perawat.


Mereka semua yang ada di ruangan itu saling pandang. Semuanya ingin masuk melihat Mia. Tapi siapa yang mendapat giliran pertama-


“heem... apa aku boleh?” tanya Skala tiba-tiba, membuat semua orang yang ada di sana memandang aneh pada nya.


Keluarga bukan, teman bukan bahkan kenalan bukan, tapi Skala malah mengajukan diri sebagai orang pertama yang menjenguk Mia.


Skala yang mendengar nama sepupu Saka sangat mirip dengan nama istri gaib nya segera menyingkirkan rasa malu. Skala menyadari semua mata kini tengah melihat ke arahnya. Skala juga menyadari kalau mereka pasti menunggu penjelasan dari Skala- mengapa dia harus yang pertama.


“Aaah.. aku tidak pernah melihat fenomena yang luar biasa seperti ini sebelumnya. Jadi tanpa sadar aku mengajukan diri!” jawab Skala asal. Bagaimana pun, Skala harus masuk ke dalam dan memastikan sendiri, apakah Mia yang ada di dalam sana adalah Mia yang dia cari-cari.


“Tentu saja kau boleh masuk pertama anak muda! Aku sangat menyukai keberanian mu!” Tukas aypa nya Mia. Pria tua ini memang sangat menyuka pria -pria yang pemberani, tidak plin plan dan tidak bermuka dua.


Aypa Mia menatap sinis pada calon menantunya Rain yang malah saat ini terlihat curi curi pandang pada Maria.


“akan aku pastikan dia keluar dari hidup putri ku...”


“masuklah,..” Ucap Ansel pada Skala.


“terima kasih om..” balas Skala.


Skala pun masuk ke kamar Mia. Dan alangkah terkejut nya Skala saat melihat ternyata gadis yang baru terbangun dari koma itu adalah Mia yang dia cari-cari dengan susah payah namun malah bertemu tanpa sengaja karena dia sedang bersama Saka.


Skala menatap Mia yang terlihat saat ini sedang bersandar di kepala tempat tidur nya.


“Apa dia tidak mengenali ku?” Gumam Skala dalam hati.


“Heemm aku temannya Saka.” Jawab Skala sambil melihat wajah Mia dengan seksama.


“Dia benar-benar telah kembali dari kematian. Aku sangat bahagia melihat mu kembali Hidup Mia.” Ujar Skala dalam hati.


“Temannya kak Saka?” tanya Mia lagi pada Skala.


“ia aku temannya Saka dan –“


“Dan dia parnert bisnis nya kak Saka.” Sela Ansel sambil menepuk bahu Skala.


“Berbohonglah sebentar anak muda.” Bisik Aypa pada Skala.


Skala yang masih terbengong melihat Mia kini semakin bengong dengan perkataan ayah nya Mia.


Namun sayang nya Skala tidak bisa berlama-lama di dalam kamar Mia, sebab Skala merasa kan ada banyak energi negatif di sekitar kamar Mia.


“Lekas sembuh Mia. Sampai jumpa lagi. Ujar Skala dan pamit keluar juga dengan Ansel.


Skala pun keluar dari kamar Mia bersama aypa Mia.


“Sebelumnya perkenalkan nama ku Ansel Hardata.” Ujar Ansel sambil menyodorkan tangannya pada Skala.


“Aku –“


“Aku tahu siapa diri mu anak muda. Nama mu Sandiego Skala Anumerta, adik dari mendiang Vivian Anumerta. Aku benar bukan?” kata Ansel sangat komplit.